Different

Different
Mencari cincin



Draco meletakkan Sisy di atas tempat tidurnya dengan sangat hati-hati. Dia bisa merasakan tubuh kekasihnya yang masih bergetar hebat.


"Calm down. I'm here, Daisy." Draco memeluk gadis di hadapannya dengan erat sambil mengelus punggungnya.


"I don't want to marry you. Not in this way," tuturnya.


Draco bisa mengerti perasaan Sisy. Dia hanya diam dan setia memeluk gadis itu.


Setelah merasa sudah tenang, Sisy berkata, "Aku ingin kembali ke penjara bawah tanah."


Laki-laki itu mengernyitkan dahinya. "Untuk apa kamu kembali ke sana? Di sini lebih aman dan nyaman."


"Aku tidak bisa di sini sedangkan teman-temanku ada di sana," jawab Sisy.


Draco terdiam.


"Kembalikan aku ke penjara bawah tanah bersama mereka, Draco," pinta Sisy.


"Terkadang aku iri dengan pertemanan kalian," gumam Draco.


Saat mereka sedang terdiam dengan pikiran masing-masing, ada seseorang yang mengetuk pintu. "Ini ibu, izinkan aku masuk."


Draco berjalan ke arah pintu dan membuka kuncinya. Dia mempersilakan wanita yang tidak lain adalah ibunya untuk masuk ke kamarnya.


"Biarkan ibu berbicara berdua dengan nona Garcia," ucapnya pada putranya itu.


Draco mengangguk. Dia pun keluar dan meninggalkan kekasihnya berduaan dengan ibunya.


Narcissa mendekati Sisy dan duduk di sampingnya. Dia menatap sendu gadis yang baru saja dijodohkan dengan putranya itu.


"Maafkan kami, nona Garcia." Dia menggenggam tangan gadis itu dan mengelusnya dengan lembut. "Maaf karena kami tak bisa melakukan apapun."


"Kenapa kalian tidak berusaha melawannya?" tanya Sisy.


"Kami tidak punya kekuatan yang besar untuk melawannya," jawab Narcissa.


"Bukankah profesor Dumbledore pernah menawarkan perlindungan untuk keluarga Malfoy?" tanya Sisy yang akhirnya menatap mata Narcissa.


Narcissa tersenyum melihat gadis di hadapannya yang mau menatapnya. "Benar tapi kami terlalu takut untuk mencobanya. Kami tak se-berani dirimu, nona Garcia. Sejauh ini hanya anda dan Potter yang berani menantangnya."


"Saya berani melakukan itu untuk melindungi orang-orang yang saya sayangi," jelas Sisy.


"Aku sangat menyayangi Draco dan hal yang bisa aku lakukan hanyalah membuat Snape melakukan perjanjian agar dia melindungi Draco apapun yang terjadi," kata Narcissa.


Sisy memberanikan diri untuk menggenggam balik tangan Narcissa. "Saya sangat tau kalau anda menyayangi Draco. Maka dari itu ikutilah saya, nyonya Malfoy. Saya akan menjaga kalian dan mengeluarkan keluarga Malfoy dari belenggunya."


Wanita itu tersenyum lembut. "Aku tau kalau nona Garcia adalah anggota orde phoenix tapi hal ini terlalu berat untuk anda tanggung. Melepaskan kami dari pangeran kegelapan bukanlah tugas anda."


"Nyonya, saya sangat mencintai Draco. Saya tak ingin melihatnya terluka karena perintahnya i—"


Narcissa memotong ucapan Sisy. "Anda adalah orang yang sangat baik. Tidak salah Draco mencintai anda."


Mata Sisy berkaca-kaca. Dia benar-benar ingin mengeluarkan keluarga ini dari belenggunya.


"Tidak perlu melakukan apapun untuk keluarga kami, nona Garcia. Saya hanya berharap Draco bisa bahagia bersama orang yang dicintainya," sambungnya.


"Dia tak akan pernah bahagia kalau pangeran kegelapan masih ada. Kumohon, percayalah pada saya, nyonya Malfoy," balas Sisy.


Narcissa hanya tersenyum. Dia mencium kening Sisy dan pergi.


Melihat kepergian ibunya Draco membuat menatapnya sendu. Dia sangat tau senyum yang ditunjukkan oleh wanita itu adalah senyuman palsu.


Tak lama setelah wanita itu pergi, Draco masuk dan menghampiri Sisy.


"Ada apa? Apakah ibuku mengatakan sesuatu yang membuatmu sakit hati?" tanya Draco cepat ketika melihat raut wajah gadisnya.


Sisy menggelengkan kepalanya.


Akhirnya Draco tak bertanya lagi dan hanya memeluk gadis itu.


Apa yang harus aku lakukan untuk membujuk keluarga ini? Apa yang bisa kulakukan untuk meyakinkan mereka agar berusaha? Batin Sisy.


Beberapa hari kemudian...


Sisy masih terus terkurung di kamar Draco. Dia tak pernah keluar selangkah pun dari kamar itu. Makan pun selalu diantarkan oleh laki-laki itu.


Laki-laki itu menoleh ke arahnya. "Ya?"


" Apakah kamu tau tentang cincin Marvolo Gaunt? " tanya Sisy.


Draco mengernyitkan dahinya. "Kenapa tiba-tiba kamu menanyakan itu?"


"Aku hanya penasaran," ucap Sisy.


"Cincin itu ada di ruang perhiasan," jawab Draco.


"Jadi cincin itu ada di Manor Malfoy?" tanya Sisy lagi.


Draco mengangguk.


Sisy terdiam. Dia senang karena tau letak cincin itu sekarang tapi dia juga merasa aneh dengan Draco yang memberitahunya.


Apakah Draco tak tau kalau cincin Marvolo Gaunt adalah horcrux milik Voldemort? Batin Sisy.


"Hei? Kenapa tiba-tiba diam?" tanya Draco.


Sisy pun tersadar dari lamunannya. "Tidak apa-apa."


"Kalau begitu aku pergi dulu. Ada yang harus aku lakukan," ujar Draco.


Sisy mengangguk.


"Omong-omong tak ada siapapun di sini. Pangeran kegelapan dan beberapa anggota death eater sedang pergi mencari keberadaan Potter," sambung Draco.


Sisy mengangguk lagi.


Draco pun pergi meninggalkan gadis itu sendirian di kamarnya.


Melihat Draco yang sudah pergi, Sisy langsung bangkit dari duduknya dan mengendap-endap keluar kamar. Dirinya tak tau mengapa Draco mengatakan itu tapi hal itu sangat menguntungkan baginya. Dia tak membuang waktu dan bergegas pergi ke penjara bawah tanah.


"Sisy?!" Harry, Hermione, dan Ron sangat terkejut melihat kedatangan temannya yang tiba-tiba itu.


"Cincin Marvolo Gaunt ada di sini. Aku akan mengeluarkan kalian dan kita cari cincin itu bersama-sama," ungkapnya.


"Tetapi bagaimana caranya membuka jeruji besi ini?" tanya Ron.


"Aku akan mencoba membukanya dengan sihir." Sisy mulai mencoba membuka penjara itu dengan sihirnya tapi tak bisa.


"Penjara ini pasti dilindungi oleh sihir yang sama seperti piala Hufflepuff jadi tak bisa dihancurkan dengan mudah," celetuk Harry.


"Sial. Bahkan sihirku tidak bisa menghancurkan penjara ini," umpat Sisy.


"Sisy, apa yang ada di bahumu itu?!" tanya Ron terkejut.


Mendengar perkataan temannya, dia menoleh ke bahunya. "Piccket?!"


"Hewan apa itu?" tanya Hermione.


"Ini adalah bowtruckle milik tuan Scamander, namanya piccket. Tuan Scamander pasti menaruh hewan ini di pakaianku," jawab Sisy.


Ron mengernyitkan dahinya. "Untuk apa tuan Scamander memberikan hewan kecil itu? Kenapa dia tak memberikan hewan yang lebih berguna?"


"Kamu berkata seperti itu karena tidak tau kehebatannya, Ron." Sisy meletakkan piccket di gembok pintu penjara.


"Memang apa yang sedang dilakukannya?" tanya Ron.


"Hewan ini bisa membuka segala jenis gembok dengan tangan kecilnya itu," jawab Sisy.


Tanpa membutuhkan waktu yang lama, pintu penjaranya berhasil terbuka. Sisy segera membuka pintu penjara yang lainnya.


Setelah semua telah keluar, mereka bergegas keluar dari penjara bawah tanah itu dan naik ke lantai atas.


"Kita harus mencari tongkat sihirnya dulu," ucap Harry.


Cukup lama tongkat sihirnya ketemu karena ada banyak ruangan di Manor Malfoy ini.


"Sulit juga menemukanmu, tongkat sihir," ujar Ron pada tongkat sihirnya.


"Ayo! Kita harus cepat mencari cincin itu." Sisy menggunakan sihirnya agar cepat menemukan ruang perhiasan.