
....•♫•♬•menyembunyikan sendiri•♬•♫•....
...hati ini terasa amat sakit melihat mu bersama nya... ...
...aku terus menyembunyikan perasaan ku yg terluka sendiri.. ...
...tak ingin terlihat lemah dimata mu... ...
💫💫💫💫
aku memberikan pesan revan kepada bagian dapur setelah itu aku pergi ke toilet di sana aku menangis merasa sesak di dada ku ada ribuan jarum yg menusuk hati terasa amat sakit...
setelah puas menumpahkan semua nya dgn air mata ku aku keluar toilet dan kembali bekerja sesekali aku melihat revan dan gadis itu sedang berbincang
kini jam telah menunjukkan pukul 9 malam waktu pulang kerja para karyawan mulai beberes untuk pulang begitu pun aku
aku menuju halte bus terdekat untuk pulang jalanan sangat sepi malam terasa sunyi sedikit sekali kendaraan yg lewat
aku melihat beberapa pria yg sedang duduk di halte bus disana aku hanya diam sembari menunggu bus dtg tiba-tiba salah satu dari mereka mendekati ku
"ehh ada wanita cantik mau kemana cantik? " ucap nya memegang tangan ku
"maaf tuan bisa kah lepaskan tangan tuan dari tangan saya " ucap ku yg mulai ketakutan
"knp harus di lepas nona cantik " ucap nya tertawa
"ayo ikut dgn ku kita bersenang-senang bersama " ucap nya menarik tangan aku langsung memberontak
"lepaskan tuan saya mohon lepaskan saya " ucap ku menangis berharap ada yg menolong ku
"ayo lah ikut dgn ku jgn membantah kita bersenang-senang bersama " ucap terus menarik ku paksa
"tolong lepaskan saya tuan " ucap ku ketakutan aku terus memberontak tapi hsil nya nihil tenaga nya lebih kuat dari ku
"tolong.... tolong jgn sakiti saya tuan " ucap ku. terus memberontak
"hahaha apa katamu melepaskan mu haha jgn harap " bentak menarik tangan ku kasar
tak lama kemudian ada seseorang yg dtg menolong ku ia menarik tangan ku ke belakang nya
"cihh pengecut berani nya sama perempuan " sinis nya langsung menghajar preman itu sampai babak belur
aku berjongkok sambil menangis ketakutan badan gemetar ketakutan tiba-tiba ada seseorang mengangkat bahu ku membuat mendongak melihat siapa yg telah menolong ku ternyata dia revan
aku terus menerus menangis ketakutan "a_aku takut hiks hiks" ucap ku gemeteran menatap, entah apa yg aku pikirkan aku langsung memeluk nya sambil menangis
"sudah jgn menangis lagi semua udah aman jgn takut lagi " ucap revan menenangkan ku
"aku kita pulang " ucap revan melepaskan pelukan ku meraih tangan ku menggandeng tangan ku masuk kedalam mobil
setelah beberapa menit kami sampai di rumah ia memarkirkan mobil kedalam garasi lalu mengajak ku masuk kedalam rumah ,dia mengantar ku masuk dalam kamar
"aku takut " lirih ku membayangkan semua yg kualami tadi badan terus gemetaran
"disini sudah aman kmu jgn takut lagi ada aku disini " ucap revan lembut membelai kepala ku yg sedang duduk ranjang dia duduk di samping ku
"knp rumah sepi sekali" tanya ku melihat keadaan rumah sangat sepi
"mama, papa, ibu dan ayah sedang pergi selama beberapa minggu sedangkan aldo lagi ada study tour untk beberapa hari" jelas nya
"kamu tidur ini sudah malam " ucap revan membaringkan ku dan menyelimuti ku
"jgn pergi aku takut" ucap ku memegang tangan nya
"hmm aku duduk disini sampai kmu tidur " ucap revan di samping aku tidur sambil mengelus rambut sampai tak terasa aku terlelap tidur sambil memegang tangan nya