
jarak kmi sangat dekat membuat jantung berdetak lebih kencang , aku takut revan mendengar detak jantung ku...
"knp? " tanya nya menatap ku tersenyum miring pada ku
aku bingung hrus menjawab apa jantung ku masih berdetak sangat kencang lidah ku keluh untuk bicara
"wajah kamu knp merah apakah kmu demam " tanya revan terus menatap ku penuh arti
ohhh tidak apakah wajah sangat merah astaga aku sangat malu ketahuan oleh revan aku harus berbuat apa sekarang..
"ak_ku tidak demam kok , ak_ku hanya kepanasan saja " aku berkilah memalingkan wajah ku menjauh dari revan aku tak bisa berlama-lama di dekat nya seperti ini
"aku mau mandi dulu " ucap ku langsung berdiri berjalan menuju kamar
aku menutup pintu rapat kamar mandi jantung berdetak begitu kencang, ahh bagaimana jika revan tau pasti akan menjahili ku...
setelah 30 menit selesai mandi aku berniat tidur di ruang tamu aku tak mau jantung bermasalah gara-gara revan terus...
💫💫💫
kmi telah berada di ruang CEO revan sudah memulai tugas melihat semua data yg ada aku membantu nya sedikit karena aku tak terlalu mengerti soal ini ,revan bekerja sangat serius meneliti setiap berkas yg ada,mengadakan rapat antar pemegang saham ...
hari sudah menunjukkan jam makan siang aku pergi ke kantin memesan makanan untuk ku dan revan, aku tahu revan pasti akan melupakan makan siang jika ia sudah bekerja atau mengurus sesuatu membuat ku harus mengingat kan nya selalu dan mengurus makan siang nya
aku telah kembali dari kantin saat aku masuk aku melihat seorang gadis cantik,tinggi, dan seksi tengah berbicara bersama revan
tok tok
"permisi tuan ini makanan nya " ucap ku sopan meletakkan makanan yg kubeli tadi
"kmu siapa? " tanya wanita itu dgn tatapan sinis kearah ku
"saya hanya pembantu nona saya cuma mengantarkan makan siang tuan muda revan " ucap ku tak mengakui jati diri ku
"ya nona " ucap ku tersenyum
"sayang aku sangat lapar " rengek nya manja pada revan
duar... bak di sambar petir disiang Bolong hati ku terasa hancur mendengar kata sayang dari wanita itu untuk revan
"ayo kita makan " manja nya menarik tangan revan kearah sofa
"sa_saya permisi dulu tuan dan nona " ucap ku berusaha menyembunyikan perasaan ku yg hancur
"tetap disini " perintah revan tanpa menatap ku
"ba_baik tuan " ucap ku langsung duduk di meja kerja ku yg memang letak nya di ruangan tsb
"ihhh knp sih dia harus duduk disitu sih nggak ada tempat lain apa, terus kenapa juga dia harus ada di dalam ruangan ini sih " protes gadis tsb menatap tajam serta nada yg manja pada revan
"dia asisten pribadi ku " ucap revan makan siang plus santai
"hey kmu buat kn saya lemon jus tanpa gula " perintah nya kepada ku dgn nada angkuh
"baik nona " ucap ku beranjak dari tempat duduk
aku membuat pesanan gadis tsb setelah itu aku kembali memberikan minuman tsb pada nya
"sa_saya permisi ke toilet dulu tuan " ucap ku dgn nada gemetar
aku tak bisa lagi menahan tangis di dalam toilet aku menangis sepuas ku dada sesak melihat revan bersama wanita lain apa lgi sekarang bermesraan di depan ku
hati ku hancur aku bingung harus bersikap seperti apa sudah 2 tahn lebih aku berjuang sendiri demi cinta ku tapi tak sekali pun revan menganggap perjuangan ku ini