
Mereka pun berhasil mengumpulkan banyak bahan masakan dan kembali ke tenda. Sesampainya di tenda, Hermione dan Luna segera menghampiri mereka dengan raut wajah panik.
"Kenapa raut wajah kalian terlihat panik seperti itu?" tanya Sisy.
"Nona Greengrass ditemukan terluka," jawab Luna.
"Astoria terluka?!" tanya Pansy terkejut.
Hermione dan Luna mengangguk.
"Tadi saat aku dan Luna sedang menunggu kalian, tiba-tiba saja Malfoy datang dari dalam hutan sambil menggendong Astoria yang sudah dalam keadaan terluka," jelas Hermione.
"Sisy, aku harus melihat keadaan Astoria," tutur Pansy.
"Aku ikut," ujar Sisy.
Sisy dan Pansy pergi ke tenda pengobatan. Di sana mereka melihat Astoria yang sedang diobati oleh madam Pomfrey dan Draco berada di sisinya.
"Apa yang terjadi dengan Astoria, madam Pomfrey?" tanya Pansy.
"Nona Greengrass digigit oleh hewan magis," jawab madam Pomfrey.
"Hewan magis? Hewan magis apa?" tanya Pansy lagi.
"Saya tidak begitu tau karena dari ciri-ciri yang disebutkan oleh nona Greengrass tidak cukup untuk saya mengetahui hewan apa itu," jawab madam Pomfrey yang masih membersihkan luka Astoria.
"Memang apa ciri-ciri yang disebutkan oleh nona Greengrass?" tanya Sisy penasaran.
"Nona Greengrass menyebutkan kalau hewan itu berwarna merah muda, memiliki anemon di—"
Mendengar kata anemon, Sisy sepertinya tau hewan apa itu. Dia meminta izin pada madam Pomfrey untuk melihat luka Astoria lebih dekat dan madam Pomfrey mengizinkannya. Sisy pun melihat luka yang ada di tangan Astoria dan ternyata tebakannya benar. Hewan magis yang menggigit Astoria adalah murtlap.
"Ini gigitan murtlap. Saya punya obatnya. Biar saya ambilkan," ucap Sisy semangat.
Astoria langsung menahan lengan Sisy. "Tidak. Bagaimana kalau yang kamu bawa malah membahayakan aku?"
"Sisy tidak mungkin membahayakanmu, Astoria," bela Draco.
Sisy memegang tangan Astoria. "Nona Greengrass, kakak perempuanku juga pernah digigit murtlap dan aku sendiri yang mencari obat itu jadi saya bisa jamin kalau obat itu tidak berbahaya sama sekali."
"Nona Garcia pasti melakukan hal yang benar," sahut madam Pomfrey.
Sisy pun pergi ke tendanya dan mengambil ramuan yang dia buat bersama Newt. Setelah itu dia kembali lagi ke tenda pengobatan.
"Maaf madam Pomfrey, tapi bolehkah saya yang menyuntikan obatnya? Karena obat ini harus disuntikkan ke titik yang tepat agar dapat bekerja dengan baik," ucap Sisy meminta izin.
Madam Pomfrey dengan senang hati mengizinkannya. "Silakan nona Garcia."
Saat Sisy ingin menyuntikkan obat itu, Astoria langsung memeluk Draco. "Aku tidak mau disuntik."
Sisy menatapnya dengan bingung.
"Aku takut," ucap Astoria yang masih setia memeluk Draco.
"Apa yang dilakukan agar anda tidak takut disuntik?" tanya Sisy.
"Waktu masih kecil aku selalu dipeluk saat ingin disuntik..." lirih Astoria.
"Kalau begitu biarkan Pansy yang memelukmu," kata Draco sambil melepaskan pelukan Astoria.
Namun Astoria semakin mengeratkan pelukannya. "Tidak. Aku mau dipeluk sama kamu."
Draco menatap Sisy ragu. Gadis itu pun menganggukkan kepalanya. Mau tak mau Draco mengizinkannya. Walaupun Sisy sudah memberikan izin padanya tapi Draco merasa tak enak hati pada kekasihnya itu.
"Apakah saya sudah boleh menyuntikkan obatnya?" tanya Sisy.
Astoria mengangguk. Sisy mulai menyuntikkan obatnya ke tangan Astoria.
"Selesai. Istirahatlah nona Greengrass." Sisy pun keluar dari tenda dan Pansy juga ikut keluar.
Draco berusaha mengejar Sisy tapi Astoria menahan lengannya. "Jangan pergi. Temani aku di sini."
"Aku tidak bisa, Astoria," tolak Draco.
"Kenapa? Kamu mau mengejar nona Garcia?" tanyanya.
Draco mengangguk. "Iya. Aku tidak mau Sisy salah paham."
"Sebenarnya apa hubungan kamu dengan nona Garcia? Kenapa kamu begitu peduli padanya?" tanya Astoria lagi.
"Sisy adalah kekasihku," jawab Draco.
Astoria terdiam mendengar jawaban Draco. Draco melepaskan tangan Astoria dan segera mengejar Sisy. Beruntung gadis itu belum pergi terlalu jauh. Draco langsung berlari ke arahnya dan menahan lengannya.
Sisy mengentikan langkahnya dan berbalik menghadap Draco. "Aku tau."
"Jangan salah paham," timpalnya.
"Tidak ada yang salah paham," jawab Sisy.
"Tetapi kamu marah, kan?" tanya Draco.
Sisy mengangkat sebelah alisnya. "Untuk apa aku marah?"
"Karena aku memeluk Astoria," jawab Draco.
" amu tidak memeluknya. Astoria yang memelukmu," balasnya.
Draco merasa lega saat tau Sisy tidak salah paham padanya.
"Jadi kamu mengajarku hanya untuk mengatakan ini?" tanya Sisy.
Draco mengangguk.
Sisy tertawa sangat keras. Draco yang melihatnya merasa sangat bingung.
"Kenapa kamu tertawa?" tanya Draco.
"Kamu sangat lucu saat menjelaskan padaku tadi," jawab Sisy mengingat wajah draco beberapa detik yang lalu.
"Aku takut kamu salah paham," jelas Draco.
"Pikiranku tidak sempit. Aku tidak mungkin salah paham hanya karena itu," balas Sisy.
"Aku menyayangimu, Sisy," ucap Draco tiba-tiba.
Sisy terkejut dengan perkataan Draco yang sangat mendadak itu tapi dengan senang hati dia menjawabnya, "Aku juga menyayangimu."
Mereka saling melempar senyuman.
Tiba-tiba terdengar suara pengumuman kalau semua murid diminta untuk berkumpul.
Sisy dan Draco pun pergi untuk berkumpul bersama yang lainnya.
"Kalian sudah mendapatkan bahan-bahannya?" tanya madam Hooch.
"Sudah, madam Hooch," jawab mereka.
"Bagus. Sekarang mulailah memasak dan penilaian akan dilakukan setelah masakan kalian selesai," ucap madam Hooch.
Mereka semua kembali ke tenda masing-masing dan mulai memasak.
Sisy, Hermione, Luna, dan Pansy juga sudah mulai memotong-motong bahan makanannya. Mereka memasak sambil mengobrol untuk mencairkan suasana. Pansy juga mulai berbaur dengan Hermione dan Luna berkat bantuan Sisy.
Saat mereka sedang asik memasak, tiba-tiba seseorang mengganggu suasana menyenangkan itu.
"Kalian saja yang masak. Aku sedang tidak bisa ikut memasak," ucap orang itu sambil duduk dengan santai.
"Tetapi yang terluka hanyalah tangan kirimu, nona Greengrass," celetuk Luna.
"Kamu berani mengaturku?!" bentaknya.
Luna tersentak ketika mendengar bentakan Astoria. Hermione yang melihatnya langsung membelanya, "Hei jangan membentak orang sembarangan!"
"Sudah dibilang kalau aku sedang tidak bisa masak," kata Astoria.
"Terserah kamu tapi kami akan memberitahukannya pada profesor agar kamu tidak mendapatkan nilai tambahan," ancam Hermione.
Astoria menatap ke arah Pansy dengan wajah memelas. "Kamu tidak ingin membelaku, Pansy?"
Pansy terlihat ragu tapi akhirnya dia berbicara, "Tolong maklumi Astoria kali ini, teman-teman."
Hermione memutar matanya malas. "Ah terserahlah."
"Terima kasih, Hermione," kata Pansy sambil tersenyum.
Astoria mengernyitkan dahinya. "Hermione? Kelihatannya kamu sudah dekat dengan nona Granger, Pansy."
"Ya. Aku berusaha untuk berteman dengan yang lain," jawab Pansy.
"Untuk apa berteman dengan mereka? Yah terserahlah, lagi pula kamu cocok bersama orang seperti mereka." Astoria duduk sambil memainkan kuku tangannya.
"Kenapa nona Greengrass menjadi sangat menyebalkan sekarang?!" kesal Hermione.
Sisy juga merasa kalau Astoria menjadi sangat menyebalkan tapi dia tidak tau penyebabnya jadi dia memutuskan untuk mengacuhkannya dan mulai melanjutkan kegiatannya.