Blanket Kick

Blanket Kick
63



banyak rangkaian acara yg mereka lalui dengan hikmat , banyak pasang mata menatap heran melihat revan sangat perhatian pada Vierra bagaimana tidak selama acara revan tak membiarkan Vierra jauh dari nya bahkan ia selalu menggenggam tangan Vierra


💫💫💫


keesokan Vierra dan keluarga memutuskan untuk pulang kampung sementara karena pekerjaan Ayah nya tak bisa di tinggal lama sedangkan Vierra merindukan sang nenek jadi ia juga ikut pulang kampung...


di kamar revan menghampiri Vierra yg sedang berkemas baju didalam koper nya untuk pulang kampung sore nanti


"vie " panggil revan


"hmm ada apa van " Vierra melirik sekilas lalu melanjutkan aktivitas nya


"Vierra... " rengek revan cemberut ☹️☹️☹️


"ada apa pangeran ku yg paling ganteng dan sempurna" ucap Vierra berhenti dari aktivitas nya menatap revan


"kmu nggak usah ikut ke kampung ya " ucap revan memelas


"aku cuma sebentar kok disana bulan depan aku udah balik lagi kesini buat persiapan kuliah " ucap Vierra sangat lembut


"tapi aku nggak bisa jauh dari kmu sedetik pun, apa aku ikut aja sama kmu biar kita sama-sama terus" ucap revan seperti anak kecil


"revan kmu disini harus bantu papa di perusahaan kasihan papa sendirian ngurusin perusahaan emang kmu tega sama papa " bujuk Vierra menatap dalam revan


sebenarnya hati nya juga tak rela untuk meninggalkan sang pujaan hati nya dalm waktu lama, apa lagi melihat nya seperti ini membuat hati nya semakin berat tapi mau bagaimana lagi ia juga merindukan nenek nya


"ahhh chagiya kmu tega banget sama aku kmu nggak sayang sama aku " ucap revan masih berusaha membujuk Vierra agar tak pergi ikut kedua orang tua nya ke kampung


revan tak rela jika harus berjauhan dengan Vierra untuk pertama kalinya ia merasakan jatuh cinta kepada seorang gadis jadi ia tak ingin jika harus berjauhan dengan sang pujaan hati walaupun hanya sebentar..


Sore hari nya Vierra beserta keluarga berangkat naik bus revan beserta keluarga mengantar mereka ke terminal


keluarga Vierra sampai setelah menempuh perjalanan 6 jam dari kota mereka sampai di sebuah perkampungan yg sangat asri , mereka tiba di sebuah rumah yg sederhana di pertengahan perkampungan


"waalaikumsalam cucu nenek yg paling cerewet " ucap sang nenek memeluk sang cucu sambil tersenyum


"nenek Vierra nggak cerewet kok " protes Vierra melepaskan pelukan ny


akhirnya mereka masuk kedalam rumah bersama setelah itu beristirahat tak lupa Vierra juga menghubungkan revan dan kedua sahabat nya mengabari jika ia telah sampai...


kocar-kacir grup


Vierra : hallo ada penghuninya nggak?


mey : ada dong


fey : alhamdulillah ada


Vierra : aku mau ngabarin aku udah sampe di kampung


mey : alhamdulillah gimana kabar nenek di sana?


fey: iy gimana kabar nenek vie? aku udah kangen sama nenek


Vierra :alhamdulillah nenek baik kok tadi aja waktu aku dtg lgi duduk dikursi kesayangan


fey : ahhh jadi kangen nenek pengen kesana juga


mey : aku juga pengen kesana kangen sama nenek


banyak lgi yg mereka bahas tentu nya hal random sesuai sama mood mereka bertiga terkadang hal nggak penting aja di bahas sama mereka


fey , mey dan Vierra bersahabat sejak mereka pertama kali mereka masuk sma sampai sekarang jadi nggak heran mereka sangat mengenal keluarga masing-masing bahkan mereka sangat akrab dengan keluarga satu sama lain...


keluarga mey dan fey tak pernah memandang status sosial mereka menerima Vierra tanpa melihat Vierra berasal dari keluarga mana, karena bagi mereka selama itu membawa hal positif mereka tak masalah jika harus bergaul dgn kalangan rendah sekali pun