Blanket Kick

Blanket Kick
65



tak terasa sudah 3 Minggu Vierra di kampung ,setiap hari ia selalu di temani oleh siti kemana-mana mereka selalu berdua melakukan aktivitas yg dulu pernah mereka lakukan dulu


Vierra dan siti kini sedang berada di sebuah perkebunan apel yg tak jauh dari rumah nenek Vierra , mereka piknik sambil memetik buah apel bersama


"wahh enak banget ya disini udara nya segar banget " ucap Vierra duduk di lesehan


"iya dari dulu tempat ini nggak pernah berubah selalu terawat"ucap siti sambil nyemil


drttt drttt


chagiya πŸ’œπŸ’œπŸ’«πŸ’«calling...


" assalamu'alaikum chagiya " ucap Vierra tersenyum melihat layar HP nya


"waalaikumsalam chagiya ,kmu lagi dimana sekarang chagiya? " ucap revan memperhatikan layar HP


"aku lagi di perkebunan apel dekat rumah sana siti sekalian piknik " ucap Vierra memperlihatkan sekeliling nya


"chagiya aku kangen sama kmu " ucap revan mulaii merengek karena merindukan Vierra


"sabar chagiya minggu depan aku juga kesana jgn sedih ya" bujuk Vierra selembut mungkin tersenyum hangat


"chagiya baru kali ini aku harus menahan rinduku selama ini kalo nggak nginget pesan kmu, pasti sekarang aku udah jemput kmu " ucap revan kesal karena untuk pertama kalinya ia harus menahan perasaan nya sendiri pada seseorang


"sabar chagiya anggap aja ini ujian " ucap Vierra menahan tawa nya melihat revan merengek seperti anak kecil


"kmu ini nggak ada apa rasa prihatin sama aku " ucap revan


"sekarang kmu yg berjuang menahan perasaan kmu sendiri sama kyk aku dulu selama tiga tahun mencintai tanpa di cintai " ucap Vierra membuat revan terdiam merasa bersalah karena ia sempat membuat Vierra menangis dan tak membalas cintanya dulu


"maaf " ucap revan


"kmu nggak salah chagiya itu semua salah ku yg nggak ngerti kmu dulu" ucap revan menyesal


"udah ahh itu bukan salah kmu ,kamu nggak salah sama sekali ini tergantung takdir kita kmu jgn pernah merasa bersalah lagi ya.cukup sekarang kmu setiap dan mencintai ku dengan tulus untuk ku itu lebih dari cukup " ucap Vierra terkekeh , revan tersenyum mendengar ucapan Vierra membuat hati nya menghangat...


mereka mengobrol bersama sampai lupa waktu ,tak terasa hari sudah sore Vierra dan siti pun pulang kerumah


"revan itu pacar kmu ya ,kyk nya kalian sangat mesra tadi " tanya siti karena selama ini setiap hari Vierra selalu telponan atau video callan sama revan


"dia itu laki-laki yg selama 3 tahun ini aku cintai, banyak kenangan indah yg pernah kmi lalui bersama walaupun sangat singkat dia juga anak dari mama mirna " jelas Vierra tersenyum mengingat kebersamaan nya bersama revan


siti hanya mengangguk mengerti bagaimana perasaan sahabat nya sekarang pasti hati Vierra sangat bahagia karena bisa bersama dengan laki-laki impian nya


πŸ’«πŸ’«πŸ’«


revan tersenyum setelah video callan bersama Vierra walaupun tak bisa bertemu setidak ia bisa mengobati rasa rindu nya...


tok tok


"masuk " titah revan di depan komputer nya fokus dengan pekerjaan nya


seorang wanita yg berpakaian ketat masuk dengan gaya menggoda mendekati revan dia adalah priscillia, priscillia dari dulu selalu berusaha mendekati revan tapi selalu gagal termasuk yg di Korea itu juga dia...


"ada apa? " tanya revan dingin


"aku kangen sama kmu " ucap priscillia manja mendekati kursi yg revan duduki


"menjauh dari ku " ucap revan dingin


"aku nggak mau, maunya sama kamu terus " tolak priscillia