Blanket Kick

Blanket Kick
20



....•*♫•♬•langit ku•♬•♫•....


...dia seperti misteri bagi ku banyak sekali yang belum ku ketahui dari nya ......


...banyak yg tersimpan dalam nya bahkan tak mudah untuk seseorang mengetahuinya....


💫💫💫💫*


aku dan mey melihat Fey bertengkar sama joni malah tertawa mereka tak pernah akur, aneh padahal kmi sahabatan tapi Fey dan joni selalu saja debat atau bertengkar tapi inilah warna dalam persahabatan kmi


"awas jgn berantem terus nanti jodoh loh " celetuk mey menahan tawa nya


"najis " ucap Fey dan joni bersamaan


"hahaha kalian itu kompak sekali kyk nya kalian benar-benar jodoh deh " ucap ku tertawa lepas


"ayang ebeb kok kmu gitu sih, hati bang joni hanya untuk neng Vierra seorang bukan untuk kang tonjok ini " rengek joni tak Terima kmi menjodohkan nya sama fey


"aku juga nggak mau kali sama cowok alay kayak kmu nggak ada manfaat nya " ketus Fey menatap tajam joni


"astaga gimana nasib ku nanti klo punya istri kyk kang tonjok ini pasti setiap hari aku babak belur" gumam joni bergidik ngeri


"apa kmu bilang tadi ahh mau aku tonjok beneran kmu ya " kesal Fey pada joni


"mak tolong joni mau di tonjok ama cewek jadi-jadian " ucap joni berlari


"joni awas kmu ya" ucap Fey ingin ngejar joni namun aku menarik tangan Fey agar tidak mengejar


"udah jgn di ladenin " ucap ku menenangkan Fey


"udah jgn berantem mulu nanti beneran jodoh loh " ucap mey tersenyum jahil


dia guru yg sangat baik sehingga kami semua menyayangi nya


seusai jam sekolah aku dan para sahabat ku pergi ke cafe milik keluarga joni ,sudah dua minggu ini aku bekerja disana setelah pulang sekolah sampai malam beda dengan dua sahabat ku yg bisa santai karena mereka anak orang kaya seperti Fey dia anak dari pemilik hotel bintang 5 di kota ini dan mey dia anak kedua dari pemilik restoran yg lumayan besar dikota ini sedangkan joni dia juga anak pemilik cafe dan memiliki beberapa cabang di luar kota juga...


aku melayani pelanggan mengantar makan dan mencatat pesanan membersihkan meja yg kotor terkadang aku juga menyanyi di sini...


"vie tolong kmu layani meja no 16 " ucap senior ku


"okk mbak aku kesana dulu ya " ucap ku tersenyum aku segera menuju meja no 16 sambil membawa buku menu dan sebuah buku kecil lengkap dengan pena


"permisi tuan dan nona silakan memesan ini buku menu " ucap ku memberikan buku menu


laki-laki itu mendongak melihat ke arah ku betapa terkejut nya ku melihat revan bersama seorang gadis cantik makan malam bersama, siapa gadis ini? apa dia kekasih nya revan atau hanya sekedar teman? banyak pertanyaan yg ada di dalam benak ku, hati ku terasa sakit seperti ada ribuan jarum yg menusuk melihat revan bersama wanita lain


aku berusaha menetralkan perasaan ku bersikap seperti biasa tidak apa-apa "silakan pesan tuan dan nona " ucap ku tersenyum kepada keduanya


revan terus menatap ku entah apa yg di pikir kan nya aku tidak tahu sebisa mungkin aku bersikap normal


"saya pesen yg paling spesial disini dan minum orange jus " pesan gadis itu sambil membaca menu


"rev kmu pesen apa ? " tanya gadis itu memegang tangan revan


"nasi goreng sama ice thea " pesan revan terus menatap ku aku mencatat semua pesanan mereka


"baiklah mohon di tunggu tuan dan nona " ucap ku berlalu pergi


aku memberikan pesan revan kepada bagian dapur setelah itu aku pergi ke toilet di sana aku menangis merasa sesak di dada ku ada ribuan jarum yg menusuk hati terasa amat sakit...