Blanket Kick

Blanket Kick
13



....•♫•♬•tidak pernah menyadari•♬•♫•....


...orang yang egois tak pernah menyadari jika ia itu egois , begitu pun dengan orang yang tak punya hati tak pernah menyadari jika ia selalu membuat orang sakit hati...


💫💫💫


"vi perkenalkan ini anak pertama papa namanya revan dan yang di sebelah nya itu aldo adiknya revan " ucap papa anto memperkenalkan kedua anak nya


"salam kenal revan aldo " ucap ku tersenyum


"nggak usah sok baik aku tau kali kmu itu mau deketin bang revan kan sama kyk gadis-gadis yg sering dtg ke sini " ucap aldo dengan tatapan kebencian dengan aku hanya membalas dendam senyuman


"aldo tidak baik ngomong seperti itu dengan orang yg lebih tua " tegur mama mirna pada aldo


"lah emang bener kan ma aldo nggak salah, aldo nggak suka abang deket sama gadis bodoh kyk dia " ucap aldo santai


"aldo kmu ini nggak sopan santun sama sekali cepat minta maaf sama Vierra" tegas papa anto meninggikan suara nya


"udah pa nggak pa pa kok aldo kan masih kecil, lagian aldo bener kok Vierra kan gadis bodoh hehe " ucap ku tersenyum


"ayo kita makan nanti makanan dingin loh malah nggak enak lagi " sambung ku mengajak semua sarapan


"wahh ini enak banget siapa yg memasaknya kok aku kyk pernah makan nasi goreng tapi di mana ya " ucap Mama mirna


"itu Vierra yg buat aku familiar dengan rasa nya dan kmu pasti pernahlah merasakan nya ini kan resep dari aku kita dulu sering kali makan nya " jelas ibu pada mama mirna


"ahh jadi nggak sabar pengen jadiin mantu " ucap mama mirna spontan membuat ku dan revan kaget


"uhuk uhuk" aku dan revan kaget sampai terbatuk mendengar ucapan Mama mirna


"aku berangkat dulu " pamit revan tanpa menghabiskan sarapan nya berlalu pergi


"ehhh revan sarapan mu blm habis " teriak mama mirna kepada revan yg pergi


"astaga anak itu " gumam mama mirna menggeleng Kepala


"ya mama kn cuma ngomong aja " ucap mama mirna


"anto anto kmu seperti tidak tahu gimana kelakuan istri mu " ucap ayah


"iya sih kmu benar " ucap papa anto mengangguk, setelah itu kami melanjutkan sarapan kmi


"ohh ya aku tadi membuat bekal untuk aldo sama revan tapi aku nggak tau selera mereka jadi aku buatin yg sama kyk aku " ucap ku memberi kan kotak bekal kepada aldo


"nggak usah sok baik " ketus aldo berlalu pergi meninggal kan meja makan tanpa membawa bekal yg ku buatkan untuk nya


sedih pasti itu yang kurasakan sekarang tapi aku memaklumi nya karena tak mudah untuk aldo menerima orang baru seperti aku apalagi aku satu sekolah dengan abang nya pasti ia berpikir aku hanya mencari muka dengan abang nya


"maafin aldo ya vi" ucap mama mirna membelai rambut ku


"nggak pa pa kok vi ngerti kok " ucap ku tersenyum


"vi berangkat dulu ya semua " aku berpamitan kepada semua nya lalu keluar rumah sambil membawa dua kotak bekal


saat aku mau keluar gerbang rumah aku melihat revan yg menyenderkan tubuh nya di depan gerbang dengan kedua tangan nya di masukan ke dalam saku celana nya


"astaga "kaget ku melihat revan yg tengah menatap ku dingin tanpa ekspresi


" ada yg ingin aku bicarain "ucap nya dingin


" bicara apa? "tanya ku menahan kegugupan ku berusaha senetral mungkin


" jangan sampai ada yang tau kalau kita serumah, aku nggak mau ada yg tau kalau aku serumah sama cewek bodoh kyk kmu " ucap revan dingin


mendengar hal itu ada rasa sesak di dada ku, apakah seburuk itu aku dimata nya sampai ia mengatakan aku cewek bodoh


"kamu tenang aja nggak akan ada yang tau kalau kita serumah jadi kmu tenang kmh nggak akan malu " ucapku menahan air mata ku agar tidak jatuh


setelah itu aku langsung pergi meninggalkan revan yg masih berdiri, apakah aku seburuk itu dimata mu?