Blanket Kick

Blanket Kick
29



jam istirahat pun tiba aku bergegas membereskan meja ku memasukkan buku kedalam tas lalu keluar kelas sambil membawa kotak bekal ku menuju jelas revan


dengan semangat aku melangkah kan kaki menuju kelas revan banyak sekali aku berpapasan dengan orang-orang yg tak menyukai ku tapi aku tak memperdulikan itu semua yg terpenting aku memenuhi janji ku kepada revan


kini aku telah berada di depan kelas revan aku melihat nya dengan seorang perempuan yg sangat cantik duduk di sebelah nya membuat ku mengurungkan niat ku menemui nya aku menunggu di depan kelas sampai perempuan itu pergi


tak sengaja aku mendengar percakapan mereka yg membawa nama ku aku menajam pendengaran ku untuk mendengar percakapan mereka


"ku lihat kamu semakin dekat sama vierra gadis pemenang lomba puisi tahun ini " ucap wanita itu pada revan


" ku rasa biasa saja "ucap revan santai


" hhh revan revan kau ini tidak usah munafik aku tau menyukai gadis bodoh itu " ucap wanita itu tertawa sinis


"tak mungkin seorang revan velix menyukai seorang gadis bodoh seperti nya, ya dia memang tergila-gila pada ku tapi aku tak tertarik sedikit pun pada nya bahkan melihat wajahnya saja aku enggan " ucapan revan bak petir di siang hari menyambar hati ku


sebisa mungkin aku tak menangis mendengar perkataan revan tadi aku memutuskan untuk pergi meninggalkan bekal yg ku bawah tadi di depan kelas...


tujuan ku sekarang hanya taman duduk di taman sendiri mencurahkan semua yg kurasakan sekarang di dalam sebuah puisi


....•♫•♬•mencintai tapi tak dicintai•♬•♫•....


...Inikah derita........ ...


...Mencinta tapi tak di cinta ...


...Merindu tapi tak dirindu ...


...Hanya menatap kosong sang ...


...rembulan...


...Berharap diri adalah sang bintang ...


...Yang selalukaunanti di ujung ...


...senja ...


...Hanya berharap aku saja yang ada ...


...dihati ...


...Tapi ketika kupijaki bumi ...


...Aku hanyalah satu diantara ...


...bintang itu ...


...Ada banyak hati ygkaunanti ...


...Tapi bukan untukku ...


...Itu untuk yang lain ...


...Dan aku hanyalah butiran debu ...


...Tak berarti dan takkan memberi ...


...arti ...


...Selamanya. ...


...Aku hanya dapat menahan air ...


...mata ...


...Atas kasih yang tak pernah ...


...sampai...


seharusnya aku tak sedih atau menangis karena semua ini pasti akan terjadi pada ku tapi hati tak bisa membohongi jika aku mencintai nya


aku menutup buku berjalan masuk kedalam kelas sebisa mungkin aku ttp tersenyum di depan para sahabat ku...


"vierra Larasati dari mana aja kmu ak7 dari tadi nyariin kmu tau " kesal mey sedikit teriak dengan melipat kedua tangan diatas dada


"dari akhirat " jawab ku asal langsung duduk


"nggak sekalian dari ketemu yg kuasa " timpal Fey memutar bola mata jengah


"mau nya sih tapi nggak bisa " ucap ku dengan cengiran


"astaga dragon kok aku punya sahabat otak nya cuma dikit sih " gerutu mey dramatis


"makanya bagi dikit otak nya biar aku pinter " celetuk ku tanpa dosa


"bukan nya tambah pinter malah tambah oon kmu nya " ucap Fey menjitak Kepala ku


"sakit Fey " ucap ku meringis


***


pulang sekolah aku sengaja keluar paling akhir agar tak bertemu revan nanti nya, aku tak ingin ai tambah risih jika aku di dekat nya lebih baik mulai sekarang aku menghindari nya


sampai di rumah aku lebih memilih untuk tidak keluar kamar agar tak bertemu revan, aku menyetel lagu fake love bts di HP ku sambil meresapi isi lagu itu yg sama seperti yg kurasa kan sekarang