Blanket Kick

Blanket Kick
10



walaupun aku menolak ayah dan ibu akan ttp menginap di rumah tante mirna lebih baik aku mengikuti keinginan mereka


"sebentar lagi tante mirna sama om anto akan dtg kesini " ucap Ibu yg langsung membuat kaget


"apa maksud ibu kita pindah nya malam ini juga " ucap ku tak percaya


"iya nak tante mirna dan om anto mu sudah di jalan sebentar lagi dtg " ucap ayah memperjelas


aku hanya bisa diam tak tahu apa yg harus ku lakukan menurut ini sangat mendadak dan serba mengejutkan untuk ku sendiri...


tak lama kemudian ada dua orang yang datang mendekati kami, mereka seumuran dengan ayah dan ibu yg satu perempuan yg sangat cantik dan elegan, yg satu lagi seorang laki-laki berwibawa dan menurut ku sangat ber karismatik mereka sangat lah cocok


"mira akhirnya kita bisa seperti dulu lagi satu atap bersama" ucap nya memeluk ibu dengan semangat tak lupa senyum bahagia yg di pancarkan nya


"iya kita akan satu atap lagi kedua lelaki tengil ini " ucap Ibu membalas pelukan nya sambil melirik ayah dan laki-laki yg di samping nya dengan lirikan tajam


"biar tengil ini tetap suami tercinta kmu juga " ucap ayah cengengesan


"bener banget walaupun kita berdua tengil tapi kalian cinta mati sama kita berdua kan " sambung laki-laki itu


"astaga mirna dua laki-laki ini sangat percaya diri sekali" ucap Ibu sambil melepaskan pelukan nya


"dari dulu mira mereka tidak pernah berubah" ucap tante mirna sambil mengangguk


"ohh ya sampai lupa kenalin ini Vierra anak ku " ucap Ibu memperkenalkan ku kepada sahabat lama nya


"hallo tante saya Vierra " ucap ku mencium tangan tante mirna sambil tersenyum


"wahh Vierra cantik sekali sama seperti mu mira " ucap tante mirna


"siapa dulu dong yg bikin nya " ucap ayah tersenyum jahil


"tenang Vierra anak polos kok dia nggak akan mengerti apa yg aku bicarain tadi " ucap ayah cengengesan


"dasar kau don lambat laun ia akan mengerti juga " ucap om anto hanya bisa menggeleng kepala


"ayo kita berangkat " ajak tante mirna pada kmi semua


saat kmi ingin pergi aku melihat anak-anak pengungsian dan para relawan yg berada di sana mendekati kmi


"Vierra kmu mau kemana ? " tanya kk Fika yg memang sangat akrab dengan ku


"kk Fika aku mau menginap di rumah tante mirna selama banjir masih besar " ucap ku pada kk Fika


"ya kok kmu pergi sih nanti aku kesepian lagi deh " ucap kk Fika lesu


"kan ada kk Vino sama kk riko banyak juga anak-anak disini " ucap ku


.


kk Vino mendekati ku memberikan sebuah kartu nama kepada ku "ini apa kk? " tanya ku melihat kartu nama itu


"ini kartu nama kakak kalo kmu nanti ada HP nanti kmu bisa hubungi kakak biar kita ttp menjadi teman dan nggak putus komunikasi" jelas kk Vino


"siap nanti aku simpan nomor kakak siapa tau kita bisa bertemu lagi " ucap ku mengambil kartu nama itu


"Vierra ayo nak ini sudah larut " ajak ibu menarik lengan ku


kmi pun pergi ke rumah om anto dan tante mirna menggunakan mobil yg menurut sangat bagus sekali