Blanket Kick

Blanket Kick
4



setelah menunggu beberapa saat sekarang giliran perlombaan membaca puisi di mulai satu persatu dari kami maju ke atas panggung membaca puisi yg di buatan sendiri


kini giliran ku maju membacakan puisi yg telah ku siap kan, aku sangat gugup karena untuk pertama kali nya aku membaca puisi didepan semua siswa-siswi sekolah ini


setelah perkenalan aku memejamkan mata ku mengatur agar aku bisa tenang dan bersemangat


......cinta dalam diam......


...Entah harus dari mana harus kumulai cerita ini......


...Kabut sunyi perlahan mulai merayap di hati.....


...Aku yang mencintaimu dalam diam...


...Menahan rindu yang kian tak teredam......


...Ingin rasanya aku bertemu denganmu...


...Tapi, menyapamu saja aku tak mampu...


...Lalu, apa dayaku?.....


...Bahkan anginpun membisu.....


...Ketika aku mengadu tentang apa saja yang bertalian dengan dirimu.....


...Mungkin bagiku cukup Tuhan yang tahu...


...Tentang apa dan bagaimana perasaanku...


...Karena bahagiaku, masih bisa menyelipkan namamu dalam setiap doaku......


^^^𝓫𝔂:𝓥𝓲𝓮𝓻𝓻𝓪^^^


aku membaca puisi dengan menghayati setiap bait tsb aku membayangkan wajah revan dalam setiap bait puisi ku ..


setelah itu terdengar tepukan dari semua yg yg menonton, seketika aku tersenyum memandangi semua di depan ku...


ku dengar teriakan teman -teman sekelas ku menyebut nama ku "Vierra sang juara" begitu teriakan yg ku dengar membuat bertambah semangat walaupun saingan sungguh berat semua


kemudian aku kembali ke belakang panggung untuk menunggu keputusan para juri ...


"Vierra" panggil seseorang pada ku yg sangat ku kenali siapa lagi kalau bukan mey dan Fey yg dtg menemuiku di belakang panggung ..


mereka menghampiri dgn senyuman yg mengembang kepada ku "ahhh Vierra kamu tadi keren banget " ucap mey memelukku


"cihh puisi kyk gitu aja di banggain belm tentu jg juara " ucap peserta 1 menatapku sinis


"anak kampung mana mungkin bisa jadi juara mimpi tuh jgn ketinggian nanti jatuh loh sakit banget Hhhhh" timpal yg di samping nya sambil meledek ku


"he kalian jangan mentang-mentang kalian orang kaya ya bisa menghina orang sembarangan emang kalian udah yakin kalian bakalan menang apa " ucap mey marah karena mereka menghina ku


"ohhh jelas dong aku akan menang siapa sih nggak tau sama aku sang princess sekolah pasangan pangeran sekolah revan velix " ucap nya sombong mengibaskan rambut panjang nya


"hahahha kamu tuh yg mimpi ketinggian revan sang pangeran sekolah aja blm tentu kenal kmu muka modal oplas aja bangga" ucap Fey tertawa dgn tatapan tajam nya


"hhhh bener banget Fey tuh orang modal oplas aja bangga masih cantikan Vierra kali dari pada kmu " timpal mey ikut meledek wanita itu...


"udah Fey, mey nggak enak di liatin yg lain " ucap ku menenangkan kedua sahabat ku, ya memang benar sekarang kami menjadi pusat perhatian di ruangan ini


"nggak bisa vi mereka klo nggak di lawan tambah ngelunjak" tegas Fey yg terlanjur terbawah emosi


"bener kata mey kmu jgn diem aja klo di rendahin sama orang lawan dong keluarin kata kata savage kamu sama mereka biar mereka diem " tegas mey pada ku, ya memang benar aku selalu diam setiap ada yg membully ku karena aku tak ada kuasa untuk melawan mereka...


"jangan diem aja lawan mereka sampai kapan kmu mau di rendahin terus sama mereka, apa karena mereka orang kaya kmu orang miskin , ahh kmu jangan mau di bully sama orang yg modal uang orang tua " marah Fey pada ku


aku hanya menundukkan Kepala tanpa menjawab atau membalas perkataan kedua sahabat ku..


tak lama kemudian terdengar suara MC yg memberitahu jika seluruh peserta di suruh ke atas panggung,kmi pun naik keatas panggung ..


aku sangat gugup aku takut mengecewakan semua teman-teman sekelasnya ku kalau aku kalah


"hallo semua nya saat ini kita akan mengumumkan siapa sih pemenang lomba puisi tahun ini, apakah kelas VVVIP 1 atau kelas lain ya? wah sungguh ini sangat menegangkan.. apakah kalian tahu kalau sang pangeran sekolah akan menjadi juri penentu siapa kah yang akan menjadi sang Juara tahun ini " teriak sang MC bersemangat diikuti teriakan para penonton yg sungguh meriah terutama mc menyebutkan jika sang pangeran sekolah siapa lagi kalau bukan revan yang menjadi juri penentu jujur itu sangat membuat ku gugup setengah mati ...


aku hanya menundukkan Kepala meremas kedua tangan ku menahan kegugupan ku "ya Tuhan aku tidak meminta menjadi juara satu aku hanya meminta menjadi juara ke tiga setidak nya aku tidak mengecewakan teman-teman sekelas ku " doa ku dalam hati ....


"sekarang kita akan menyebutkan juara ke tiga dari lomba puisi tahun ini adalah..... Pricilla dari kelas VVIP 3 " ucap MC membuat putus asa karena aku tak mendapatkan juara ketiga pasti aku tak mendapatkan juara kedua atau pun pertama karena saingan ku sungguh kuat semua...


"kalian pasti penasaran siapa juara kedua dari lomba puisi tahun ini adalah.... febianka dari kelas VVIP 4" ucap MC pemenang kedua pun naik ke atas panggung


"wah wah juara tiga dan dua sungguh puisi nya membuat kita sangat melayang saat mendengar nya, Kira-kira siapa yang mendapat predikat sang pecinta puisi ya jadi penasaran deh, gimana kalau sang pangeran sekolah sendiri yang mengumumkan nya biar lebih abdol " ucap MC pada para penonton yg ada disana...


revan pun naik ke atas panggung semua yang ada di sana terpesona dengan ketampanan dan wibawa nya termasuk aku mata ku sampai tak berkedip melihat nya...


"hallo semua hari ini saya akan mengumumkan siapa pemenang lomba puisi tahun ini, saya kali klu ya puisi itu sangat indah yg seperti di tulis dari hati nya dengan sangat tulus membuat semua yg mendengar menjadi terbawa suasana yg ada di dalam puisi tersebut coba kalian tebak siapa lagi pemenang nya " ucap revan pada semua penonton sedangkan aku hanya diam menerka ttg puisi tsb...


"jika sudah menebak nya simpan dalam pikiran kalian saya akan menjawab semua itu jika benar kalian silakan bertepuk tangan sekeras mungkin dan jika salah kalian diam saja, baik lah pemenang lomba puisi tahun ini adalah.... Vierra Larasati dari kelas VVIP 5 kepada nona Vierra silakan maju" ucap revan pada ku...


aku diam tak percaya jika aku bisa menang dalam lomba puisi tahun ini , tak terasa air mata ku jatuh ku dengar tepukan meriah para menonton....