Different

Different
Bab 7



[Syila POV]


Pagi ini aku memilih berangkat sekolah sendiri. Dan entah karena apa Syifa sudah berangkat sebelum aku. Tapi aku tak mau pusing-pusing memikirkannya.


Aku segera berangkat menggunakan mobil pemberian kakek. Ya,hanya kakek dan nenek yang dari keluarga papa saja yang tidak membenciku. Selebihnya sama saja,seperti om-om dan tante-tante ku dari papa,sama seperti papa. Membenciku.


Jika kalian bertanya mengapa Devan tak menjemputku. Jawabannya simple,kalau Devan tak menawari ku tumpangan,aku tak akan meminta kecuali sedang dalam keadaan tertentu.


Aku melajukan mobilku dengan kecepatan normal dan akhirnya sampai juga di sekolah. Aku bingung,mengapa parkiran ramai sekali,padahal separuh dari mereka tidak ingin memakirkan kendaraan.


Aku menekan klakson mobilku tiga kali,semua mata menatapku.


Lah,gue kan cuma suruh minggir doang. Kenapa malah pada natap gue kayak gitu semua? Batin ku.


Aku membuka kaca mobil. Lalu menyembulkan kepalaku keluar.


"Woyy!! Minggir napa! Malah pada ngelihatin gue" Semua orang malah jadi menatapku sinis,tapi juga ada juga yang menatapku iba.


Aku tak menggubrisnya,aku memilih menekan-nekan klakson mobilku agar mereka semua menepi.


Tiin!! Tiin!! Tiiinnnn!!!


Akhirnya mereka minggir juga. Aku segera menjalankan mobilku perlahan,karena takut menyerempet orang lain. Saat ingin berbelok untuk memarkirkan mobilku,entah kenapa aku langsung mengerem mendadak.


Ckiittt!


Apa aku tak salah lihat?


Disana ada Devan dan Syifa yang sedang mengobrol,terkadang diselingi oleh kekehan. Apa ini maksud dari tatapan mereka tadi?


Rasanya ada tangan nakal yang mencubit hatiku,sakit.


Apa...tadi pagi Devan tidak menawari ku tumpangan,karena ia berangkat bareng Syifa? Kalo iya,aku yang bukan siapa-siapanya ini bisa apa? Mungkin aku memang hanya ia anggap sahabat saja. Ya,sebatas sahabat.


Aku memarkirkan mobilku terlebih dahulu,agar tidak menghalangi pengendara lainnya yang ingin memarkirkan kendaraan mereka juga. Setelah itu tanpa mematikan mesin, aku menyenderkan tubuhku di sandaran jok,kepalaku ku dongak kan ke atas,agar air mataku tak keluar.


Sekali lagi aku menoleh pada mereka melalui kaca mobil. Tepat saat aku menoleh,mereka sedang berpelukan.


Tanpa sadar,akhirnya air mataku lolos. Yang sedari tadi sudah mengumpul di pelupuk mata.


"Eh,kok gue nangis sih?"tanyaku parau,sambil menghapus air mata sialan tersebut dengan kasar.


"Emang gue siapa nya? Dasar ****, ngarep kok ketinggian"umpat ku pada diriku sendiri.


"Dan jatohnya...."


"sakit..."lanjutku dengan suara tertahan ingin menangis.


"Hiks...hiks..."akhirnya tangisku pun pecah.


"Ternyata bener. Gue gak pernah tau bagaimana dia memperlakukan cewek lain dibelakang gue"


"Dan begonya lagi" aku menutup wajahku menggunakan kedua telapak tanganku.


"Gue selalu berharap kalo cuma gue yang diperlakukan seperti itu!" tangisku semakin menjadi-jadi,aku menumpahkan semua air mataku didalam mobil. Untungnya kaca mobilku cukup gelap jika dilihat dari luar. Aku tak peduli lagi dengan penampilanku sekarang. Yang penting aku bisa mengeluarkan semua emosi yang tertahan dalam diriku sejak tadi.


[Author POV]


Syila masuk ke dalam kelasnya dengan keadaan yang bisa dibilang tidak baik-baik saja. Semua orang yang berada di kelas terkejut melihat wajah sembab dan rambut berantakan Syila,tak jarang juga ada yang menertawainya. Namun Syila sama sekali tak menggubris mereka. Ia tetap berjalan lurus menuju bangkunya,lalu mendudukinya. Disana ada Tika dan Sera yang sudah ada di kelas duluan sebelum Syila masuk. Mereka menatap Syila dengan wajah terkejut.


"OMG Syila!!! Muka lo kenapa kayak gembel gitu!!"pekik Tika dengan suara melengkingnya. Otomatis Sera segera menutup telinganya. Tapi tidak dengan Syila,ia masih saja menatap lurus kedepan dengan pandangan kosong.


"Syil? Lo kenapa? Kesambet ya?"tanya Tika yang masih saja diacuhkan oleh Syila.


"Mending lu ke toilet abis itu baru ke UKS aja deh Syil. Kayak gembel beneran tau gak sih lo"ucap Sera yang memang niatnya baik,tapi tetap saja ada kata-kata menghina.


Syila berdecak malas,tapi tak ayal tetap melaksanakan ucapan Sera tadi.


"Ayo gue temenin"ucap Tika dan ditolak oleh Syila.


"Gak usah,gue bisa sendiri. Mending Kalian izinin gue"ucapnya dengan suara serak,lalu diangguki oleh Tika dan Sera.


"Hati-hati Syil! Awas nabrak pin-"


Dukk!!


"Tu"


Sera dan Tika meringis. Baru saja dibilangin,sudah nabrak beneran.


"Ini siapa sih yang naro pintu disini! Ngehalang-halangin orang lewat aja!"ucap Syila sewot sembari mengelus elus dahinya yang terhantuk pintu.


"Lah situ yang pe'a,pintu belum dibuka udah ditebras aja. Sok'-sok' an nembus tembok,kayak situ casper aja" Tika menggeleng-gelengkan kepalanya heran dengan tingkah laku Syila yang selalu sewot kalau sedang badmood.


Brakk


Semua orang yang berada dikelas terjengit kaget. Karena Syila membanting pintu dari luar dengan cukup keras.


"Nanti kalo rusak pintunya,Woeyyy!!"


"Bodo!!"jawab Syila dari luar kelas.


Mereka yang didalam kelas hanya bisa mengelus dada untuk bersabar. Menghadapi gadis yang sedang badmood memang menguras tenaga.


Syila berjalan ke toilet dengan kaki yang ia hentak-hentakkan. Masa bodo dengan semua orang yang menganggapnya orang gila. Setelah sampai didepan toilet,ia langsung menerobos masuk menuju wastafel.


Dan untungnya toilet sedang sepi,ia membuka kran lalu membasuh wajahnya dengan kasar. Setelah selesai,ia menatap pantulannya di kaca.


"Argghhh! Dasar hati sialan. Gitu aja nangis,gitu aja sakit hati. Alay banget sih lo Syil. Jadi cewek jangan menye-menye gini napa"


"Liat muka lo tuh. Bener-bener kayak gembel!" Syila memukul pantulan kaca yang menampakkan wajahnya.


"Oke Syila,tarik nafas....keluarkan..." Syila mengulang-ulang metode tersebut sampai ia merasa baikkan. Ia membetulkan kunciran rambutnya dan memberi sedikit polesan lipblam pada bibirnya yang sedikit mengering.


"Oke,lo harus kuat. Gak usah pake acara baper-baperan lagi kalau dideketin sama Devan! Lo harus strong!!!" serunya sambil menepuk nepuk dadanya.


Setelahnya,ia memilih menenangkan dirinya di UKS.


~XXX~