
Beberapa minggu telah berlalu. Mereka bertiga belum bisa menemukan Sisy. Profesor Dumbledore dan Newt juga belum kembali ke Hogwarts. Mereka semakin gelisah dibuatnya.
"Ini sudah 3 minggu sejak kita kembali ke Hogwarts tapi mereka bertiga belum ada kabar juga," ucap Harry.
"Sebenarnya mereka kemana sih?!" gelisah Hermione.
Tiba-tiba Draco menghampiri Harry, Hermione, dan Ron.
"Kalian tau Sisy ada dimana? Sudah beberapa minggu aku belum melihatnya sejak kembali ke sini," tanya Draco.
"Kami juga tidak tau dimana Sisy berada," jawab Harry.
"Apa? Kalian adalah temannya. Tidak mungkin kalian tidak mengetahuinya," ujar Draco tak percaya.
"Kami benar-benar tidak tau, Malfoy. Kami juga mencarinya. Bahkan profesor Dumbledore dan tuan Scamander juga tidak ada jadi sulit bagi kami untuk mendapatkan petunjuk dimana Sisy berada," tukas Hermione.
"Itu profesor Dumbledore," tunjuk Ron ke arah lorong.
Mereka berempat segera menghampiri profesor Dumbledore.
"Profesor Dumbledore, dimana Sisy?" tanya Harry to the point.
"Sudah 3 minggu sejak liburan selesai tapi kami belum melihat Sisy sama sekali," sambung Draco.
"Tuan Scamander juga tidak ada di Hogwarts. Apakah Sisy bersamanya?" timpal Hermione.
"Tenang anak-anak. Bertanyalah satu-satu," ujar profesor Dumbledore.
"Dimana Sisy?" tanya Harry mengulanginya.
"Nona Garcia sedang melakukan perjalanan jauh bersama Newt," jawab profesor Dumbledore.
"Perjalanan?" tanya Ron.
"Iya. Ini adalah salah satu bagian dari kelas tambahannya" jelas profesor Dumbledore.
"Kapan Sisy akan kembali?" tanya Draco.
"Sebentar lagi," jawab profesor Dumbledore.
Hermione menyipitkan matanya. "Anda tidak berbohong, kan?"
"Untuk apa saya berbohong, nona Granger," balas profesor Dumbledore.
"Baiklah, saya percaya pada anda," tutur Hermione.
"Sebenarnya kelas tambahan apa yang Sisy lakukan sampai dia harus melakukan perjalanan jauh bersama tuan Scamander?" tanya Draco.
"Itu rahasia. Kembalilah ke asrama kalian. Nona Garcia pasti baik-baik saja," ujar profesor Dumbledore.
Sisy dan Newt mulai kebingungan karena tidak mendapatkan petunjuk sama sekali tentang keberadaan murtlap itu.
"Apakah tidak ada cara untuk menemukan setidaknya sedikit saja jejak murtlap?" tanya Sisy.
Gadis itu mulai gelisah karena mereka belum menemukan jejak murtlap sedikitpun.
Tiba-tiba Sisy melihat masa lalu dan mengatakannya pada Newt. "Tuan Scamander, saat hewan- hewan magis milik anda menghilang, anda mendapatkan informasi dari seorang kurcaci, kan? Bagaimana kalau kita tanyakan padanya? Dia pasti mengetahui keberadaan murtlap sekarang."
"Menggunakan bantuannya perlu bayaran yang setimpal. Saat ini saya tidak ada barang berharga untuk ditukarkan dengan informasi yang kita perlukan," balas Newt.
"Saat itu dia menginginkan pic—"
"Saya tidak akan menyerahkan pickket," potong Newt.
"Dengarkan saya du—"
"Apapun yang akan anda katakan, saya tidak akan berubah piki—"
"Saya bisa membuat tiruannya!" kesal Sisy karena ucapannya selalu dipotong oleh Newt.
Newt terkejut mendengarnya. "Apa?!"
"Dengarkan saya sampai selesai dulu!"
Newt pun diam dan mendengarkan Sisy.
"Saya bisa membuat tiruannya dan tiruan itulah yang akan kita berikan pada kurcaci itu," ungkap Sisy.
"Anda serius? Membuat suatu tiruan tidaklah mudah," tanya Newt.
"Saya serius. Saat itu saya tidak sengaja membuat tiruan putih. Saya kira putih melahirkan tapi putih adalah kucing jantan dan dia masih anak-anak jadi tidak mungkin kalau dia melahirkan," jelasnya.
"Kemampuan anda meningkatkan," ucap Newt kagum.
"Seperti akan terus meningkatkan," jawab Sisy.
Dia mulai membuat tiruan bowtruckle dan tanpa waktu lama tiruan itu selesai.
Newt memandang bowtruckle tiruan yang Sisy buat dengan kagum. "Menakjubkan. Anda benar-benar bisa membuat suatu tiruan."
"Ayo kita ke tempat kurcaci itu." Sisy dan Newt pergi ke suatu tempat dimana mereka bisa bertemu dengan kurcaci yang mengetahui segala informasi.
Sebelum masuk, Newt menahan lengan Sisy. "Anda harus mengganti pakaian nona Garcia."
"Untuk apa?" tanya Sisy.
"Di dalam sana ada pesta, jadi kita harus berpakaian selayaknya akan berpesta," jawab Newt sambil mengganti jasnya dan menambahkan dasi.
"Ah sangat merepotkan," gerutu Sisy tapi dia tetap mengganti pakaiannya menjadi dress dengan sihirnya.
Newt menghiraukannya. Mereka pun masuk dan mencari keberadaan kurcaci itu. Ternyata kurcaci itu sedang bertransaksi informasi dengan seseorang. Akhirnya mereka memutuskan untuk menunggunya. Sambil menunggu, Sisy melihat foto yang ada di dalam kalung miliknya.
"Apa yang sedang anda lihat?" tanya Newt yang dari tadi sudah penasaran dengan hal yang dipegang Sisy.
"Foto kedua orang tuaku. Kalung ini adalah peninggalan terakhir dari mereka," jawabnya sambil menunjukkan sebuah foto yang ada di dalam kalung itu.
"Saya baru melihat kalung itu," ucap Newt.
"Selama ini saya menyembunyikan kalungnya di dalam pakaian," jawab Sisy.
"Kalung yang cantik," puji Newt.
Sisy mengangguk membenarkan perkataan Newt.
Kurcaci itu akhirnya selesai berbicara dengan orang lain. Mereka berdua segera menghampiri kurcaci itu.
"Kamu Newt, kan?" tanya kurcaci itu saat melihat Newt.
"Ternyata anda mengingatnya," jawab Newt sambil tersenyum.
"Tentu saja. Kamu adalah buronan yang dicari-cari beberapa tahun yang lalu," balas kurcaci itu.
Newt mengelus tengkuknya. "Hahaha itu sudah menjadi masa lalu. Sekarang aku sudah bebas dari sebutan itu."
"Baguslah. Jadi, informasi apa yang ingin kamu tanyakan? Apakah hewan-hewan anehmu itu hilang lagi?" tanya kurcaci itu.
"Apakah anda tau keberadaan murtlap saat ini?" tanya Sisy to the point.
Kurcaci itu menoleh ke arah Sisy dan bertanya, "Siapa nona manis ini?"
"Dia adalah temanku," jawab Newt.
"Saudari saya terkena gigitan hewan itu dan kami membutuhkan bagian tubuhnya untuk membuat penawarnya. Jadi bisakah anda memberitahu kami dimana hewan itu berada sekarang?" tanya Sisy lagi.
"Apa bayaran yang kalian berikan?" tanya kurcaci itu sambil menyalakan tembakau.
Sisy menunjukkan bowtruckle tiruannya. "Anda tertarik dengan hewan ini, kan?"
Kurcaci itu melirik sekilas. "Bowtruckle? Dulu aku memang sangat tertarik dengan hewan itu tapi sekarang aku sudah punya 3."
Sisy dan Newt cukup terkejut. Mereka terdiam cukup lama.
"Kalian tidak punya barang bagus lagi untuk ditukarkan?" tanyanya.
Newt mencoba mengeluarkan barang yang dia punya tapi tidak satupun dari barangnya yang bisa membuat kurcaci itu tertarik.
"Sepertinya tidak ada barang bagus yang kalian punya. Transaksi ini batal." Kurcaci itu bangkit dari kursinya tapi Sisy segera menahan lengan kurcaci itu.
"Katakan apa yang anda inginkan. Saya akan mencarinya," ucap Sisy.
Kurcaci itu menoleh ke arah Sisy dan matanya tidak sengaja melihat kalung yang sedang digunakan olehnya. "Aku ingin kalung itu."
"Kalung?" tanya Sisy tak mengerti.
"Iya, kalung yang anda gunakan," jawabnya sambil menunjuk kalung yang ada di leher Sisy.
Sisy melihat ke arah kalungnya. "Namun ini hanyalah kalung biasa."
"Tidak tidak. Kalung itu bisa membuat penggunanya tidak terlihat. Coba sentuh bagian permata di tengah kalung itu dan tubuhmu tidak akan terlihat," ucap kurcaci itu.
Sisy mengikuti perkataan kurcaci itu. Benar saja, tubuhnya tidak terlihat. Saat dia menyentuhnya lagi, barulah tubuhnya kelihatan oleh mata.
"Aku tidak pernah tau kalau kalung ini bisa melakukan hal itu," gumam Sisy.
"Aku ingin kalung itu sebagai bayaran dari informasi yang kalian inginkan," kata kurcaci itu sambil mengulurkan tangannya.
"Tunggu, itu tidak setimpal," ucap Newt menahannya.
Kurcaci itu memicingkan matanya. "Tidak setimpal? Aku rasa itu lebih dari cukup. Kalian membutuhkan hewan itu untuk membuat penawar yang bisa menyembuhkan saudari nona manis ini, kan?"
"Anda sangat licik!" ketus Newt.
Kurcaci itu nampak tidak peduli dengan hinaan Newt dan tetap bertanya, "Jadi bagaimana? Kamu ingin memberikan kalung itu sebagai bayarannya atau tidak?"
Sebenarnya Sisy tidak peduli dengan kehebatan kalung itu. Kalau saja kalung itu bukanlah barang peninggalan terakhir dari kedua orang tuanya, mungkin saja dia akan memberikannya tanpa ragu tapi Sisy tidak punya pilihan jadi dia harus merelakan kalung pemberian kedua orang tuanya. "Baiklah. Aku akan memberikan kalung ini sebagai bayarannya tapi informasi anda harus benar-benar akurat."
"Tentu saja. Informasi yang aku berikan selalu akurat, nona," jawab kurcaci itu.
Newt menahan lengan Sisy yang sudah siap melepas kalungnya. "Jangan berikan kalung itu. Kita akan mencari cara lain untuk menemukan murtlap, nona Garcia."
"Kita tidak punya waktu lagi. Anda bilang Shopia hanya akan bertahan selama 3 bulan, kan? Ini sudah hampir 3 bulan, tuan Scamander," jawab Sisy.
"Ta—"
"Tidak apa-apa. Yang terpenting kita harus menemukan hewan itu dan membuat penawarnya." Sisy melepaskan kalungnya dan memberikannya pada kurcaci itu.
Kurcaci itu melepaskan foto di dalam kalung itu dan memberikannya pada Sisy. "Aku tidak butuh foto itu."
Sisy menerima foto itu dan menyimpannya.
"Jadi dimana hewan itu?" tanya Sisy.
"Akhir-akhir ini para muggle banyak yang sedang sakit dan penyebabnya adalah gigitan murtlap. Hewan itu pasti ada di desa muggle sekarang," jawab kurcaci itu sambil memandangi kalung milik Sisy.
Sisy dan Newt segera pergi ke desa muggle.