Different

Different
Sekelompok dengan Draco



Setelah mereka bertiga pergi, ada seseorang yang masuk dan menghampiri Sisy. Orang itu menatap Sisy dengan tatapan sendu. Hatinya sakit melihat gadis yang akhir-akhir ini menjadi pusat perhatiannya sedang dalam kondisi tidak sehat. Dia duduk di kursi samping tempat tidur itu dan menggenggam tangan Sisy yang panas.


"Kenapa suhu tubuhmu sangat tinggi? Apakah kamu makan bara api semalam?" tanyanya.


Orang itu masih setia menatap wajah Sisy dan menggenggam tangannya. Sampai akhirnya mata dia tertuju pada buku yang ada di samping Sisy. Dia mengambil buku itu dan membukanya. Di halaman pertama buku itu tertulis indentitas pemilik buku itu dengan banyak gambar yang menurutnya sangat menggemaskan seperti pemilik bukunya. Orang itu beralih ke halaman selanjutnya. Di halaman selanjutnya itu baru tertulis suatu cerita. Dia pun membacanya.


2 Mei


Hari ini Sisy sangat senang karena dibelikan buku ini oleh ayah dan ibu. Sisy sangat suka dengan bukunya karena buku ini lucu dan Sisy memang menginginkan buku ini sejak lama. Sisy akan menggunakan buku ini untuk menuliskan hal-hal menyenangkan agar Sisy bisa membacanya saat perasaan Sisy sedang buruk. Sisy akan menjaga buku ini dengan baik. Terima kasih, ayah dan ibu^^


Dia membalik halamannya lagi.


13 Juni


Hari ini Sisy menangis karena dijahili oleh Charles. Charles mengubah kue coklat Sisy menjadi tanah. Sisy sangat kesal sampai menangis. Sisy bingung padahal sedang kesal tapi kenapa malah menangis ya? Pokoknya Sisy kesal sama Charles! Untungnya ayah telah menghukum Charles dan ibu membelikan kue coklat lagi untuk Sisy. Sisy senang dan berhenti menangis.


Orang itu terkekeh saat membacanya. Dia terus membaca sampai tak sadar ceritanya telah berakhir. Di akhir halaman itu terdapat foto-foto yang ditempel oleh pemilik buku itu. Ada foto ketika dia masih bayi, anak-anak, remaja, dan dia yang sekarang. Ada foto dia juga yang sedang tertawa dan menangis. Dan foto terakhir adalah fotonya bersama keluarganya.


"Malfoy?" lirih Sisy dengan mata yang sedikit terbuka. Ya orang yang tadi masuk setelah Harry, Hermione, dan Ron keluar adalah Draco Malfoy.


Draco langsung menyembunyikan buku itu di belakang tubuhnya. Dia mengelus kepala Sisy agar gadis itu kembali tidur. Untunglah Sisy kembali tidur setelah kepalanya dielus dengan sayang. Draco menghela nafasnya lega. Dia segera meletakkan buku itu di sebelah Sisy. Draco mengecup kening Sisy dan pergi.


Setelah kepergian Draco, tak lama Sisy terbangun. Dia memegang kepalanya yang masih sedikit pusing tapi rasa dinginnya sudah berkurang. Sisy melihat buku di sampingnya dan mengambilnya. Dia tersenyum saat melihat buku itu.


"Sepertinya Ron, Harry, dan Hermione datang ke sini tadi," ujarnya sambil membuka buku itu.


Sisy membaca bukunya dari halaman pertama sampai halaman terakhir. Membaca buku itu membuat perasaannya tenang dan lebih baik. Sisy lanjut tidur karena kepalanya terasa pusing lagi.


3 hari Sisy dirawat di rumah sakit Hogwarts. Teman-temannya tidak pernah sehari pun tidak menjenguknya, begitu juga dengan Draco. Bedanya, Draco selalu menjenguk Sisy saat rumah sakit sedang tidak ada orang dan saat gadis itu sudah tidur. Newt yang baru mengetahui kalau Sisy sakit juga ikut menjenguknya. Setelah Sisy sembuh dan keluar dari rumah sakit, dia beraktivitas seperti biasa. Sisy mulai masuk kelas dan mengejar nilainya yang tertinggal.


Kelas saat ini adalah kelas pemeliharaan hewan magis bersama Newt.


"Baiklah anak-anak, di sini sudah ada hewan magis. Hewan magis ini tidak berbahaya tapi dia sedikit nakal dan mudah hilang karena tubuhnya yang kecil bisa menyelinap kemana saja." Newt membuka kotak yang dibawanya tadi. Semuanya bertanya-tanya hewan apakah itu.


"Sebelumnya ada yang ingin menjelaskan hewan apa ini? Siapa tau di antara kalian sudah ada yang pernah melihatnya." tanya Newt pada murid-muridnya.


Sisy mengangkat tangannya.


"Baik, silakan nona Garcia." Newt mempersilakan Sisy untuk menjelaskannya.


Sisy mulai menjelaskan tentang hewan itu. "Hewan itu adalah niffler. Niffler merupakan perpaduan antara tikus tanah dan platipus. Niffler sangat menyukai barang berkilau."


"5 poin untuk Gryffindor," ucap Newt.


Teman-teman dari Gryffindor memberi tepuk tangan pada Sisy.


"Seperti yang nona Garcia bilang kalau hewan ini adalah niffler. Niffler menyukai barang-barang yang berkilau jadi jaga barang kalian yang berkilau atau tidak niffler akan mengambilnya dan memasukkannya ke dalam kantong ajaib yang ada di perut kecilnya ini," sambung Newt.


"Apa yang akan kita pelajari dari hewan kecil itu, tuan Scamander?" tanya salah satu murid.


"Good question. Saya ingin kalian merawat niffler sampai dia besar. Tenang saja, niffler tumbuh dengan cepat jadi tidak butuh waktu lama untuk kalian merawatnya," jawab Newt.


"Bukankah sulit merawat hewan kecil itu?" ucap salah satu murid lainnya.


"Benar, karena itu saya akan membuat kelompok. Satu kelompok berisi dua orang. Satu dari Gryffindor dan satu lagi dari Slytherin. Ini juga bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar Gryffindor dan Slytherin," jawab Newt sambil mengambil sebuah kertas yang berisikan nama-nama para murid Gryffindor dan Slytherin.


"Sekarang semuanya berkumpul dengan kelompoknya masing-masing!" perintah Newt.


Mereka mulai berkumpul dengan teman kelompoknya. Harry dengan Astoria, Hermione dengan Pansy, Ron dengan Goyle, Sisy dengan Draco, dan seterusnya.


"Kenapa aku harus sekelompok dengan mudblood ini?!" gerutu Pansy.


"Jaga ucapanmu! Walaupun bukan darah murni penyihir tapi aku lebih pintar darimu," balas Hermione.


Pansy terus menggerutu.


Astaga kenapa aku harus sekelompok sama Malfoy? Batin Sisy.


Setelah sembuh, Sisy baru ingat kalau dia pernah menangis di depan Draco malam itu. Bahkan dia menceritakan masalahnya ke Draco. Sisy tak tau apakah Draco mengingat hal itu atau tidak tapi dia harap kalau Draco tidak mengingatnya.


"Kebetulan sekali kita sekelompok," ucap Draco.


"Iya." balas Sisy singkat.


"Kenapa kamu sangat dingin padaku? Apakah kamu lupa kalau kamu pernah tidur di pelukanku?" tanya Draco.


Suara Draco terlalu keras sampai terdengar oleh semuanya, bahkan Newt juga mendengarnya. Semua orang langsung menatap ke arah mereka berdua.


Dengan cepat Sisy menjelaskannya. "Ka-kalian salah paham! Saat itu aku sedang belajar bersama Malfoy dan tanpa sadar aku tertidur."


"Tertidur di pelukannya?" tanya salah satu murid.


" Bukan! Aku hanya tidak sengaja menyenderkan kepala ke bahu Malfoy," sanggah Sisy.


Mereka masih menatap Sisy dengan tatapan tidak percaya.


"Katakan sesuatu, Malfoy!" perintah Sisy.


"Iya, Daisy tertidur di bahuku dan aku merangkulnya karena takut dia terjatuh. Aku salah bicara tadi," ucap Draco menjelaskan.


"Melakukan hal tidak senonoh sangat dilarang di Hogwarts ya, anak-anak!" peringat Newt pada semuanya.


"Iya, tuan Scamander," jawab mereka.


Newt mulai menjelaskan tugasnya pada para murid. "Jadi kalian berdua akan bersama-sama merawat niffler ini. Jangan sampai niffler ini sakit, hilang, apalagi mati. Siapapun yang berhasil membesarkan niffler dengan sangat sehat maka akan mendapatkan 100 poin masing-masing dariku. Paham?"


"Paham," jawab mereka serempak.


"Sekarang silakan kalian ke depan untuk mengambil nifflernya!" perintah Newt.


Mereka mulai maju satu persatu untuk mengambil nifflernya.


"Kalian hanya perlu merawatnya selama 3 bulan. Setelah 3 bulan datang pada saya dan saya akan menilainya."


Mereka semua mengangguk paham.


"Kelas selesai sampai di sini. Silakan kalian mulai beradaptasi dengan hewan kalian."


Newt pun pergi.