Blanket Kick

Blanket Kick
35



setelah beberapa menit pemasokan oksigen ku mulai berkurang dada ku sesak karena kekurangan oksigen aku memukul dada nya tanda untuk berhenti ia melepaskan penyatuan bibir kmi


"ingat jgn pernah kmu mengatakan kmu ingin melupakan ku atau aku akan melakukan lebih dari ini bahkan aku menanamkan benih ku di dalam rahim tanpa menikah " ancam revan mengelap bibir ku dengan ibu jari nya


"kmu egois revan, knp kmu tak ingin aku melupakan mu jika kmu sendiri tak mencintai ku " ucap ku sambil menangis


"aku akan tetap melupakan mu karena kmu bukan laki-laki yg baik untuk ku kmu sudah mengambil ciuman pertama ku sekarang ciuman kedua ku " marah ku pada revan entah dari mana keberanian ini dtg aku sampai berani untuk menatap nya dgn penuh amarah


"sudah ku katakan jgn pernah kmu mengucapkan itu lagi apa kmu mau aku melakukan nya sekarang ahh " revan meninggikan suara nya mendorong ku sampai aku terguling di tempat tidur ia langsung menindih ku


"ku mohon jgn lakukan ini aku masih mau mengejar masa depan ku, lepaskan aku revan velix " aku memberontak berusaha melepaskan diri dari kekangan revan


"ingat jgn pernah kmu mengatakan itu lagi atau aku akan melakukan ny saat itu juga " ancam revan melepaskan ku


"iy " ucap ku duduk membenarkan pakaian ku


"aku tidur disini " ucap revan langsung berbaring di kasur ku


"revan apa yg kk mu lakukan keluar sekarang nanti ada yg tau kmu disini aku tidak enak sama mama dan papa " usir ku menarik tangan revan supaya ia keluar dari kamar ku


"aku akan tidur disini knp kmu malah mengusir ku klo mau tidur tinggal baring aja disini " ucap revan santai


astaga knp revan jadi seperti dia terlalu egois untuk ku, Tuhan aku tak ingin sampai yg lain tau jika revan tidur di kamar ku


"terserah lah " pasrah ku pergi ke meja belajar ku membuka buku puisi mulai meluapkan semua kurasakan melalui puisi yg kubuat


....•♫•♬•INGIN MELUPAKAN MU•♬•♫•....


...Ketika pertama kali kita,...


...Seharusnya aku tidak sadar...


...Kita tak pantas saling kenal...


...Apalagi saling mengenal...


...Semakin dalam aku mengenalmu...


...Dan memang semakin mengenalmu...


...Membuatku semakin masuk dalam kehidupanmu...


...Hingga aku lupa kehidupanku seperti apa...


...Kehidupanmu memang tak sesederhana seperti aku kira demikian...


...juga aku...


...Aku ingin mengurai benang kusut yang menyelimutimu...


...Sementara benang kusut sekarang telah melilit kehidupanku...


...Ketika pertama kali kita,...


...Seharusnya aku tidak sadar...


...Kita tak pantas saling kenal...


...Apalagi saling mengenal...


...Semakin dalam aku mengenalmu...


...Dan memang semakin mengenalmu...


...Membuatku semakin masuk dalam kehidupanmu...


...Hingga aku lupa kehidupanku seperti apa...


...Kehidupanmu memang tak sesederhana seperti aku kira demikian...


...juga aku...


...Aku ingin mengurai benang kusut yang menyelimutimu...


...Sementara benang kusut sekarang telah melilit kehidupanku...


...Kau hanya mengenalku sebagai orang baik...


...Tak akan cukup kuat jadi alasan untuk mengenal lebih dalam...


...Jadi sebaiknya aku putuskan...


...Lebih baik aku tak perlu mengenalmu...


...Agar kau juga tak mengenalku lebih dalam...


...Karena kini aku sadar...


...Mengenalmu adalah kesalahan kesalahan...


...Karena kenyataannya...


...Mengenalmu membuatku tak mungkin lagi...


...Mampu melupakanmu...


lama aku termenung sendiri aku sama sekali tak pantas untuk bahkan berada di kehidupan nya saja aku seharusnya tidak ada, otak ku menyuruh nya pergi tapi hati ku selalu menginginkan ia ada disisiku


aku melihat ia yg terbaring dikasur ku kini telah tertidur nyenyak, aku memilih untuk tidur di sofa sebelum itu aku berjongkok mendekati telinganya


"kamu terlalu sempurna untuk apakah aku pantas untuk mu yg sempurna" bisik ku pada nya berlalu pergi membaringkan diriku di sofa kamar...


pagi hari nya aku terbangun lebih dahulu langsung mengambil seragam sekolah dan mandi setelah itu turun untuk masak sarapan pagi...


setelah semua nya telah telah tersaji satu persatu penghuni rumah berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama


"bang revan semalam tidur dimana?kok nggak tidur kamar ? " tanya aldo kepada revan membuat langsung tersedak


"uhuk uhuk " revan langsung memberikan ku air minum secepat mungkin aku minum air


"aduh bagaimana ini pasti nanti ketahuan kalo revan tidur di kamar ku " batin ku tidak tenang


"emm selama abang ketiduran diruang baca " kilah revan tanpa gugup sama sekali


ku akui revan sangat pandai menutupi semua nya tapi bagaimana nanti pasti lama-lama ketahuan juga....