Blanket Kick

Blanket Kick
36



ku akui revan sangat pandai menutupi semua nya tapi bagaimana nanti pasti lama-lama ketahuan juga....


"semua nya aku berangkat dulu ya " pamit ku beranjak dari tempat duduk ku


"ya nak ibu juga sekalian pamit ya nanti siang ibu sama ayah berangkat ke desa " ucap Ibu memberi tahu keberangkatan nya


"ya bu maaf vie nggak bisa nganter vie pulang nya sore " ucap ku lesu , sebenarnya aku tak rela ibu dan ayah pulang ke desa tapi tak bisa berbuat apa-apa itu sudah jadi keputusan mereka


"iya nak ibu ngerti kok " ucap Ibu tersenyum pada ku


"kmu jaga kesehatan disini jgn ngerepotin mama sama papa mu ya " pesan ayah pada ku


aku langsung memeluk kedua sambil menangis tersedu tak rela harus berpisah dgn kedua orang yg paling berharga dalam hidup ku


"udah vie jgn sedih kita masih bisa video call an nanti klo vie kangen kn bisa ke desa aja ajak Fey , mey sama si joni juga nanti " ucap Ibu menenangkan ku dengan lembut sambil membalas pelukan ku


"iya putri ayah jgn sedih nanti cantik ilang loh " goda ayah membalas pelukan ku


"ayo kita berangkat" ajak revan memegang tangan ku


"hmm" ucap ku melepaskan pelukan pada ayah dan ibu


"nak revan jgn Vierra ya dia suka sekali lupa ceroboh nya nggak ketulungan tolong perhatikan dia " ucap Ibu pada revan yg diangguki oleh revan tanda ia paham


"ibu vie tidak se ceroboh itu " protes ku tak Terima di bilang ceroboh


"tapi suka pelupa kan " ucap Ibu tak mau kalah


"iya vie memang pelupa sering banget lupa barang, lupa nama orang dll " ucap ku pasrah


"jgn nanti lupa kalo udah punya kekasih " ucap mama mirna membuat semua orang tertawa


"InsyaAllah nggak kok " ucap ku tersenyum


"ayo kita berangkat nanti telat " ucap revan menarik tangan ku aku hanya mengangguk saja lalu kmi berangkat sekolah bersama


selama perjalanan kmi sama-sama diam tak ada yg bersuara tangan revan masih menggenggam tangan ku


"ada apa? " ucap revan menatap ku


"lepaskan tangan ku nanti ada yg lihat ini bisa membuat mu malu karena bersama gadis bodoh seperti ku " jelas ku memelas pada nya menundukkan Kepala ku


"terserah " ucap nya melepaskan genggaman tangan ku


aku langsung pergi meninggalkan sedikit berlari menuju sekolah tak ingin ada yg melihat kmi sedang berdua


sampai di kelas ternyata keadaan kelas sudah ramai para sahabat ku juga sudah datang aku langsung menghampiri mereka yg sedang bercanda gurau bersama


"selamat pagi semua Vierra yg cantik dtg " ucap ku duduk disamping mey yg sedang makan snack


"pagi vie " sapa mereka bersama


kmi bercerita satu sama lain mulai dari yg berfaedah sampai yg nggak berfaedah sama sekali kmu bahas


***


hari ini ada ekskul paskibra semua di wajibkan untuk ikut jadi kmi sekarang harus berganti baju olahraga untuk ekskul paskibra nya


aku, Fey, dan mey telah berada di ruang ganti hanya ada kmi bertiga tak lama kemudian anak dari kelas lain dtg untuk mengganti pakaian mereka


"pantesan hawa nya panas bgt ada gadis kampungan disini " siswi1 melirik ku dgn jijik mengibaskan tangan nya


"ya panas banget disini bau juga gara-gara gadis kampungan ini " siswi2 menimpali juga


aku hanya diam tak ingin meladeni mereka walaupun hati ku terasa sakit mendengar nya tapi aku hanya bisa diam untuk ini


"fey , mey ayo kita keluar aku udah selesai" ajak ku pada dua sahabat ku, kmi pun keluar dari tempat ganti


sekuat tenaga aku menahan air mata ku agar tidak jatuh di depan kedua sahabat ku, aku tak ingin mereka melihat sisi lemah ku


"aku ke toilet dulu ya kalian duluan aja " pamit ku kepada kedua nya yg diangguki oleh kedua nya


aku berjalan menuju toilet sekolah yg jarak nya sedikit jauh dari tempat ganti tadi tiba-tiba ada tangan yg menarik ku