Blanket Kick

Blanket Kick
78



hari ini Vierra berencana datang ke kantor revan untuk membawakan makan siang untuk nya , ini pertama kali bagi Vierra setelah 5 tahun ia pergi kembali dtg ke gedung tersebut.


Vierra memarkirkan mobilnya di depan gedung pencakar langit yg sangat luas sambil membawa sebuah rantang yg berisi makan siang untuk revan


ia menggunakan dress di bawah lutut dgn aksesoris senada dengan baju nya serta make up yg natural dan rambut panjang nya yg dibiarkan terurai indah membuat nya sangat mempesona


Vierra datang ke meja resepsionis untuk menanyakan keberadaan revan


"selamat siang apakah tuan revan ada di tempat? " tanya Vierra kepada resepsionis yg menatap nya sinis


"siang tuan muda di ruangan nya, apakah anda telah membuat janji pada tuan muda " tanya resepsionis ketus


"saya tidak membuat janji pada tuan revan tapi anda bisa hubungi tuan revan katakan padanya kekasih nya ingin bertemu" ucap Vierra agar resepsionis itu menghubungi revan


"kekasih? hahaha anda bermimpi nona , tuan revan selama ini tidak mempunyai kekasih"ucap resepsionis mengejek Vierra seolah-olah Vierra sedang membual


" jika anda tidak percaya tanyakan saja pada tuan revan "ucap Vierra santai


resepsionis itu masih tidak percaya jika Vierra adalah kekasih revan bahkan ia terang-terangan mengejek Vierra di depan semua karyawan


Tiba-tiba ada salah satu karyawan senior menghampiri mereka , ia kaget melihat Vierra yg di hina oleh resepsionis tersebut


" selamat siang nona muda, lama tak jumpa "sapa dion hormat pada Vierra


" selamat siang dion ya sudah lama kita tak jumpa "ucap Vierra membalas sapaan dion


" dion boleh kah saya bertanya? " ucap Vierra tersenyum


"tentu sangat boleh nona muda " ucap dion dengan senang hati


"apa kah dia pegawai baru disini? " tanya Vierra menatap tajam sang resepsionis


"anda benar nona dia baru dua tahun ia bekerja disini " jawab dion


"pantas ia tak tau siapa aku, tolong urus pegawai yg tak tau tata krama ini dengan baik " ucap Vierra penuh penekanan menatap tajam resepsionis itu


"nona tuan muda ada di ruangan nya silahkan anda langsung naik ke lantai paling atas menggunakan lift khusus,tugas yg anda berikan saya akan urus dengan baik " jelas dion mempersilahkan Vierra untuk naik ke lantai atas di angguki oleh Vierra tanda mengerti


Vierra telah masuk lift khusus menuju ruangan revan sedangkan di lantai dasar aura sangat mencekam diperlihatkan oleh dion sang direktur menatap tajam resepsionis tersebut


brakk brakk


"kau tau siapa yg telah kau hina itu ahhh? " bentak dion penuh amarah pada sang resepsionis


"ti_tidak tuan " jawab resepsionis menundukkan kepalanya takut


"dia adalah nona muda Vierra Larasati anak angkat keluarga velix sekaligus kekasih lama tuan muda revan velix " jelas dion penuh amarah


"jika tuan muda tau kejadian ini habis lah kau, tuan muda tak segan-segan untuk membunuh setiap orang yg telah menghina orang ia sayangi " ucap dion


"sekarang kau pergilah dari sini sebelum tuan muda murka " ucap dion


💫💫💫


Vierra masuk kedalam ruangan revan dengan senyuman yg mengembangkan, ia melihat revan yg sedang sibuk dengan layar yg ada di depan nya


"ahem ehem " deham Vierra menyadarkan revan langsung melihat ke arah sumber suara


"chagiya kmu kpn dtg nya " ucap revan mendekati Vierra langsung mencium dahi Vierra


" baru aja "ucap Vierra tersenyum duduk di sofa


" knp nggak bilang mau kesini hmmm "ucap revan mengikuti Vierra


" mau bikin kejutan buat kmu "ucap Vierra manja


" calon istri memang bisa ya bikin aku baha6" ucap revan membelai rambut panjang Vierra


"aku bawain kmu makan siang spesial buatan aku " ucap Vierra tersenyum menata makanan di atas meja