Different

Different
Camping



Hari demi hari pun berlalu. Akhirnya tugas dari profesor Snape selesai juga. Sisy juga telah mengisi nilai-nilainya yang kosong di pelajaran lain.


Tak terasa sudah waktunya bagi para murid Hogwarts untuk ujian lagi. Seminggu penuh mereka semua belajar dengan giat dan seminggu itu juga perpustakaan selalu penuh. Bahkan tidak jarang Hermione menggerutu karena kesal perpustakaan selalu penuh dan membuatnya kesulitan.


"Penuh lagi?!" kesal Hermione untuk kesekian kalinya setelah melihat perpustakaan.


"Kalau begitu kita harus belajar di tempat lain lagi," ujar Sisy.


Sisy dan Hermione pun pergi ke tempat yang lebih sepi untuk belajar. Harry dan Ron tidak ikut bersama mereka karena menurut Hermione, mereka berdua hanya akan menggangu saja. Terus seperti itu, Sisy dan Hermione hanya akan belajar berdua saja tanpa Harry dan Ron.


Hari ujian pun selesai dengan baik. Saat ini, para murid Hogwarts sedang berkumpul di aula.


"Saya ucapkan selamat pada kalian karena telah menyelesaikan ujian dengan baik. Namun saya cukup kecewa dengan hasilnya. Kalian semua banyak yang tidak lulus dan terpaksa melakukan ujian ulang," ucap profesor McGonagall.


"Apa?! Ujian ulang? Tidak mungkin," racau mereka semua.


"Melakukan ujian ulang akan sangat merepotkan maka kami sepakat melakukan ujian ulangnya dengan cara lain," ujar profesor Snape.


"Cara apa, profesor?" tanya salah satu murid.


"Camping. Di camping ini kami akan mengadakan pertandingan untuk melakukan penilaian ulang dan camping ini juga berguna untuk meningkatkan rasa bersaing kalian. Perlu diingat kelompok kalian nanti akan diacak dengan anak asrama lain. Jadi di kesempatan inilah kalian bisa saling mengenal satu sama lain dan mungkin saja kalian akan menemukan pasangan dari asrama lain," jawab profesor McGonagall.


Seketika para murid bersorak senang.


Hermione memutar bola matanya malas. "Dasar. Giliran masalah pacaran langsung pada semangat."


"Tentu saja kami langsung semangat. Lagi pula siapa yang tidak mau pacaran?!" ucap Ron yang juga tak kalah semangat.


"Aku tidak begitu tertarik dengan pacaran," sambung Hermione acuh.


"Ya itu sih kamu. Kalau aku sangat tertarik untuk pacaran. Kamu juga, kan?" tanya Ron pada Harry.


Harry hanya mengangkat kedua bahunya.


"Bagaimana denganmu, Sisy? Apakah kamu tertarik dengan pacaran?" tanya Ron pada Sisy kali ini.


"Tentu saja. Memiliki kekasih itu sangat menyenangkan," jawab Sisy.


"Apa yang menyenangkan dari memiliki kekasih?" tanya Hermione bingung.


"Punya seseorang yang bisa diandalkan itu sangat menyenangkan dan juga jika punya kekasih maka kita memiliki seseorang yang selalu memanjakan kita," jelas Sisy.


Hermione memicingkan matanya ke arah Sisy. "Kenapa kamu membicarakannya seolah-olah sudah mengalaminya?"


Mata Sisy membelalak. Dia terkejut dengan pertanyaan Hermione. Betapa bodoh dirinya yang menceritakan itu dengan semangat.


"Sisy? Jawab aku," desak Hermione.


"Huh? Ti-tidak. Aku tau karena membacanya di buku," jawab Sisy.


"Buku apa yang kamu baca itu?! Pasti buku dewasa ya?" tebak Ron.


Sisy langsung memukul kepala Ron. "Jaga mulutmu, Ron!"


"Habisnya kamu mengucapkan kata-kata memanjakan," kata Ron sambil mengelus kepalanya yang dipukul oleh Sisy.


"Memang apa yang salah dari kata-kata itu?!" tanya Sisy kesal.


"Bukankah kata-kata itu mengarah ke—"


Sisy memukul kepala Ron lagi. "Tutup mulutmu!"


"Apa?! Aku belum selesai mengatakannya," ucap Ron sambil melindungi kepalanya.


"Kata-kata i—"


Sisy hendak memukul kepala Ron lagi tapi Harry menahan lengannya. "Sudah Sisy."


"Jangan hentikan aku, Harry. Anak ini memang harus dipukul dulu supaya otaknya jalan " ucap Sisy sambil memberontak.


" Apa? Memang apa yang salah? Kata-kata itu kan—"


Hermione langsung menutup mulut Ron. "Sudah cukup, Ron!"


"Otakmu itu benar-benar bermasalah. Aku mengetahuinya karena membaca buku novel, dasar kampungan!" bentak Sisy. Setelah itu dia pergi dengan kaki yang sengaja dihentakkan dengan keras.


"Kenapa dia pergi? Profesor McGonagall belum selesai menjelaskannya," tanya Ron bingung.


"Kamu sih!" omel Hermione.


Waktu camping pun tiba. Mereka berangkat pagi-pagi sekali untuk ke tempat camping. Sesampainya di sana, para profesor mulai membagi para murid menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok berisi 5 orang dan dicampur dengan anak asrama lain.


Sisy kebetulan satu kelompok dengan Hermione dan Luna. Tentu saja itu sangat membahagiakan kalau saja tidak ada 3 orang lainnya yang tidak dia sukai. Selain Hermione dan Luna, gadis itu juga satu kelompok dengan Astoria, dan Pansy.


"Kelompok sudah dibagikan. Teman-teman kelompok itu yang akan berbagi tenda dengan kalian dan bertanding bersama. Ada pertanyaan?" tanya madam Hooch.


Salah satu murid mengangkat tangannya dan bertanya, "Kita akan camping tapi dimana tendanya?"


"Pertanyaan yang bagus. Kita akan mulai ke pertandingan pertama yaitu membuat tenda dan memasak. Siapapun yang mendirikan tenda dan memasak dengan baik maka dialah pemenangnya. Pertandingan ini bertujuan untuk melatih kerja sama antar murid. Oh iya yang menang akan mendapatkan hadiah," jawab madam Hooch menjelaskan.


"Apa hadiahnya?" tanya Ron.


"Itu rahasia," jawab madam Hooch.


"Tidak seru kalau dirahasiakan," sahut Ron.


"Ron!" tegur Sisy.


Madam Hooch memijat pelipisnya. "Kalian ini benar-benar ya. Baiklah karena sepertinya kalian tidak akan semangat kalau tidak mengetahui hadiahnya maka saya akan memberitahukannya. Jadi hadiahnya adalah selimut penghalau nyamuk."


Mereka semua tercengang mendengarnya.


"Hadiah macam apa itu?!" protes mereka semua.


"Tenanglah. Kalian tidak tau kalau di tempat ini nyamuknya sangat ganas? Kalau kalian tidak kuat maka kalian tidak akan bisa tidur semalaman," timpal Hagrid.


"Jadi untuk apa mengadakan camping ini kalau hanya menyiksa kami," celetuk Harry.


"Hei mencari pasangan membutuhkan pengorbanan dan ingat kalau camping ini bertujuan untuk melakukan penilaian ulang," sambung Hagrid.


"Pengorbanan sih pengorbanan tapi tidak seperti ini juga, Hagrid," kata Ron merasa kesal.


"Baiklah bagaimana kalau ditambah dengan daging panggang?" timpal profesor McGonagall.


Mereka mengangguk senang.


Profesor Hooch menggelengkan kepalanya. "Kalian lebih tertarik dengan daging panggang daripada selimut penghalau nyamuk."


"Kalau hanya sekedar nyamuk saja sudah biasa bagi kami. Gigitan nyamuk tidak akan mempengaruhi kami," ujar salah satu murid.


"Iya iya kalau begitu berusahalah untuk menang agar bisa makan daging panggang," tutur madam Hooch.


"Baik profesor," jawab mereka serempak.


Kini giliran profesor McGonagall yang menjelaskan. "Alat-alat untuk membangun tenda dan memasaknya sudah disediakan sedangkan bahan-bahan dan rempah-rempah untuk memasak silakan cari sendiri di hutan. Di hutan ini banyak bahan makanan dan rempah-rempah tapi juga banyak tanaman beracun jadi berhati-hatilah saat memetiknya. Ini juga sebagai pelatihan diri kalian untuk mandiri dan berhati-hati. Kalian bisa mulai dari sekarang."