
mama mirna berlalu keluar dari kamar ku dengan tersenyum aku mematikan lampu dan menyalahkan lampu tidur setelah aku terlelap tidur
💫💫💫
....•♫•♬•yakinlah•♬•♫•....
...sesuatu yang kamu harapkan , jangan pernah berhenti berdoa suatu saat Tuhan akan mengabulkan nya...
hari masih gelap aku sudah terbangun dari tidur karena itu sudah menjadi kebiasaan ku setiap hari bangun sebelum anggota rumah bangun....
aku membuka mata ku sembari tersenyum pada dunia "selamat pagi dunia semoga hari lebih baik dari kemarin" ucap ku sambil merenggang tubuhku
aku beranjak dari tempat tidur ku membereskan kamar ku dan sedikit menyisir rambut ku lalu aku mengambil handuk berniat untuk mandi sebelum turun kebawa
aku keluar kamar ku menuju kamar mandi yg berada di samping kamar ku tapi saat aku ingin masuk kamar mandi ada sebuah tangan yg memegang tangan karena penasaran aku pun melihat
"ahhhhhh" teriak ku dan dia bersama bagaimana tidak teriak tangan yang itu adalah tangan revan yg tepat berdiri samping ku
"knp kau disini? " tanya nya dingin sambil menjauh kan tangan nya
"ak_aku tinggal disini " jawab ku gugup
"ishh " ucap nya berlalu pergi masuk kamar yg berada satu lantai dengan ku
aku bingung sekaligus penasaran kenapa revan ada di rumah ini, apakah dia anak mama mirna? ahhh nggak mungkin, tapi knp dia ada disini ya?
pertanyaan itu selalu berputar di Kepala ku saat, setelah mandi aku kembali ke kamar ku memakai seragam sekolah yg telah di siapkan oleh mama Mirna dan kemudian aku turun ke lantai dasar tujuan pertama ku yaitu dapur
aku berniat untuk membuat sarapan pagi untuk semua sebelum berangkat sekolah tapi saat aku sampai di dapur terlihat para koki telah bersiap untuk membuat sarapan pagi
"pagi semua " sapa ku kepada semua yg berada di sana
"pagi nona " jawab mereka menundukkan sedikit Kepala mereka
"nggak ada mbok aku cuma masak untuk sarapan aja" ucap ku tersenyum
"maaf nona bukan saya untuk lancang tapi sebaik nya nona menunggu saja di meja makan nanti sarapan nya saya antar kan " tolak mbok yum padaku membuat ku langsung cemberut
"ahhh mbok vi ingin masak aja kok masak nggak beloh, boleh mbok vi ikut masak ya ya " rengek ku memegang tangan mbok dengan wajah memelas
"tapi nona" ucap mbok yum
"nggak ada tapi-tapian pokoknya vi mau masak " ucap ku langsung mengambil bahan masakan
aku berniat memasak nasi goreng kesukaan ayah dan ibu karena aku tak tau apa yg di sukai oleh mama mirna dan yang lain jadi aku memasak yg sama termasuk untuk para pelayan disini
selesai masak aku menyuruh pak supri salah satu koki disini untuk mencoba nasi goreng buatan ku
" bagaimana ada yg kurang nggak pak ? " tanya ku sambil melihat ekspresi pak supri yg mencoba nasi goreng
"ini enak sekali nona bahkan saya belum pernah mencoba nasi goreng seenak ini " Jawab pak supri antusias sambil menghabiskan nasi goreng yg aku berikan pada nya
mendengar hal itu membuat senyum ku mengembang setelah itu aku di bantu para pelayan menata makanan di meja makan tak lupa aku juga member tahu kalau juga membuatkan nasi goreng untuk mereka juga
duduk di meja makan sendiri sambil menulis puisi di salah satu buku ku karena buku yg biasa aku membuat puisi hilang entah kemana
setelah 10 menit satu persatu penghuni rumah turun untuk sarapan yg pertama mama mirna bersama papa anto disusul oleh ibu dan ayah yg terakhir dua orang laki-laki yg berbeda usia ada yg seumuran dengan ku siapa lagi kalau bukan revan yg satu lagi usia seperti kelas smp
"selamat pagi vi anak mama yang cantik" sapa mama mirna mencium kening ku
"pagi ma " jawab ku
"kyk nya ada yg punya anak kesayangan ni " ledek ayah tersenyum
"iyalah vi kan anak kesayangan aku " ucap mama mirna bangga membuat kmi semua tertawa kecuali revan dan yg disamping nya