
Sisy berjalan dengan kepala yang penuh pikiran itu. Saat sedang berjalan, dia tak sengaja melihat Draco yang masuk ke ruangan profesor Dumbledore. Entah mengapa perasaannya menjadi tak enak, jadi dia memutuskan untuk pergi ke ruangan profesor Dumbledore.
"Apa yang Draco lakukan di dalam?" Sisy ingin masuk tapi dia tak tau apa yang sedang terjadi di dalam.
Tiba-tiba penglihatannya muncul. Dia melihat kalau Draco akan membunuh profesor Dumbledore. Sisy langsung membuka pintu dengan kasar dan lari masuk. Dia dengan sigap berdiri di depan profesor Dumbledore. "Apa yang kamu lakukan, Draco?!"
Draco terkejut melihat kedatangan Sisy yang tiba-tiba. "Sisy?"
"Turunkan tongkat sihirmu sekarang!" perintah Sisy.
"Menyingkirlah, nona Garcia. Urusan saya dengan profesor Dumbledore bukan dengan anda," ujar Draco.
"Hentikan sekarang juga, Draco. Kumohon..." lirih Sisy.
Draco menatap Sisy dingin. "Hentikan apa? Anda bahkan tak tau apa yang akan saya lakukan pada profesor Dumbledore."
"Nona Garcia, pergilah dari sini. Di sini berbahaya," perintah profesor Dumbledore.
Sisy menggeleng. "Tidak profesor. Saya akan tetap di sini untuk melindungi anda."
"Dengarkan ucapannya, nona Garcia," timpal Draco.
"Hentikan Draco. Aku tau kamu tidak akan bisa melakukannya," ucap Sisy.
Draco terdiam.
"Berhenti melakukan hal yang sia-sia. Kami akan menolongmu," sambung Sisy.
"I don't wanna your help. Don't your understand? I have to do this. I have to kill him or he's gonna kill me and my family," balas Draco.
Sisy menatap Draco sendu. "Draco, anggota orde phoenix akan melindungimu. Aku juga akan melindungimu."
"Bagaimana anda akan melindungi saya?" tanya Draco.
"I have a magic," jawab Sisy.
"Aku ju—"
"My magic is different from others, Draco," potongnya.
Profesor Dumbledore terkejut dengan penuturan Sisy.
"Bisakah kamu percaya pada kami? Kami pasti akan melindungimu dan keluargamu, Draco," ucap Sisy.
Tiba-tiba terdengar suara berisik dari luar.
"Mereka sudah datang," gumam Draco. Dia pun lari keluar.
"Anggota death eater lainnya?!" ucap Sisy terkejut.
"Nona Garcia, anda kemba—"
"Tidak. Profesor Dumbledore, saya minta tolong pada anda untuk mengamankan semuanya. Saya akan mengalihkan perhatian anggota death eater lainnya," potong Sisy.
Profesor Dumbledore menahan lengannya. "Tunggu. Mereka sangat banyak, anda tidak mungkin bisa mengalihkan perhatian mereka sendirian."
"Siapa yang bilang saya akan mengalihkan perhatian mereka sendirian?" tanya Sisy.
Profesor Dumbledore mengangkat sebelah alisnya. "Lalu?"
"Banyak yang akan membantu." Sisy segera pergi ke arah ruangan Newt.
Sesampainya di ruangan Newt, dia langsung masuk tapi tak menemukan orang yang dicarinya. Di sana hanya ada koper gurunya itu yang terbuka.
Dia mendekati koper itu dan masuk.
"Tuan Scamander," teriaknya mencoba memanggil Newt.
"Ada apa nona Garcia?" tanya Newt yang tiba-tiba saja datang.
"Saya butuh bantuan hewan-hewan magis anda. Saat ini para anggota death eater sedang menyerang Hogwarts. Saya butuh hewan-hewan magis anda untuk mengalihkan perhatian mereka dan mengamankan para murid," jelasnya.
Newt terkejut mendengarnya. "Bagaimana bisa mereka ada di sini?! Hogwarts dijaga ketat jadi tidak sembarang orang bisa masuk."
"Saya juga tidak tau yang penting kita harus bergerak cepat sekarang," ujar Sisy.
"Ayo kita keluar dari sini." Sisy dan Newt keluar dari koper.
Saat mereka sudah keluar dari koper, seseorang masuk ke ruangan Newt dan hendak menyerang mereka. Untungnya Sisy bergerak lebih cepat, jadi orang itu tak sempat menyerang mereka dan pingsan.
"Keluarkan mereka semua sekarang!" perintah Sisy.
Newt terkejut mendengarnya. "Semua?! Sangat sulit untuk mengendalikan mereka semua sekaligus, nona Garcia."
"Saya yang akan mengendalikan mereka semua. Anda ikutlah bersama yang lain ke tempat yang aman," ujar Sisy.
"Tidak nona Garcia. Anda tidak bisa dan tidak boleh mengendalikan semuanya seorang diri!" larang Newt.
"Lalu bagaimana? Para death eater itu akan menyakiti yang lain kalau kita tak cepat mengalihkan perhatiannya," balas Sisy.
"Kita akan mengendalikannya bersama. Zouwu bersama anda dan thunderbird bersama saya. Kita tidak harus mengalihkan perhatian para death eater itu karena anggota orde phoenix yang akan menanganinya jadi yang harus kita lakukan adalah membawa para murid pergi dari sini," jelas Newt.
"Pinjamkan saya swooping evil," pinta Sisy.
Newt mengangguk. Dia memberikan swooping evil pada Sisy.
Newt pun mulai mengeluarkan Zouwu dan thunderbird dari dalam koper. Sisy naik ke tubuh Zouwu dan Newt naik ke tubuh thunderbird.
"Kita harus berpencar, tuan Scamander," usul Sisy.
Newt mengangguk. "Berhati-hatilah, nona Garcia."
Mereka pun berpisah dan mulai mencari para murid. Sisy mulai menemukan beberapa murid yang sedang berlari ketakutan. Dia menarik mereka semua untuk naik ke tubuh Zouwu dan memindahkannya ke tempat yang aman.
Setelah itu Sisy mulai mencari lagi. Sejauh ini dia belum menemukan teman-temannya.
"Dimana mereka?!" tanyanya panik.
Hampir semua murid Gryffindor sudah Sisy amankan tapi dia belum menemukan teman-temannya.
"Apakah mereka sudah bersama tuan Scamander?" gumam Sisy.
Tiba-tiba Sisy melihat Luna yang sedang berlari. Dia pun segera menghampirinya dan bertanya, "Kenapa kamu masih di sini? Dimana yang lainnya?"
"Terjebak?!" tanya Sisy terkejut.
Luna mengangguk. "Iya. Salah satu pengikut pangeran kegelapan menghancurkan bangunan di sebelah kami dan mereka semua ada di dalam tumpukan batu-batu itu. Aku tidak bisa mengangkatnya dengan sihir."
"Naiklah Luna dan tunjukkan aku tempatnya!" perintah Sisy.
Luna naik ke tubuh Zouwu dan menunjukkan arahnya. Sesampainya di tempat yang Luna maksud, mereka langsung turun dan mendekat.
"Mereka ada di dalam sana, Sisy. Apa yang harus kita lakukan?! Mereka tidak mungkin mati, kan?" tunjuk Luna.
"Tenang Luna. Aku akan menolong mereka semua," kata Sisy menenangkan Luna yang sangat panik itu.
"Bagaimana caranya? Aku sudah bilang kalau batu-batu ini tidak bisa diangkat dengan sihir," ujar Luna.
Sisy menghiraukan ucapan Luna. Dia mulai fokus dan batu-batu itu pun terangkat semua. Luna sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya sekarang, begitu juga dengan orang-orang yang terjebak di dalam situ. Mereka terkejut karena Sisy bisa mengangkat batu-batuan itu dengan sihirnya.
"Cepat pergi dari situ!" perintah Sisy.
Mereka pun menjauh dari tempat itu dan Sisy menghancurkan batu-batuan itu di udara.
Sisy segera menghampiri teman-temannya. "Kalian baik-baik saja?!"
"Kami baik-baik saja," jawab mereka.
"Ayo cepat naik!" perintah Sisy.
Mereka semua pun naik ke tubuh Zouwu dan pergi ke tempat yang lainnya berada. Di sana sudah ada Newt dan jumlah muridnya juga bertambah.
"Sudah semua?" tanya Sisy.
"Sepertinya sudah," jawab Newt.
"Tunggu, dimana Ginny? Aku tak melihatnya," ucap Ron sambil mencari adik perempuannya di antara kerumunan murid Hogwarts.
Sisy juga ikut mencari Ginny di kerumunan lara murid dan ternyata gadis kecil itu benar-benar tak ada.
"Aku akan mencari Ginny." Dia langsung pergi tanpa membawa zouwu bersamanya.
Sisy mencoba mencari gadis kecil itu di sekitar asrama Gryffindor.
"GINNY," teriaknya memanggil nama yang dia cari.
Tiba-tiba terdengar suara teriakan yang sangat melengking dan Sisy yakin itu suara Ginny.
Dia langsung berlari ke arah sumber suara itu dan ternyata Ginny sedang dikepung oleh anggota death eater.
"Stupefy." Para anggota death eater itu terlempar cukup jauh.
Sisy langsung menghampiri Ginny dan memeriksa keadaannya. "Kamu baik-baik saja, Ginny?!"
Ginny mengangguk. "Aku baik-baik saja, Sisy. Terima kasih."
"Sekarang ayo kita pergi dari sini," ajak Sisy.
Para anggota death eater yang terpental jauh tadi sudah kembali. Mereka mengepung Sisy dan Ginny.
"Berdiri di belakangku, Ginny!" perintah Sisy.
Ginny pun mengikuti perintahnya dan berdiri di belakang tubuh Sisy.
"Mundurlah atau kalian akan menyesal!" tantang Sisy.
Mendengar ucapan Sisy, mereka semua tertawa. "Hahaha apa yang gadis kecil sepertimu bisa lakukan?"
"Aku bisa melakukan hal yang lebih parah dari tadi," ucap Sisy.
"Menakutkan sekali tapi kita tak akan mundur sampai mendapatkan gadis kecil itu," balas mereka.
"Kenapa kalian mengincar Ginny?!" tanya Sisy.
"Karena gadis kecil itu menarik dan kami menginginkannya jadi tentu saja dia harus dibawa," jawabnya.
Anggota death eater itu mulai mendekat lagi. Sisy perlahan mundur menjauh dari mereka.
"Apa yang harus kita lakukan, Sisy?" tanya Ginny takut.
Saat Sisy ingin menyerangnya, tiba-tiba Draco datang dan memerintahkan para anggota death eater itu untuk pergi.
"Aku yang akan mengurus kedua gadis ini," ucap Draco pada anggota death eater itu.
"Ta—"
"Kalian membantahku?!" potongnya.
Mereka semua pun tak berani berkata apa-apa lagi dan pergi.
"Terima kasih, Draco," ucap Sisy.
"Pergilah dari sini sebelum yang lain menangkap kalian. Yang mereka inginkan hanyalah Potter tapi kalau kalian terlihat menarik bagi mereka maka kalian juga akan tertangkap untuk dijadikan mainan," kata
Draco tanpa menoleh ke arah mereka.
"Ayo Sisy," ajak Ginny.
"Bagaimana denganmu?" tanya Sisy yang masih setia berdiri di sana.
"Aku harus pergi," jawab Draco.
"Kemana? Di sini adalah tempatmu," sambungnya.
Draco menggeleng. "Tidak Sisy. Dari awal Hogwarts bukanlah tempatku."
Gadis itu diam dan tak beranjak dari tempatnya. Draco mendekati Sisy dan menatap matanya. "Terima kasih karena tetap bersamaku walaupun kamu tau kalau aku adalah anggota death eater. Terima kasih karena tetap memberikanku banyak cinta dan kasih sayang tapi itu semua sudah cukup. Pergilah dan jalani kehidupanmu dengan baik setelah ini."
Draco melirik ke arah Ginny dan berkata, "Bawalah Sisy pergi dari sini, nona Weasley."
Ginny mengangguk dan dia segera menarik tangan Sisy untuk pergi dari sana. Sisy terus memberontak tapi kali ini kekuatan Ginny lebih besar darinya.
Sisy tak mengerti kenapa dia merasa sangat lemas sampai penglihatan terakhirnya adalah Draco yang masih berdiri di sana sambil melihat ke arahnya.