Blanket Kick

Blanket Kick
84



keesokan harinya mereka mulai jalan-jalan dj pantai para laki-laki sedang berselancar sedang para wanita main pasir dipinggir pantai. ..


Vierra sedangkan duduk sendiri sambil minum air Kelapa muda di sebuah kursi dekat pantai, revan selesai berselancar mendatangi Vierra dengan membawa papan selancar nya , itu tak luput dari semua perempuan yg ada di sana bagaimana tidak badan revan yg tinggi dgn otot yg sangat indah di tambah wajah tampan nya yg membuat setiap kaum hawa yg melihat nya terpesona...


revan meletakkan papan selancar nya lalu duduk di samping Vierra mencium pipi Vierra sambil tersenyum


cup


"lagi apa hmm? " tanya revan duduk di sebelah Vierra tersenyum hangat di balas senyuman manis oleh Vierra


"lagi minum air kelapa " jawab Vierra seadanya meminum air kelapa nya


"chagiya kmu knp diem terus apa ad yg menggangu pikiran mu " tanya revan lembut membelai rambut Vierra


"tidak ada " ucap Vierra seadanya ia menyandarkan tubuh nya di dada bidang revan


"Tuhan apa aku pantas untuk nya? ia terlalu sempurna untuk ku Tuhan " batin Vierra masih bimbang dan ragu dengan hubungan bersama revan


"jgn membohongi ku chagiya aku tau kmu pasti ada yg kamu pikirkan sekarang " ucap revan mengecup kepala Vierra yg sedang menyandarkan tubuh di dada nya


"tidak ada aku cuma merasa aku tidak pantas untuk mu kita sangat jauh berbeda " ucap Vierra akhirnya mengeluarkan isi hati pada revan


" chagiya hanya kmu yang pantas untuk ku tak ada lagi wanita yg pantas untuk karena kmu adalah wanita yg spesial, aku mencintaimu apa adanya tanpa melihat kmu siapa.. jika kmu tak pantas untuk ku tak mungkin aku menunggu selama 5 tahun lebih. dengar baik-baik hanya kmu yg pantas untuk ku jgn pernaagi berpikir jika kmu tak pantas untuk ku " ucap revan mengangkat tubuh Vierra supaya menghadap nya menatap dalam Vierra, Vierra mengangguk pelan lalu memeluk revan


'terimakasih chagiya kmu telah menerima ku apa ada nya "ucap Vierra sambil memeluk revan tanpa terasa air mata nya jatuh


"kamu tak perlu berterima kasih karena kmu adalah hidup ku , jgn tinggal kan aku lagi ya kamu telah membuat tak bisa jauh dari mu " ucap revan membalas pelukan Vierra


"ahhh aku terhura liat mereka " ucap mey meleleh melihat revan dan Vierra


"terharu mey terharu bukan terhura" ucap joni membenarkan ucapan mey


"nah itu maksudnya " ucap mey cengengesan fey hanya bisa menggelengkan kepala


"ha-joon kmu kasih makan nih anak kok tambah nggak waras otak nya " tanya fey pada ha-joon sambil melirik


"aku nggak kasih makan apa- apa cuma makan hati aja " jawab ha-joon ngasal membuat mey cemberut


"sayang kmu kok jahat banget sih emang aku ap mkan hati " ucap mey manja pada ha-joon


"dasar bucin " sinis fey melirik mey


"biarin aja iri bilang boss " balas sinis mey


"untuk apa iri aku bisa lebih dari kmu " ucap fey memeluk joni sambil mengejek mey


"ya ya yang waras ngalah " ucap mey pergi menarik tangan ha-joon sedangkan joni dan fey tertawa


hari berikutnya mereka berbelanja bersama yg tertentu nya para wanita yg belanja oleh-oleh ya para pria menjadi tukang bawah semua . ...


selama mereka jalan semua mata melihat kearah mereka seolah-olah terpesona dengan tiga pasangan itu, mereka seperti pasangan sangat sempurna dan bahagia