Blanket Kick

Blanket Kick
82



mereka pun makan malam bersama sekalian membicarakan tentang pernikahan revan dan Vierra, para orang tua ingin pernikahan mereka di adakan secara besar-besaran tapi para calon pengantin malah ingin di adakan secara sederhana dan mereka bersama para sahabat nya yg akan menyiapkan semua nya dan turun tangan langsung menyiapkan semua keperluan ijab mobil serta resepsi nya... mau tidak mau para orang tua harus mengalah demi kebahagiaan mereka , toh yg menjalani semuanya juga mereka


💫💫💫


keesokan harinya sesuai dengan rencana mereka ... hari ini mereka berangkat ke raja ampat menggunakan jet pribadi revan.


kini mereka telah di dalam sebuah jer pribadi yg sangat mewah , pelayanan VVIP ... baris pertama ada revan dan Vierra yg duduk bersebelahan, dibarisan kedua ada mey dan ha-joon sang tunangan, dan yg dibarisan ketiga ada pengantin baru fey dan joni mereka memilih barisan paling belakang agar mereka bisa leluasa ..


"yank aku pengen yg semalem deh " bisik joni dengan suara serak menggoda di telinga fey membuat yg empunya memerah


"ta_tapi ini di dalam pesawat yank nanti aja klo sampe " balas fey membujuk joni


tanpa basa-basi joni langsung melahap bibir seksi fey karena adek kecil nya udah berdiri dari tadi


"hmm yank hmm " ucap fey di sela-sela ciuman tangan joni tak tinggal diam dia terus meremas squishy yg ada pada fey


"ahh ahhk cu_kup " desahan keluar dari bibir seksi fey membuat joni semakin gencar dan semangat melakukan nya


"yank udah nggak tahan lagi " ucap joni sudah melepaskan ciuman nya beralih ke leher fey


"woii joni kalian kalo mau bikin keponakan buat kita masuk kamar jgn disini " teriak mey merasa risih mendengar desahan fey membuat telinga nya panas


seketika joni menghentikan aktivitas nya menatap fey yg sedang tertunduk malu karena ulahnya


tanpa aba-aba joni langsung menggendong fey masuk kedalam salah satu kamar yg ada di dalam jet tsb, sementara yg lain melihat kelakuan pengantin baru itu hanya bisa menggeleng Kepala


di dalam kamar joni telah membaringkan fey kini ia telah berada di atas fey yg masih tertunduk malu


"aku mau lagi yank " ucap joni sudah tak tahan, ia mencium bibir fey semakin lama semakin memperdalam tangan juga tak tinggal diam kini telah berada di tempat kesukaan nya


"yank aku masuk ya? " ucap joni memperlebar kaki fey lalu mengarahkan pedang pusaka nya kedalam goa fey dgn perlahan


"ahhkk sak_kit yank " ucap fey meringis walaupun ini bukan pertama kalinya tapi entah mengapa ini masih terasa sakit walaupun tak sesakit waktu pertama kali


joni terus mendorong pedang pusaka nya hingga memenuhi goa fey , ia berdiam sebentar menatap sang istri yg berada di bawah nya


"ini akan sangat nikmat sayang ku " ucap joni mengecup kening fey lalu bibir bukan hanya kecup@n tapi l√mat@π juga, ia mulai berolahraga bersama istri nya .. des@h demi des@han kini mulai terdengar merdu bagi joni


sampai akhirnya mereka mencapai puncak nya joni memperdalam pedang pusaka nya kedalam goa fey


"ahhh " des@h joni mencapai puncak nya lalu ia mencabut pedang pusaka nya dari goa fey


terlihat fey yg kini tertidur karena kelelahan melayani sang suami, joni membersihkan diri nya setelah itu keluar kamar menemui yg lain dengan wajah segera matahari


"mana fey kok nggak keluar? " tanya Vierra polos melihat joni yg keluar kamar sendirian


"ada lagi tidur, kecapean" ucap joni memakan cemilan Vierra


"kecapean ngapain perasaan tadi kalian cuma duduk terus masuk kamar" tanya Vierra merasa bingung membuat revan beserta yg lain tepok jidat


"joni mending kmu pergi jgn rusak kepolosan Vierra deh " usir mey pada joni


"ya ya aku tau kok " ucap joni duduk di tempat duduk nya


"chagiya kok pertanyaan aku nggak di jawab si " protes Vierra manja karena pertanyaan tak di jawab oleh joni


"nanti setelah kita nikah kmu akan tau chagiya"ucap revan selembut membelai rambut Vierra lalu ia memilih memejamkan mata nya untuk menghindari pertanyaan Vierra yg lain lagi