Different

Different
Kementerian Sihir Prancis



Profesor Dumbledore mendekat ke arah Sisy dan memberikan suatu tanda di lengannya. Tanda yang menunjukkan kalau Sisy adalah seorang anggota orde phoenix.


"Dengan ini nona Garcia telah resmi menjadi anggota orde phoenix," ucap profesor Dumbledore.


Semua anggota orde phoenix bertepuk tangan. Harry, Hermione, Ron, dan Ginny bertepuk tangan dengan meriah.


"Sudah sudah. Kalian terlalu berlebihan," omel profesor Snape.


"Kami hanya memberikan selamat pada Sisy," balas Ron.


"Kami akan selalu di sisimu untuk membantu," ucap Hermione.


"Terima kasih," jawab Sisy.


"Baiklah, rapatnya selesai. Silakan bubar," kata profesor Dumbledore yang hendak pergi.


Tetapi Sisy langsung menahannya dan berkata, "Ada yang ingin saya sampaikan mengenai rencana untuk melemahkan pangeran kegelapan."


"Baiklah. Silakan duduk nona Garcia." Profesor Dumbledore kembali duduk di kursinya.


"Bagaimana dengan kami?" tanya Ron.


"Kalian juga duduklah tapi jangan membuat keributan!" peringat profesor Dumbledore.


"Yess! Ikut rapat!" pekik Ron senang.


Harry, Hermione, dan Ron pun duduk.


Saat Ginny juga ingin ikut duduk, bibi Molly melarangnya. "Ginny sayang, kamu harus pergi dari sini."


"Kenapa? Ron dan yang lainnya boleh ikut mendengarnya tapi aku tidak boleh?" tanya Ginny merasa tak adil.


"Mereka bertiga sudah lulus, sedangkan kamu masih murid Hogwarts jadi kamu masih di bawah perlindungan Hogwarts," jawab paman Arthur.


"Uh tapi Ginny juga ingin membantu Sisy juga, ayah," pinta Ginny.


Paman Arthur menggeleng. "Tidak sayang. Pulanglah."


Gadis kecil itu pun menghela nafasnya dan pergi.


"Jadi apa yang ingin anda bicarakan, nona Garcia?" tanya profesor Dumbledore setelah Ginny pergi.


"Apakah anda melihat sesuatu lagi?" tanya Newt.


"Benar. Saya baru saja mendapatkan penglihatan. Jiwa pangeran kegelapan terbagi-bagi dan tersimpan di dalam benda. Benda itu disebut horcrux," jelas Sisy.


Mendengar kata tak asing, Hermione pun bertanya, "Horcrux? Kamu pernah menyebutkannya saat kita menyelamatkan Ginny. Apakah itu?"


Sisy mengangguk. "Benar. Buku harian itu adalah salah satu horcrux milik pangeran kegelapan."


"Salah satu?! Jadi ada horcrux lainnya?" tanya Ron terkejut.


"Iya. Horcrux miliknya ada 7 dan itu tersebar ke seluruh dunia. Kita harus mencarinya dan menghancurkannya agar pangeran kegelapan melemah," jawab Sisy.


"Apakah anda tau apa saja horcrux itu?" tanya profesor Dumbledore.


Sisy mengangguk. "Buku Harian Tom Riddle, Cincin Marvolo Gaunt, Liontin Slytherin, Piala Hufflepuff, Mahkota Ravenclaw, dan Nagini."


"Bagus, ada 3 horcrux yang bisa kita dapatkan dengan mudah karena itu milik asrama Hogwarts," sahut Ron.


"Tidak Ron. Horcrux itu tak ada di Hogwarts. Mereka tersebar dan aku tak tau dimana horcrux itu berada," balas Sisy.


"Lalu bagaimana caranya kita menemukan horcrux itu? Kita saja tak memiliki petunjuk apapun," tanya Harry.


"Benda-benda yang digunakan sebagai horcrux adalah peninggalan dari keempat pendiri Hogwarts. Kita bisa menemukan petunjuknya di ruang arsip Kementerian Sihir Prancis," celetuk Newt.


"Tetapi ruang arsip itu dijaga ketat, tuan Scamander," ujar Sisy.


Newt mengangguk. "Benar, karena itu kita harus menyamar, nona Garcia."


"Menyamar lagi?! Aku tidak mau meminum ramuan menjijikan itu," tolak Ron.


Hermione memukul kepala Ron. "Diamlah. Tadi kamu bilang akan membantu tapi baru itu saja langsung mengeluh tak mau."


"Saya memiliki ramuan yang rasanya lebih baik dari itu," balas Newt.


"Benarkah?! Kalau begitu aku ikut!" jawab Ron.


"Tidak. Aku dan tuan Scamander yang akan mencari informasinya," larang Sisy.


"Kenapa? Kami juga mau membantu." Harry menunjukkan raut wajah kecewa.


"Kita tidak bisa masuk ke ruangan itu beramai-ramai," jawabnya.


Newt menyetujui ucapan Sisy. "Benar. Lagi pula penjaganya hanya mengizinkan 2 orang saja yang boleh masuk."


"Kalian tunggulah di sini. Aku dan tuan Scamander hanya pergi untuk mencari informasi itu," sambung Sisy.


Mereka bertiga pun mengangguk.


"Jadi kapan kalian akan pergi?" tanya profesor McGonagall.


"Sekarang," jawab Sisy.


"Benar Sisy. Itu terlalu cepat. Kamu bahkan baru sadarkan diri," timpal bibi Molly.


"Kita harus bergerak cepat. Kita tak tau apa yang sedang pangeran kegelapan dan pengikutnya rencanakan. Lagi pula kami menggunakan apparate ke sana jadi tidak melelahkan," jelas Sisy.


Newt dan Sisy pun pergi dengan ber-apparate ke Kementerian Sihir Prancis. Tak butuh waktu lama mereka pun sampai tapi sebelum masuk, Newt meminum ramuannya dulu dan wajahnya berubah menjadi Theseus.


"Seingat saya, kakak laki-laki anda bekerja di sini," celetuk Sisy.


"Iya. Theseus bekerja di sini sebagai pegawai kantor biasa. Karena itulah saya menyamar sebagai dirinya," jawab Sisy.


"Lalu bagaimana dengan saya?" tanya Sisy.


"Anda tidak perlu menyamar karena saya sudah menyamar sebagai salah satu karyawan di sini," jawabnya.


Sisy mengangguk paham.


"Ayo kita masuk," ajak Newt.


Sisy dan Newt masuk ke gedung itu dan pergi menuju ruang arsip. Penjaganya adalah seorang wanita yang sudah cukup tua dan memakai kacamata.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.


"Saya Theseus. Ada hal yang harus saya cari di ruang arsip," jawab Newt.


Wanita itu melihat ke arah Sisy dan bertanya, "Lalu siapa yang di samping anda ini?"


"Dia adalah Daisy, asisten baru saya," jawabnya.


Wanita penjaga itu menatap Sisy dengan tatapan tajam selama beberapa detik dan barulah dia mengizinkan Newt dan Sisy masuk.


Di dalam sangat gelap sampai mereka harus menggunakan tongkat sihir sebagai penerangan.


"Banyak sekali," ucap Sisy saat melihat kumpulan dokumen-dokumen itu.


"Tentu saja. Semua informasi ada di sini." Newt menggunakan sihirnya untuk mencari informasi yang mereka butuhkan dengan cepat.


Seketika Sisy mengingat sesuatu yang membuatnya tertawa.


Newt yang melihatnya tertawa merasa bingung. "Kenapa anda tiba-tiba tertawa, nona Garcia?"


"Saya teringat kalau anda pernah mengatakan mata nona Tina seperti salamander di sini," jawab Sisy.


Wajah Newt berubah menjadi seperti tomat saling merahnya. Dia merasa malu mendengar ucapan muridnya itu.


"Bisa-bisanya anda memuji seseorang seperti itu. Beruntung nona Tina mengerti maksud anda saat itu," sambung Sisy.


"Ternyata hal yang anda lihat tidak sepenuhnya penting ya," sindir Newt.


"Itu penting. Untuk bahan ledekan hahaha." Sisy masih terus tertawa.


Mereka melanjutkan pencariannya lagi dan ketemu. Buku itu terletak cukup jauh.


Mereka pun mengambil buku itu dan membacanya.


"Pantas saja profesor Umbridge bersikap menyebalkan, pasti karena pengaruh horcrux yang dipakainya," celetuk Sisy.


Saat mereka masih membaca buku itu.


Tiba-tiba saja ruangan menjadi sangat terang dan penjaga wanita tadi muncul bersama beberapa matagot di sisinya. "Tipuan bagus, tuan Scamander. Saya benar-benar tertipu lagi dengan anda."


Matagot itu melompat ke arah mereka tapi entah darimana sebuah sihir menyerangnya.


"Nona Garcia!" tegur Newt.


"Apa? Aku tidak menyerang matagot itu," sanggah Sisy.


"Ruangan ini memiliki sihir. Saat ada penyusup, otomatis sihir di ruangan ini akan aktif," jelas penjaga wanita itu.


"Ini buruk. Matagot itu akan terus bertambah banyak kalau begitu," tutur Sisy.


"Benar. Semoga kalian selamat dari serangan matagot-matagot ini." Wanita itu pun pergi.


Sisy dan Newt berusaha bersembunyi dibalik-balik lemari arsip untuk menghindari matagot-matagot itu tapi satu persatu lemari arsip itu mulai menghilang.


"Astaga kenapa saya harus merasakan apa yang anda rasakan saat itu," keluh Sisy.


"Inilah akibat dari meledek saya, nona Garcia," ketus Newt.


"Itu tidak ada hubungannya, tuan Scamander!" kesal Sisy.


"Kita harus masuk ke koper. Dalam hitungan ketiga, masuklah ke koper ini!" perintahnya.


Sisy mengangguk. Newt mulai berhitung dan pada hitungan ketiga mereka berdua masuk ke koper itu.


Matagot-matagot itu mendekati koper Newt dan tiba-tiba keluarlah seekor burung elang besar dari dalam koper.


Sisy menyarankan untuk mengeluarkan thunderbird daripada zouwu, mengingat thunderbird bisa terbang jadi mereka bisa kabur tanpa terkena serangan matagot.


Sisy dan Newt berhasil kabur dari sana dan kembali ke Hogwarts.