Different

Different
Turnamen hari ketiga



Beberapa hari kemudian, tibalah hari ketiga turnamen sihir Triwizard. Di sinilah Sisy merasa sangat gelisah dari sebelumnya. Hermione mengerti kegelisahannya karena gadis itu telah memberitahu mereka apa yang akan terjadi. Walaupun mereka sudah mempunyai rencana untuk menghindari itu tapi tetap saja dia masih merasa gelisah.


"Tenanglah Sisy. Kita sudah membuat rencana agar hal itu tidak terjadi," ucap Hermione.


"Hermione benar. Tidak perlu khawatir," timpal Ron.


Ron memang sudah mulai berbicara lagi dengan Sisy tapi dia belum menjelaskan perasaannya yang sebenarnya. Harry sangat kesal dengan sikapnya itu tapi dia memutuskan untuk membiarkannya karena setidaknya Ron mau berbicara duluan dengan Sisy.


Para peserta telah berkumpul di tempat turnamen.


Madam Hooch mulai berbicara, "Akhirnya sampai juga kita di tugas ketiga, dimana tugas ini adalah tugas terakhir. Tugas ketiga ini tidak sesulit sebelumnya. Kalian hanya perlu mencari piala besar di dalam labirin. Siapapun yang berhasil menemukan piala itu dan membawanya keluar maka dialah pemenangnya. Kalian paham?"


"Paham," jawab mereka bertiga.


"Oke. Hitungan ketiga, silakan kalian masuk ke lingkaran sihir itu dan carilah piala yang ada di dalam labirin." Madam Hooch mulai berhitung dan hitungan ketiga pada peserta langsung berlari masuk ke lingkaran sihir.


Semoga kalian baik-baik saja. Batin Sisy.


45 menit telah berlalu dan belum ada tanda-tanda kalau sudah ada yang berhasil menemukan piala itu. Sisy semakin merasa tidak tenang di kursinya. Hermione dan Ron terus berusaha menenangkannya.


"Tenang Sisy," ucap Hermione.


"Lebih baik kamu tidak perlu ikut nonton kalau terlalu gelisah seperti ini," ucap Ron kesal.


"Mereka lama sekali. Pasti ada yang tidak beres," gumam Sisy.


"Mencari piala di dalam labirin bukanlah hal yang mudah. Wajar kalau mereka membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan tugas ketiga ini," balas Hermione yang mendengar gumaman Sisy.


"Iya. Harry dan yang lainnya pasti baik-baik saja," timpal Ron.


Tepat setelah Ron mengatakan itu, Sisy mendapatkan penglihatannya lagi. Dia melihat kalau semuanya telah berpindah tempat. Awalnya hanya Harry dan Cedric yang berpindah tempat tapi tiba-tiba Victor juga ikut berpindah tempat. Pangeran kegelapan dan tangan kanannya ada di sana.


Sisy membuka matanya lebar. "Masa depan berubah?!"


Dia langsung berlari ke tengah lapangan dan hendak masuk ke lingkaran sihir tapi madam Hooch berhasil menahannya. "Apa yang anda lakukan, nona Garcia?! Pertandingan sedang berlangsung."


"Harry dan yang lain dalam bahaya! Saya harus menyelamatkan mereka." Sisy langsung melepaskan genggaman madam Hooch dan masuk ke lingkaran sihir itu. Setelah Sisy masuk, lingkaran sihir itu menghilang secara tiba-tiba.


"SISY!" teriak Hermione dan Ron.


Semua penonton menjadi panik. Mereka mulai berbisik-bisik.


"Bagaimana lingkaran sihir itu bisa menghilang?"


"Kalau lingkaran sihir itu menghilang, bukankah para peserta tidak bisa kembali?!"


"Apa yang dimaksud nona Garcia kalau para peserta dalam bahaya?"


"Sepertinya akan ada hal mengejutkan yang terjadi lagi."


Begitulah yang mereka bicarakan.


"Apa yang akan dilakukan gadis itu lagi?" tanya Pansy jengah.


"Apakah para peserta benar-benar dalam bahaya?" tanya Merlin khawatir.


"Tidak, Merlin. Nona Garcia pasti hanya mencari sensasi lagi. Kamu seperti tidak tau nona Garcia saja," jawab Pansy.


"Jaga ucapanmu, Pansy!" ucap Draco marah.


Pansy terkejut melihat Draco yang marah padanya. "Kenapa kamu harus marah seperti itu?"


Draco tidak menjawabnya. Dia merasa sangat gelisah karena kekasihnya itu melakukan hal yang tidak dia tau.


"Sepertinya para peserta benar-benar dalam bahaya, Pansy," ujar Astoria.


Pansy memutar bola matanya malas. "Ayolah Astoria. Itu tidak mungkin. Turnamen ini dijaga ketat oleh para profesor jadi tidak ada yang bisa mencelakai siapapun."


"Lalu kenapa nona Garcia berbicara seperti itu? Bahkan dia terlihat sangat panik," balas Astoria.


Pansy mengangkat kedua bahunya. "Siapa yang tau. Kita lihat saja apa yang nona Garcia akan lakukan."


Setelah berhasil masuk ke lingkaran sihir itu, Sisy langsung mencari pialanya dan menyentuhnya. Dia pun berpindah ke tempat dimana Harry dan peserta lainnya berada.


"Sisy?!"


"Nona Garcia?"


Harry dan Cedric terkejut dengan kedatangan Sisy yang tiba-tiba.


"Syukurlah kalian baik-baik saja," ucap Sisy lega.


"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Harry menghampiri Sisy.


"Masa depan telah berubah. Victor juga berpindah ke sini, Harry," jawab Sisy.


"Apa?! Aku tidak melihat ada Victor di sini," ucap Harry.


Sisy, Harry, dan Cedric menoleh ke sumber suara. Ternyata itu adalah Peter Pettigrew.


"Apakah kalian sedang mencari laki-laki ini?" Peter Pettigrew menarik seseorang dari belakang tubuhnya dan dia adalah Victor Krum.


"Lepaskan dia!" perintah Sisy.


"Siapa anda berani memerintah saya?!" ucap Peter Pettigrew kesal.


Pria itu mengeluarkan tongkat sihirnya dan melayangkan sihir itu ke arah Cedric. Beruntung Harry dapat menahan sihir itu.


"Apa yang kamu inginkan, Peter Pettigrew?!" tanya Sisy.


Peter Pettigrew mengernyitkan dahinya. "Kenapa anda tau nama saya? Yah itu tidak penting. Lagi pula kalian semua akan mati di sini."


"Lepaskan aku!" Victor Krum berusaha untuk melepaskan diri dari Peter Pettigrew tapi semakin dia memberontak, sihir Peter Pettigrew yang menahannya semakin kuat.


"Sebaiknya jangan banyak bergerak jika anda tidak ingin mati lebih cepat," sambung Peter Pettigrew.


Apa yang harus dilakukan? Sisy tidak bisa berpikir. Keadaannya berubah. Rencana yang telah mereka susun tidak berguna lagi sekarang.


Seorang pria tanpa hidung tiba-tiba saja datang. "Wah wah sepertinya kita kedatangan seseorang yang tidak seharusnya."


Peter Pettigrew langsung membungkukkan tubuhnya. "Selamat datang, tuanku."


Pangeran kegelapan?! Batin Sisy.


"Halo, anak-anak. Aku tidak menyangka kalau banyak yang menyambutku," ucap pria tanpa hidung itu yang tak lain adalah Voldemort.


"Siapa yang menyambutmu hah?!" ucap Sisy kesal.


"Kamu cukup kasar, nona," balas Voldemort.


"Keluarkan kami dari sini! Anda licik sekali menggunakan turnamen sihir Triwizard untuk menjebak Harry!" bentak Sisy.


"Bagaimana nona tau kalau Harry yang aku inginkan?" tanya Voldemort heran.


"Darimana aku tau itu bukanlah urusanmu, pria jelek!" jawab Sisy.


Harry terkejut dengan ucapan temannya itu. Bagi Harry, Sisy seperti sedang menggali kuburannya sendiri sekarang. Harry ingin menahan gadis itu tapi terlambat karena Voldemort langsung menghampiri Sisy dan mencekram wajahnya. "Jangan berlagak, nona. Kamu bukanlah tandinganku."


"Aku tidak peduli. Lebih baik anda segera lepaskan kami semua dari sini a—"


"Atau apa? Atau kamu akan membunuhku?" potong Voldemort.


"Iya!" tegas Sisy.


Voldemort tertawa. "Hahaha jangan membuatku tertawa. Dumbledore saja tidak bisa membunuhku apalagi kamu yang hanya seorang bocah."


"Profesor Dumbledore bukan tidak bisa membunuhmu tapi anda kabur saat itu," sanggah Sisy.


Voldemort semakin mengeraskan cengkramannya sehingga kukunya menusuk ke pipi Sisy. "Jangan bercanda. Aku tidak pernah kabur dari pertarungan apapun."


"Ingin bukti?" Sisy memperlihatkan sebuah video yang seperti biasa dia tunjukan lewat sihirnya. "Lihat? Di situ sangatlah jelas kalau anda melarikan diri."


Voldemort melempar Sisy sehingga tubuhnya tertabrak batu.


"Itu rekayasa yang kamu buat," sanggah Voldemort.


Sisy terkekeh. "Rekayasa? Yang benar saja."


"Sepertinya aku lebih tertarik denganmu dibandingkan bocah Potter itu," kata Voldemort sambil tersenyum licik.


"Kalau begitu lepaskan mereka semua," balas Sisy.


"Aku memang tertarik denganmu tapi bukan berarti aku akan melepaskan mereka. Aku akan membunuh mereka semua dan setelah itu kamu yang akan aku bunuh," jelasnya.


Saat Voldemort ingin membunuh yang lain. Sisy langsung menyerangnya. Tongkat sihir Voldemort pun terjatuh. Sisy juga menyerang Peter sampai akhirnya sihir yang mengekang Victor terlepas tapi sialnya dia langsung diserang oleh tangan kanan Voldemort yaitu Bellatrix.


"SISY!" teriak Harry.


"Lari Harry! Bawa Cedric dan Victor keluar dari sini!" perintah Sisy.


Harry menolaknya. "Tidak!"


Sisy berusaha bangun dan menyerang Bellatrix tapi wanita itu lebih cepat darinya. Bellatrix menarik rambutnya dengan keras sampai dia menjerit kesakitan.


"Berani sekali kamu menyerang tuanku!Sepertinya kamu sudah bosan hidup. Biarkan aku membantumu untuk mati," ujarnya.


"Aku tidak akan mati di sini!" Sisy berteriak memanggil sesuatu dan seekor hewan besar yang mirip seperti kucing pun keluar dari sebuah koper.


"Hewan apa itu?!" tanya Bellatrix saat melihat hewan besar itu.


Hewan yang dipanggil oleh Sisy adalah Zouwu. Sebelum masuk ke lingkaran sihir, dia sempat mengambil koper milik Newt dan menyembunyikannya. Sisy telah merekayasa koper milik Newt sehingga orang itu tidak sadar kalau koper yang sedang bersamanya adalah palsu.


Zouwu lari ke arah Sisy dan membawanya. Tidak lupa gadis itu juga menarik teman-temannya untuk naik ke atas tubuh Zouwu. Mereka bergegas pergi dari sana.