
"kau bilang hanya film kau salah itu semua kisah dari perjalanan mereka sehingga bisa sukses seperti sekarang" omel ku pada revan
"ayo ikut aku " ucap revan langsung menarik tangan ku entah ia membawa ku kemana tapi ia tak menanggapi omongan ku
"revan kita mau kemana?" tanya ku mengikuti nya dari belakang
"temani aku beli barang " jawab nya mempercepat langkahnya
"ihh revan pelan-pelan aja tangan aku sakit kamu tarik terus dari tadi " protes ku karena tangan ku di tarik revan lumayan kuat mungkin sekarang sudah merah gara-gara ia menarik nya
tak lama kemudian kamu sampai di sebuah toko pakaian branded dan perhiasan yg sangat mewah aku saja sampai kagum melihat nya
"selamat sore tuan muda silakan pilih barang yang ada ingin kan " ucap pelayan sopan kepada revan
"hmm " deham revan yg dingin nya udah kyk kulkas 1000 pintu
"dingin banget sih" gumam ku melihat sikap revan pada pelayan tsb
"maaf ya mbak atas sikap teman saya " ucap ku tak enak hati pada pelayan tsb yg di angguki oleh nya
"pilih yg kamu suka " ucap revan meninggalkan ku
aku melihat revan memilih barang-barang yg ia perlu kan dari kejauhan saja sambil duduk di sofa yg telah di sediakan oleh toko tsb
tak lama kemudian revan datang mendekati ku yg sedang asik membaca novel di HP ku , ia langsung duduk di samping ku
"sudah belanja nya ? " tanya ku mematikan HP ku menatap nya
"hmm sudah ,kmu? " tanya nya pada ku, aku langsung menggeleng kan Kepala ku
"nggak ada " ucap ku dengan wajah polos seolah-olah tak tau
"knp? " tanya nya
"sebenarnya aku bingung mau beli apa karena semua kebutuhan sudah cukup semua " ucap ku menggaruk Kepala ku yg tak gatal karena gugup
"ohh" revan hanya ber o ria saja sambil menganggukkan Kepala
"nggak sebentar lagi ada apa? " tanya nya menatap ku
"aku ingin makan es krim sebentar kmu tunggu disini aku akan kembali" ucap ku ingin pergi aku tak ingin merepotkan revan jika ia harus menemani membeli eskrim dengan antrian panjang
aku langsung meninggalkan revan yg menunggu pesanan nya sedangkan aku lagi mengantri di stan eskrim yg lumayan panjang
"mau rasa apa nona ? " tanya sang penjual tersenyum ramah pada ku
"saya mau rasa coklat dengan saos coklat dan toping marshmello ya mbak " ucap ku menyebutkan pesanan ku
tak lama kemudian pesanan ku datang dengan senang hati aku langsung memakan es krim yg ku ingin kan
saat di perjalanan aku bertemu kk Vino , kk Rio, dan kk Fika yg sedang berjalan-jalan di tempat yg sama dengan ku
"Vierra apa kabar kamu dex? " ucap kk Fika memeluk ku
" vie baik kk kakak sendiri apa kabar? "tanya ku membalas pelukan kk Fika
" hallo calon masa depan ku Vierra yg cantik "ucap kk Rio dengan candaan khas nya
aku melonggarkan pelukan ku pada kk Fika " hallo juga kk Rio yg ganteng kalo cantik nama nya ria "balas ku dengan candaan juga
"ehh kk vino apa kabar kk? " ucap ku pada kk vino yg tersenyum pada ku
"baik dex knp nggak hubungi kakak dex padahal kakak berharap kamu hubungi" ucap kk vino dengan wajah kecewa
astaga aku lupa dimana aku meletakkan kartu nama yg di berikan kk vino pada ku
"hehe maaf kk aku kartu nama nya hilang " ucap ku tersenyum canggung
"kmu ini pelupa nya nggak pernah hilang " ucap kk Fika menggeleng
"udah bawaan lahir kk " ucap ku cengengesan