Blanket Kick

Blanket Kick
68



"tapi ayah dan ibu ku " ucap Vierra bingung karena setiap mereka bicara serius pasti akan terlaksana Vierra hanya bisa pasrah dengan keputusan kedua sahabat nya itu..


💫💫💫💫


revan sedang kacau tak tau harus mencari Vierra kemana hati nya sangat gelisah kedua orang tua nya sangat marah karena ke khilafan nya itu...


di dalam mobil revan terus berusaha mencari keberadaan Vierra yg entah dimana sekarang , revan sangat kacau sekali sekarang


"arrrggghhh semua ini karena priscillia wanita murahan itu berhasil membuat ku jauh dari Vierra" ucap revan prustasi membanting stirnya penuh amarah


"Vierra dimana kmu chagiya aku minta maaf ini semua salah ku. ku mohon kembali lah jgn bikin aku seperti ini " lirih revan tanpa sadar air mata nya jatuh


ia sangat merasa bersalah karena sudah berulang kali menyakiti hati Vierra tapi hari ini ia membuat hati Vierra hancur karena perbuatan nya sendiri...


"kemana lagi aku harus mencari mu chagiya? aku minta maaf aku yg salah jgn tinggalkan aku sendiri hanya kmu yg bisa merubah dunia ku " ucap revan putus asa


"aku harus kerumah mey atau Fey karena mereka sahabatnya Vierra mereka pasti tau dimana Vierra sekarang" gumam revan mendapatkan sebuah petunjuk akhirnya ia memutuskan untuk dtg Kerumah Fey ternyata Fey tidak ada di sana lalu ia memutuskan untuk kerumah mey


sesampainya di rumah mey pembantu nya membuka pintu rumah langsung revan menanyakan keberadaan Vierra ataupun mey ternyata mereka ada di dalam


tak lama kemudian ketiga sahabat itu keluar dari kamar menemui revan yg berada di ruang tamu dgn senyuman revan menyambut mereka tapi mereka malah sebaliknya


brukk


"masih berani kau dtg kesini ahhh? " ucap Fey penuh amarah kepada revan


revan berusaha bangkit mendekati Vierra yg hanya diam air mata nya terus mengalir deras tanpa henti


"chagiya _" ucap revan terpotong saat tangan Vierra mengangkat menandakan untuk diam dan berhenti mendekati nya


"jgn bicara lagi ttp disana aku nggak ingin bertemu ataupun bicara dengan mu lagi " ucap Vierra menangis menatap revan sendu


"dulu aku pernah bilang sama kmu jika kmu telah menemukan teman untuk berjalan di jalan kehidupan mu aku akan pergi dengan sendirinya. sekarang aku akan pergi karena kmu telah menemukan nya, aku memilih jalan ku sendiri kita sekarang berbeda hufff" ucap Vierra menarik nafas dalam mengatur emosi nya


"dari dulu aku selalu berjuang demi cinta ku sama kmu bahkan aku sering di hina tapi ku tak pernah menanggapi semua itu karena aku hanya melihat mu bukan orang lain, dulu kmu juga pernah bilang jika tak kan pernah bisa bersatu tapi dengan bodoh nya aku ttp berjuang demi cinta ku tapi hari ini kmu menunjukkan jika kita tak kan pernah bisa bersatu, aku lelah revan sangat lelah dengan semua ini aku menyerah " ucap Vierra semakin menangis tersedu memeluk mey di samping nya


mey membawa Vierra pergi dari tempat itu kini hanya ada Fey dan revan dengan gawa sangat dingin


"kau dengar sendiri kn?apa yg telah kau lakukan kepada Vierra sudah sangat keterlaluan, selama ini aku diam demi sahabat ku berharap jika kau akan menerima nya dengan tulus suatu saat nanti tapi hari ini kau menunjukkan seperti apa Vierra dimatamu" bentak Fey yg tak Terima sahabat nya di sakiti sama revan


"Fey aku sangat mencintai nya tolong jgn pisahkan aku dengan nya dia dunia ku , dia hidup ku Fey tolong aku beri kesempatan sekali lagi untuk ku " mohon revan yg sudah kacau bersimpuh di kaki Fey


"kau bilang mencintai nya tapi mengapa kau selalu menyakiti nya sendiri harus nya bagaimana seorang Vierra selama ini hufff" Fey menarik nafas mengatur emosi nya sendiri yg sudah mencapai ubun-ubun


"revan selama ini Vierra sangat tulus pada mu dia bahkan nggak tau siapa keluarga kmu sebenarnya setiap hari dia selalu bekerja sepulang sekolah untuk uang jajan nya sendiri padahal tuan dan Nyonya velix sudah memberikan kartu kredit tanpa limit pada nya tapi dia tak pernah menggunakan itu, karena apa? karena dia bukan cewek mata duitan bukan kyk cewek yg selama ini mengejar kmu " ucap fey menangis menatap tajam revan berlalu pergi meninggalkan revan yg menangis menyesali perbuatannya yg menyia-nyiakan Vierra selama ini