
banyak lagi chat dari nya entah dia sadar atau tdak aku menghindari nya toh nggak ada gunanya dia juga tak mengharapkan ku ada disini cepat atau lambat aku akan perg8 dari hidup nya
malam sudah semakin larut kantuk pun mulai datang aku membaringkan tubuh di atas ranjang ku yg empuk mulai memejamkan mata ku terlelap dalam alam mimpi yg indah
pagi hari nya aku sudah siap untuk memasak di dapur tapi saat aku telah sampai di dapur alangkah terkejutnya aku melihat kedua orang yg sangat ku rindu kan ada di depan ku sedang memasak di dapur sontak membuat ku berlari mendekati mereka
"mama ibu " pekik ku berlari kearah mereka sontak membuat mereka menoleh kearah ku
"vie hati-hati nanti kmu jatuh " tegur ibu pada ku
"vie kangen kalian" ucap ku memeluk kedua nya sambil terisak
"kami juga kangen sama anak kesayangan kami ini " ucap mama membalas pelukan ku
"ustt jgn nangis dong nanti cantik nya hilang " ucap Ibu tersenyum padaku
"udah jgn nangis lagi ayo kita bawa ini ke meja makan " ucap mama mirna melepaskan pelukan nya ku angguki dengan semangat
semua telah berkumpul di meja aku sangat senang karena bisa berkumpul seperti ini lagi walaupun aku sangat canggung karena untuk pertama kalinya setelah sebulan aku bertatap muka lagi sama revan
"kalian jahat sama vie " ucap ku cemberut
"jahat knp sayang ? " tanya mama mirna menatap ku..
"iya jahat banget kalian tuh tinggalin vie tanpa pamit terus katanya cuma beberapa minggu tapi ini apa hampir 2 bulan vie kan jadi kesepian" ucap ku
"astaga maaf kan papa nak karena perkerjaan papa di sana nggak bisa ditinggal terus sekalian mama mu ini ingin ikut kata sekalian liburan jadi papa ajak juga ibu dan ayah mu biar mereka liburan juga ehh nggak nyangka ampe selama ini " jelas papa anto dgn wajah bersalah
"hmm vie berangkat dulu ya semua soal nya ada janji sama mey dan Fey " ucap ku berpamitan pada semua
aku mencium tangan ayah, ibu, mama mirna, dan papa anto setelah itu aku langsung keluar bergegas berjalan menuju sekolah tapi saat di jalan tangan ku di tarik seseorang siapa lagi kalau bukan revan
"aduh kau ini kenapa sih " ucap ku kesal karena revan menarik tangan dengan sedikit Kasar
"knp kau selalu menghindari ku? " tanya revan menatap ku tajam
"hahhaha siapa yg menghindari mu aku tidak menghindari mu kok " kilahku tertawa menutupi kegugupan ku
"jgn berbohong" tegas nya menatap tajam ku
"knp aku harus berbohong tidak ada guna nya juga bagi ku " ucap ku mengalihkan tatapan ku
"jawab dgn jujur jgn membuat kesal " tegas nya membuat ku terdiam tidak ingin menjawab
"knp diam saja jawab vierra knp kau menghindari ku? " ucap revan sedikit meninggikan suara nya
"iy aku memang menghindari mu puas kau sekarang tolong lepasin tangan " ucap ku tegas langsung menghempaskan kasar tangan revan berlari meninggalkan revan
air mata terus mengalir tanpa henti ada rasa sakit di hati ku tak sanggup bagi ku untuk menemui revan lagi...
sampai di sekolah aku segera menghapus air mata ku, saat di lorong menuju kelas aku di halangi oleh segerombolan geng cewek yg ada di sekolah ku