Different

Different
Bab 6



[Syila POV]


Aku tau mau melihat pemandangan itu lebih lama lagi. Jadi aku memutuskan untuk segera berlari memasuki kamarku. Kamar ku adalah tempat paling nyaman sedunia bagiku. Karena disana aku bisa marah,menangis,dan tertawa tanpa takut ada yang mendengar.


Kamar ku juga hanya sahabatku saja yang menjadi saksi kunci rahasiaku,yang sama sekali tak diketahui keluargaku.


Ya,kedua sahabatku yang mengetahui apa kelebihan dan kekuranganku,melebihi keluargaku sendiri.


Aku tersenyum miris. Aku menatap gitar yang sedang menganggur di pojok kamar. Segera aku mengambil gitar tersebut dan mulai memainkannya.


Jrenggg...


Aku mulai memetik senar gitar,mengawali permainan ku.


Tadinya aku ingin memainkan lagu yang menggambarkan situasi ku saat ini. Tapi entah kenapa justru aku malah keingat Devan yang sedang memelukku dan menenangkan ku. Dan akhirnya aku memutuskan untuk menyanyikan lagu tentang hubunganku dengan Devan.


Some things we don't talk about


Rather do without


And just hold the smile


Falling in and out of love


Ashamed and proud of


Together all the while


You can never say never


While we don't know when


But time and time again


Younger now than we were before


Don't let me go


Don't let me go


Don't let me go


[2x]


Picture, you're the queen of everything


As far as the eye can see


Under your command


I will be your guardian


When all is crumbling


I steady your hand


You can never say never


While we don't know when


Time, time, time again


Younger now than we were before


Don't let me go


Don't let me go


Don't let me go


[2x]


We're falling apart and coming together again and again


We're growing apart but we pull it together, pull it together, together again


Don't let me go


Don't let me go


Don't let me go


[4x]



(The Fray--Never Say Never)


[Author POV]


Lagu tersebut menceritakan tentang kisah cinta seseorang yang selalu membuat sahabatnya nyaman dan aman bersama dengannya. Dan membuat salah satu mereka memiliki perasaan lebih.


Syila mengembalikan gitarnya ke tempat semula. Perasaannya sedikit lega.


Ya,jika kalian ingin tau. Bakat Syila tidak di bidang akademik,tetapi di bidang seni. Ia pandai akting,menggambar,membuat cerita,pencipta lagu,bernyanyi,memainkan alat musik,kecuali drum. Entah kenapa ia tidak begitu suka menjadi drummer,mungkin karena harus memakai tenaga ekstra? Entahlah,hanya Syila yang tau.


Dan sebenarnya Syila itu adalah youtuber yang sangat terkenal di youtube. Awal-awalnya ia hanya membuat video cover saja di youtube. Tapi makin kesini ia sering membuat lagu sendiri,yang direspon positif oleh para penggemarnya. Tak ada yang tau kalau itu Syila,karena Syila memakai topeng yang hampir menutupi separuh wajahnya.



Entah mengapa tak ada yang menyadari sama sekali bahwa itu Syila. Tapi rasanya,Syila patut bersyukur karena penyamarannya berhasil.


Kadang ia ingin tertawa dalam hati dan berbangga diri,saat kedua sahabatnya tersebut membahas tentang 'Illaennest' dengan semangat. Sebab apa? Sebab Illaennest tersebut adalah nama samarannya Syila saat menjadi youtuber. Lucu sekali bukan,jika sahabatmu memuji-muji suaramu dan penampilan mu di wujud lain,sedangkan yang asli saja didepan mata mereka. Ingin rasanya ia tertawa terbahak bahak jika melihat reaksi Tika yang suka heboh sendiri jika Illaennest mengupload video baru di youtube. Lalu bagaimana ya jika Tika dan Sera tau kalau itu ternyata Syila,sahabatnya. Mungkin reaksi Tika yang bakalan lebih heboh. Tapi Syila masih tak mau mengungkap wajah aslinya dulu. Ia menunggu saat yang tepat.


***


Syila merebahkan dirinya di atas kasur. Ia menatap langit-langit kamar yang ia hias seperti di luar angkasa. Saat akan memejamkan matanya,handphonenya berdenting tiga kali. Tanpa menoleh,ia meraba-raba kasurnya dan akhirnya menemukan hpnya.


Devan❤


Syil?


Lo kenapa sih?


Gue ngerasa lo ngehindarin gue


Syila mengrenyit,sejak kapan ia mengganti nama Devan menjadi seperti itu? Rasa-rasanya ia geli sendiri.


Tanpa membalas pesan tersebut,Syila hanya mengganti nama Devan di WA nya.


Ting...


Devan bego😒


Syil?


Lo kenapa sih?(20.23)


Gue ngerasa lo ngehindarin gue(20.27)


Kalo gue ada salah tolong kasih tau. Tapi gak dengan lo ngehindarin gue(20.35)


Apaan sih?!!


Gaje bat deh(20.36)


Terus kenapa lo ngehindarin gue?(20.36)


Anjay...cepet banget balesnya. Biasanya kalo belom satu jam,belom dibuka Rutuk Syila dalam hati.


PD banget lu


Kayak situ penting aja(20.39)


Gue serius Syil


Lo kenapa gak mau gue deketin?(20.40)


Yeuuuu...


Siapa juga yang lagi bercanda


Dan...kapan lu ngedeketin gue?(20.41)


Tadi waktu gue kejar lo,dan lo ngumpet di bawah kolong mejanya bu Gina tadi?


Dan setiap gue mau nyamperin lo lo sengaja buat kabur kan?(20.43)


Nggak!!


Gak usah sok tau lu


Dah ah,ngantuk gue


Mau bobo cantik dulu


Bye!(20.45)


Setelah mengetikkan balasan tersebut. Syila segera mematikan datanya dan mematikan nya,lalu ia taruh di atas meja nakas. Aneh sekali bukan? Devan si pangeran es menjadi cerewet jika di WA,mengapa di kenyataan dia bisa irit bicara gitu? Aahh entahlah.


Ia berfikir sejenak,tak pernahkah Devan sadar kalau ia menyukainya,dan mungkin...sudah sampai tahap mencintai? Entahlah...hanya Syila yang tau. Tapi...gak mungkinkan ada orang yang gak sepeka itu,fikir Syila. Namun Devan adalah buktinya.


"Huftt..." Syila menghela nafas lelah. Masalah dikeluarganya saja belum tuntas,ditambah masalah percintaannya. Dan cukup sudah! Syila tak mau lagi mencari masalah dengan siapapun. Walaupun hanya itu masalahnya,tapi masalah diatas tersebut sudah cukup rumit dan berbelit-belit.


Sudahlah.


Mau berfikir sampai otak terbalik pun,gak bakal selesai kalo gak disertai perbuatan. Ya,salah Syila juga yang hanya memberi kode-kodean,tak menunjukkannya langsung,sudah tau Devan tak peka. Tapi biarlah ini menjadi urusan mereka berdua,eh ralat,mereka bertiga. Kalian tau siapa saja tiga orang tersebut? Jika kalian tau,tulis di kolom komentar.


~XXX~