
sebelum istirahat revan telah mengirimkan pesan pada ku untuk makan siang di taman belakang sekolah karena kmi berdua telah membawa bekal yg ku masak tadi pagi....
belum istirahat pun berbunyi menandakan jam istirahat pertama telah di mulai,aku mengambil 2 kotak bekal di dalam tas ku seperti biasa nya makan siang revan selalu aku yg membawanya...
"vie ayo kita ke kantin" ajak mey dan fey untuk ke kantin bersama
"maaf aku nggak ikut kalian tadi revan kirim pesan dia ngajakin makan siang bersama " jelas ku merasa tak enak hati kepada kedua sahabat ku
"hmm iya nggak pa pa vie kmi ngerti kok gimana pangeran mu itu hehe " ledek fey dgn cengiran nya pipi langsung panas mungkin sudah merah sekarang gara-gara mereka
"apaansi fey orang dia cuma minta anterin mkn siang aja " kilah ku tersenyum menutupi kegugupan ku
"walaupun cuma gitu tapi hati kmu seneng banget kan ayo ngaku " ledek mey tertawa..
"udah ah aku mau ke taman dulu nanti revan nunggu nya lama lgi ngeladenin kalian nggak akan ada abis nya " ucap ku pergi dari mereka menuju taman
dengan semangat aku membawa dua kotak bekal di tangan menuju taman... hati sangat berbunga-bunga apa semalam revan menyatakan perasaan membuat terasa melayang walaupun aku masih bingung bagaimana dgn hubungan kmi sekarang.
benar saja revan telah menunggu di bawah pohon rindang yg berada di taman tsb
"maaf aku terlambat " ucap ku duduk samping nya
"nggak pa pa kok " ucap revan tersenyum melihat ku
" ayo kita makan nanti keburu masuk lagi " ucap menata makanan di depan kmi berdua ia mengangguk lalu ia menyuap makan ke dalam mulut nya
"gimana enak nggak? " tanya ku penasaran dgn ekspresi yg revan yg tak bisa di tebak
dia selalu bisa membuat tersipu malu dgn perbuatan nya yg tak terduga terkadang hanya dgn hal kecil bisa membuat ku bahagia bersama nya
"kamu ini bisa aja deh belajar dari mana bang gombal nya " canda ku menghilang rasa malu ku sendiri
"itu bukan gombal tapi kenyataan vie " tegas revan aku ingin ngomong tapi revan menyuapi ku makanan
"jgn banyak ngomong nanti kita telat " ucap nya, aku hanya diam menghabiskan makan siang kmi berdua tanpa suara . elesai makan aku merapi tempat makn nya
hati ku tak tenang penasaran dgn hubungan kmi sebenarnya ingin bertanya pada revan sebenarnya kmi seperti apa
"revan" panggil ku ragu
"hmm " ucap nya
"aku mau tanya sesuatu sama kmu tapi kmu jgn marah ya " ucap ku takut revan marah pada ku
"tanya aja vie selagi aku bisa Jawab akan ku jawab kmu jgn ragu buat tanya sesuatu pada ku " ucap revan menatap ku
"aku masih bingung ttg kita sebenarnya kita ini apa teman, pacar atau cuma adik dan kakak aj , tolong perjelas ttg hubungan kita jgn bikin aku terasa dia atas angan-angan terus " ucap ku mengeluarkan uneg-uneg yg dari semalam aku pendam
"jujur aku mencintaimu juga tapi aku bingung bagaimana aku mengekspresikan itu karena aku bukanlah laki-laki sempurna atau romantis seperti yg kmu inginkan, untuk hubungan kita aku nggak bisa ikat kmu dgn suatu hubungan resmi tapi yg aku tau kmu adalah milik ku selama kmu masih mencintai ku maka kmu akan tetap menjadi milik ku " jelas revan menatap ku dalam penuh kasih sayang
"aku tak tau harus bilang apa tapi sekarang hati sangat bahagia akhirnya setelah 3 thn perjuangan ku menahan rasa ini terbalas kn juga " ucap ku meneteskan air mata