Different

Different
Tertangkap



Saat mereka sudah berada di luar, tiba-tiba sejumlah orang mengepung mereka.


Sisy, Hermione, Harry, dan Ron langsung melarikan diri. Mereka melakukan apparate untuk melarikan diri dengan cepat.


"Siapa mereka?" tanya Ron.


"Dilihat dari pakaiannya, sepertinya mereka adalah pengikut pangeran kegelapan," jawab Harry.


"Rencana kita mencari horcrux telah bocor. Sebelumnya juga ada anggota death eater yang menemukan kita tapi saat itu yang mereka ingin tangkap hanya aku," timpal Sisy.


"Cepat atau lambat mereka akan menemukan kita lagi," sambung Harry.


Sisy mengangguk membenarkan ucapannya.


"Pangeran kegelapan mengincar Harry. Kita harus mencari cara agar Harry tidak tertangkap oleh mereka," ujar Sisy.


"Mereka juga mengincarmu, Sisy. Seperti katamu tadi, anggota death eater yang sebelumnya ingin menangkapmu," timpal Harry.


"Tetapi yang pangeran kegelapan inginkan hanya kamu," balas Sisy.


"Tidak peduli siapa yang mereka incar, kita harus menghindari mereka tapi bagaimana caranya?" tanya Ron.


"Kalau hanya menyembunyikan Harry masih mudah. Kita hanya perlu membuat wajahnya tak dapat dikenali," celetuk Hermione.


"Kamu benar, Hermione!" seru Sisy.


Hermione mengubah wajah Harry menjadi orang lain.


"Keren. Wajahnya benar-benar berubah menjadi orang lain," kata Ron sambil menatap wajah temannya itu.


"Ayo kita lanjutkan perjalanan ini sebelum yang lain menemukan kita lagi," ajak Sisy.


Sisy, Hermione, Harry, dan Ron mulai melanjutkan perjalanan tapi dengan cepat mereka sudah bertemu dengan anggota death eater lagi. Kejadian itu sangat cepat sampai mereka tak sempat melawan.


Sisy, Harry, Hermione, dan Ron dibawa ke markas mereka. Di sana sudah berkumpul para anggota death eater dan Voldemort ada di tengah-tengah mereka.


"Berlutut!" perintah salah satu anggota death eater pada Sisy, Harry, Hermione, dan Ron.


Dengan sangat terpaksa, mereka berempat berlutut di hadapan Voldemort dan para pengikutnya.


"Selamat datang di markasku, anak-anak," sambut Voldemort.


"Tuanku, mereka terlihat keluar dari Bank Gringotts. Mereka sempat melarikan diri tapi kami berhasil menangkapnya," ucap Bellatrix.


Voldemort mengernyitkan dahinya. "Bank Gringotts? Bukankah itu tempatmu menyimpan horcrux ketiga milikku?!"


"Benar tuanku," jawab Bellatrix.


Voldemort menampar pipi Bellatrix dan menghinanya, "Dasar tidak berguna!"


"Maaf tuanku." Wanita itu masih setia berlutut di depan Voldemort.


"Berapa horcrux yang berhasil kalian hancurkan?" tanya Voldemort pada mereka.


Mereka berempat tak menjawabnya.


"Jawab!" perintahnya.


Tetapi mereka masih diam.


"Kalian yang memaksaku untuk menggunakan cara kasar, anak-anak." Voldemort mengarahkan tongkat sihirnya ke Hermione dan merapalkan mantra kutukan.


Hermione berteriak kesakitan karena mantra kutukan itu.


"Tiga. Kami telah menghancurkan tiga horcrux," jawab Sisy dengan cepat.


"Apa saja?" tanyanya lagi.


Sisy menyebutkan horcrux yang telah berhasil mereka hancurkan. "Buku harian, liontin Slytherin, dan piala Hufflepuff."


Voldemort menghentikan mantra kutukannya dan bertanya, "Bagaimana kalian bisa tau kalau ketiga benda itu adalah horcrux?"


"Aku pernah membacanya," bohong Sisy.


"Membacanya? Buku macam apa yang menginformasikannya?" tanya Voldemort tak percaya.


"Aku lupa. Saat itu aku hanya tak sengaja membacanya," jelas Sisy.


Voldemort mendekati Sisy. "Kamu pikir aku akan percaya dengan kata-kata bodoh itu?"


"Sungguh. Aku tak berbohong," ucap Sisy.


Voldemort menatap tajam ke arah Sisy dalam waktu yang cukup lama. Dia meneliti ke mereka berempat. "Omong-omong aku tidak melihat Potter."


Voldemort menatap Sisy. "Dimana Potter?"


"Kami berpisah setelah melarikan diri," jawab Sisy.


"Kalian pasti tau kemana bocah kacamata itu pergi," ucap Voldemort.


"Kami benar-benar tak tau kemana Harry pergi," balas Sisy.


Akhirnya Voldemort kembali duduk di kursinya. "Masukkan mereka semua ke penjara bawah tanah!"


Peter Pettigrew segera membawa Sisy, Hermione, Harry, dan Ron ke penjara bawah tanah.


Mereka berempat dimasukkan ke penjara yang berbeda-beda.


"Syukurlah tidak ada yang mengenali Harry," tutur Hermione.


Mereka bertiga mengangguk.


Tiba-tiba seseorang datang lagi. Dia menghampiri penjara Sisy dan berkata, "Anda dipanggil oleh pangeran kegelapan."


"Hei bagaimana dengan kami?" tanya Ron.


"Pangeran kegelapan hanya memanggil gadis ini," jawabnya.


"Kenapa hanya Sisy yang dibawa?!" tanya Hermione.


"Saya tidak tau," jawabnya.


"Aku akan baik-baik saja." Sisy berdiri dari tempat duduknya dan mengikutinya dengan patuh.


Dia dibawa ke ruangan yang ada pangeran kegelapan dan para pengikutnya.


"Berlututlah di depan pangeran kegelapan!" perintah orang itu.


Dengan terpaksa, Sisy mengikuti perintahnya.


"Dimana Potter?" tanya pangeran kegelapan to the point.


"Bukankah aku sudah katakan ka—"


"Aku tau kalau kamu mengetahui keberadaan Potter," potong Voldemort.


"Kalau aku tau juga tidak mungkin aku memberitahumu," jawab Sisy santai.


"Kau yang memaksaku menggunakan kekerasan, anak kecil." Voldemort mengarahkan tongkat sihirnya pada Sisy dan merapalkan mantra kutukan. Mantra kutukan yang selalu digunakan pangeran kegelapan dan pengikutnya untuk menyiksa seseorang.


Sisy berteriak kesakitan. Mantra kutukan itu membuat tubuhnya merasakan sakit yang sangat besar. Dia tak bisa melawan mantra kutukan itu.


Di sisi lain, Harry, Hermione, dan Ron yang mendengar teriakan Sisy menjadi sangat khawatir.


"Mereka pasti menggunakan mantra sialan itu pada Sisy," ucap Ron.


"Apa yang sedang terjadi di sana? Teriakan Sisy begitu menyakitkan," tutur Hermione.


Harry memukul jeruji besi itu. Dia benar-benar merasa tak berguna karena tidak bisa melakukan apapun saat ini.


"Katakan yang sebenarnya!" bentak Voldemort pada Sisy.


"A-aku benar-benar tidak tau," jawab Sisy.


"Tanda apa yang ada di lengannya itu?" celetuk Bellatrix.


Voldemort menghentikan mantra kutukan itu dan mendekati Sisy. Dia menarik lengan Sisy agar bisa melihatnya lebih dekat.


"Tanda anggota orde phoenix," gumam Voldemort.


"Jadi gadis itu adalah anggota orde phoenix?" tanya Bellatrix.


Voldemort tertawa. "Hahaha benar-benar menarik. Tak disangka aku mendapatkan tangkapan yang bagus."


Tubuh Sisy bergetar hebat. Dia berusaha menjauh dari Voldemort tapi pria tak punya hidung itu menarik wajah Sisy. "Jadi kamu anggota termuda orde phoenix ya."


Dia meneliti wajah Sisy. "Wajahmu tidak buruk. Sepertinya kamu cocok dengan anggota termudaku yaitu Draco Malfoy."


"A-apa maksudmu?" tanya Sisy menatap pria di depannya dengan takut.


"Aku akan menikahkan kalian dan membuat kalian melahirkan keturunan pureblood. Lalu anak itu akan menjadi penerusku," jelasnya.


Voldemort berdiri dan duduk di kursinya. "Draco, bawa gadis itu ke kamarmu!"


Dengan cepat Draco menghampiri Sisy dan menggendongnya. Dia membawa Sisy ke kamarnya dan mengunci pintunya.