
[Syila POV]
Entah kenapa aku merasa bahwa Devan selalu mengikutiku. Bagaimana tidak coba?!
Tadi aku ke kantin,dan dia seperti boduguard ku yang setia mengikuti ku dan sahabatku,dibelakang bersama ketiga sahabatnya.
Lalu saat aku memesan makanan ia juga ikut memesan,padahal biasanya dia selalu menyuruh Agil untuk memesan.
Dan sekarang aku ingin ke toilet pun ia mengekor di belakangku! Maunya apa coba?!
Aku berhenti mendadak.
Kalian jangan berfikir kalau Devan akan menabraku dari belakang. Tentu itu tak mungkin terjadi.
Yang ada aku akan menyungsep kedepan kalau sampai Devan menabrakku. Bagaimana tidak?! Orang badannya saja hampir dua kali lebih besar dari badanku.
Aku membalikkan tubuhku,menghadap Devan.
"Devan! Lo ngapain sih ngikutin gue mulu dari tadi?!"tanyaku dengan tangan yang terlipat didepan dada.
Devan menjawabnya dengan nada yang santai sekali,"Terserah gue"
Aku memengepalkan kedua tanganku lalu memejamkan mata. Mencoba mengatur nafas agar tak kebawa emosi.
"Gue ini mau ke toilet cewek loh,Van! Lo mau ngikutin gue juga sampe dalem?!"tanyaku frustasi. Sebenarnya aku sedikit merasa senang diikuti Devan,itu berarti ia peduli kepadaku. Namun satu hal yang harus kalian tau,dan itu yang membuatku tak suka Devan mengikutiku.
Para siswi yang berada disekitarku menatapku dengan tatapan seakan akan ingin mencabik-cabik wajahku. Aku sungguh risih ditatap seperti itu.
Tapi namanya juga Devan ya gak pernah peka untuk masalah sepele seperti ini. Ia hanya cuek-cuek saja,tak menggubris sapaan para siswi,yang membuatku menjadi korban pelototan para siswi.Aku hanya bisa meringis,saat ditatap seperti itu.
"Kalo boleh,oke"jawabnya dengan nada yang santuy sekaleee. Memang sudah gila Devan ini. Masa' dia mau ikut masuk ke toilet perempuan sih?! Dimana urat malunya coba?
Aku berdehem sekali,"Uhm...Devan. Mendingan lo gabung dulu deh sama sahabat gesrek lo. Nanti gue juga bakal kesana nyamperin kedua sahabat gue"ucapku seraya berusaha tersenyum manis.
"Gak"jawabnya singkat,tetapi membuat amarahku berkepanjangan.
Arghh!! Aku sudah tak tahan lagi. Aku melotot kesal padanya lalu menginjak kakinya dengan sekali hentakan. Lalu aku pergi berbalik menuju toilet perempuan yang tinggal beberapa langkah lagi dari tempatku berdiri.
Aku rasa injakkan kaki ku cukup kuat,karena sekilas aku melihat Devan yang meringis pelan. Masa bodo dengannya,aku memilih menyelesaikan tujuanku yang hendak ke toilet.
Tapi lagi-lagi tangan ku dicekal oleh Devan. Aku menggeram kesal,lalu menyentak cekalannya agar terlepas dari pergelanganku Berhasil!
Aku melotot padanya.
"Apa lagi Devan?! Gue mau ke toilet!"bentakku. Yang aku lihat dia tidak bergeming sama sekali disana.
"Itu toilet cowok. Toilet cewek disebelahnya"ucapnya dengan wajah datar. Aku mendongakkan kepalaku,melihat apa yang diucapkan Devan benar.
Dan ternyata benar,aku hampir saja memasuki toilet pria. Dan itu membuatku malu karena banyak siawa-siswi yang menertawai kebodohanku.
Dengan cepat aku menjawab
"Yaudah sih! Orang cuma disebelahnya. Sono pergi!" usirlu dan aku langsung pergi meninggalkannya tanpa berucap apa-apa lagi.
Aku berjalan cepat menuju toilet perempuan. Setelah sampai,aku langsung memasuki salah satu bilik yang ada disana,dan menutup pintu sedikit kasar.
Brak!
Aku membalikkan tubuhku lalu bersandar di pintu toilet.
Sial! Pipiku saat ini pasti memerah karena malu. Lihat saja nanti,pasti akan ku balas perbuatannya.
***
[Author POV]
Devan berjalan dengan kedua tangan ia masukkan disaku celana. Tatapannya tajam dan aura disekitarnya terasa dingin. Tak ada yang berani hanya sekedar menyapanya.
Tika yang melihat Devan berjalan kearah meja mereka sendirian pun lantas bertanya.
"Syila mana Dev? Bukannya tadi lo nyusulin dia?" Dan hanya dijawab kedikan bahu oleh Devan,yang membuat Tika mencebik kesal.
Tak lama kemudian,raut wajahnya berubah menjadi ceria. Ia ingat akan sesuatu.
"Eh Ser,hari ini gue lagi seneng banget gila!!"pekik Tika yang membuat semua yang ada di meja tersebut memperhatikan Tika,uhm...minus Devan.
"Seneng kenapa? Lo menang lotre?"tebak Sera yang membuat Tika tertawa kecil.
"Ini lebih dari sekedar menang lotre Sera! Ini malah gue dapet jackpot!!"ucapnya bersemangat sambil bertepuk tangan kecil.
"Emangnya jackpot apa?"tanya Sera ogah-ogahan.
Tika membuka roomchat nya dengan seseorang.
"Nih,liat Ser"Tika menunjukkan isi roomchat tersebut kepada Sera. Namun Agil yang orangnya kepo akut pun menyaut hp Tika dengan cepat.
"Heh heh!! Hp gue tuh. Balikin!"pinta Tika yang tak ditanggapi oleh Agil. Ia malah menunjukkan hal tersebut kepada Rendy dan Tara.
Hyugo❤
Malam Tika😊(20.22)
Malam juga Hyugo😊
Ada apa ya?(20.25)
Nggak,cuma mau ngajakin nonton besok. Mau?(20.26)
Hah? Beneran ngajak aku nih?🤨(20.26)
Beneran lah
Emangnya kenapa? Gak bisa?😞(20.27)
Atau...
Udah ada pawangnya ya?(20.27)
Ah enggak kok,bisa bisa.
Mau kapan?(20.27)
Uhm...kalo malem minggu besok mau?
Sekitaran jam 7 an(20.28)
Oke😊(20.28)
Aku jemput ya...😉(20.28)
Sip deh😁👍🏻
Mereka bertiga kompak menoleh kearah Tika yang sedang mesam-mesem tidak jelas. Agil mengembalikan hp Tika kepada sang empu,namun di ambil Sera,karena ia belum sempat melihat chat tersebut.
"Cuma diajakin jalan doang lu senengnya minta ampun?!"tanya Agil dengan tatapan mata tak percaya. Dan dingguki semangat oleh Tika.
"Gak! Lo gak boleh!"larang Tara tegas,Tika langsung mengubah ekspresinya menjadi melotot.
"Heh?! Emangnya lo siapa,hah?!"tanya Tika dengan mata melotot kearah Tara.
"Gue kembaran lo oneng!!"Tara menempeleng kepala sang adik yang tepat di hadapannya.
"Gak! Gue gak pernah punya kembaran macem tali puser kek lu!" Agil tergelak.
"Tali puser? Tali pocong iya!! Bwhahhaa!!" Agil masih tertawa ngakak. Ia tak memperdulikan tatapan seluruh kantin yang melihatnya seperti orang gila.
"Asem lo! Gak usah ketawa! Makin kelihatan jeleknya tau gak"umpat Tara kepada Agil yang masih tertawa.
"Lo beneran mau jaaln sama di Tik?"tanya Sera dengan raut wajah khawatir. Tika tersenyum menenangkan.
"Gak papa Sera,lo gak usah khawatir. Kalo dia macem-macem,tinggal gue tendang 'anu' nya"ucap Tika ambigu. Tara meringis kecil,ia tak bisa membayangkan kalau Hyugo benar-benar sampai terkena tendangan maut milik Tika.
"Tapi lo tetep cewek Tika. Sekuat kuatnya cewek,dia tetep kalah sama kekuatan cowok yang dua kali lebih besar"ucap Sera menasehati. Tetapi Tika tetaplah Tika,ia adalah orang yang sangat-sangat keras kepala.
"Pokoknya gue tetep mau jalan sama dia. Titik!!"
"Tau lu,gaya-gayaan mau ngelawan Hyugo yang badannya jelas-jelas lebih gede dari elu.Lu dimasukin karung aja masih muat kali Tik"celetuk Agil yang membuat Tika menjitak kepala Agil.
"Wadawww!!"Agil mengaduh sambil menggosok-gosok kepalanya yang terkena jitakkan maut Tika.
"Mamam tuh!"Tika memeletkan lidahnya mengejek.
Tika tak tau saja,kalau ada seseorang yang lebih mengkhwatirkannya melebihi kembarannya sendiri.
~XXX~