
sampai aku melihat mey ingin di pukul deng kayu yg lumayan besar oleh salah satu km dari mereka sekuat tenaga aku mendekati mey menjadi tubuh ku sebagai perisai nya sehingga aku yg terkena pukul di bagian punggung , rasa nya sangat nyeri dan skit di bagian punggung rasanya aku tak kuat lagi
"viee " teriak mey itulah yg ku dengar terakhir kli sebelum aku penglihatan ku gelap
💫💫💫
aku tau sekarang berada dimana tapi saat ini aku berada di tempat yang sangat indah penuh dengan bunga dan kupu-kupu yang berterbangan disana sini...
aku duduk di sebuah bangku panjang yg berada tak jauh dari ku, sungguh aku sangat nyaman berada di sini suasana nya sangat tenang aku ingin selalu berada disini
"tempat apa ini kenapa tidak ada seorang pun disini, tempat apa ini sebenarnya" lirih ku menatap langit biru
"ini nama nya syurga tapi seharusnya kmu blm berada disini " ucap seseorang yg tiba-tiba duduk di samping ku, aku menoleh terus menatap seolah-olah aku kenal dengan nya
"aku laras teman masa kecil mu yang meninggal dulu " ucap nya seolah-olah tau apa yang ada di dalam pikiran ku sekarang sentak membuat ku kaget langsung memeluk nya sahabat yg sangat aku rindu kan
"laras aku sangat merindukan mu " ucap ku memeluk erat nya
"aku juga sangat merindukan mu Vierra sahabat ku yg cerewet " ucap laras membalas pelukan ku tersenyum
"apa benar ini syurga ? apa sekarang aku sudah meninggal" ucap ku melonggarkan pelukan ku pada nya sambil menatap nya
"ya ini syurga vie tapi kmu blm meninggal " jawab nya tersyg hangat
"laras, vie ingin disini aja mereka semua jahat sama vie, vie ingin bersama laras terus " tengek ku memegang tangan laras merengek seperti anak kecil
"kmu blm bisa disini selama nya perjalanan kmu masih panjang ada yg menunggumu disana vie " ucap nya memberitahu ku
"nggak ada yg menunggu ku disana " ucap ku penuh keyakinan
"ada Vierra " ucap nya penuh penekanan
"coba kamu lihat cahaya itu dengar kan suara yang ada disana " perintah laras mengarahkan tangan kearah sebuah cahaya yg sangat terang di depan ku, aku menurut menatap cahaya tersebut tak lama terdengar suara yg sangat familiar bagi ku
deg deg
"i_itu suara revan " lirih ku sangat mengenal suara pangeran hati ku itu
"iya itu suara nya, coba kmu dengar saja yg ia bicara kan " ucap laras mengangguk lalu aku menajamkan pendengaran ku
"knp kmu lama sekali tidur nya aku sangat merindukan perhatian mu, ocehan mu, dan yg lain nya. sudah sebulan kmu tidur seperti ini papa juga sudah pulang dari rumah sakit tapi kmu blm sadar juga " ucap revan seperti terhenti menghela nafas nya
"banyak yg berubah selama kmu tidak ada, aku ingin kmu berada disisi ku terus . aku menagih janji mu untuk bersama ku selama nya tapi apa sekarang kmu meninggalkan sendiri hidup ku terasa hampa sekarang " ucap revan seperti menangis
hati ku sakit mendengar nya seperti orang yg tak berdaya, tapi aku bingung kenapa ia seperti ini bukan nya ia seharusnya senang jika aku pergi bukan nya bersedih seperti ini
"sudah berapa lama aku disini " tanya ku menatap laras yg berada disamping ku
"setiap menit kmu disini sama seperti sehari kmu disana " jawab laras tersenyum menatap ku lalu memegang tangan ku
"apa kmu yakin akan tetap disini setelah kmu tau ada seseorang yg menunggu mu sekarang? " tanya laras menatap ku penuh kasih sayang
"tapi aku tidak yakin ia benar-benar menunggu ku " lirih ku menundukkan Kepala ku
"semua keputusan ada ditangan mu sekarang tapi ingat jgn pernah merasa sendiri banyak orang sayang pada mu " tegas laras pada ku
"hmm ya bantu aku untuk kembali " ucap ku penuh keyakinan ingin kembali
"ikuti cahaya itu maka kmu akan kembali , aku akan selalu ada disamping mu " ucap laras memeluk ku
tak lama aku mengikuti cahaya tersebut semakin lama cahaya itu semakin terang. perlahan tangan ku mulai bergerak, mata ku mulai membuka
"re_revan " kata pertama ku ucapkan saat membuka mata ku
......ig:tri.w.yuni.100......