Blanket Kick

Blanket Kick
11



setelah 2 jam kmi pun sampai di rumah yang sangat mewah berlantai 3 tapi menurut ini bukan rumah tapi istana yang sangat megah sekali taman yg berada di sisi kiri dan kanan rumah ,saat aku masuk ke dalam rumah sudah ada beberapa pelayan yg menyambut kmi


"selamat datang nyonya besar dan tuan besar " sambut salah satu pelayan di sana


"silakan masuk tuan dan nyonya " ucap salah satu pelayan ,kmi pun masuk kedalam rumah bersama dengan para pelayan di belakang kmi


"perkenalkan ini mbok yum kepala pelayan di rumah ini " ucap om anto memperkenalkan Kepala pelayan di rumah nya


"kalo kalian mau apa-apa kalian tinggal panggil dia " ucap tante mirna


"salam kenal tuan nyonya saya yumiati panggil saja mbok " ucap mbok yum menunduk sopan


"saya mira sahabat nya mirna dan ini suami dan anak saya " ucap Ibu tersenyum sopan pada mbak yum


"saya Vierra " ucap ku mencium tangan mbok sambil tersenyum


mbok yum usianya mungkin sudah 50 tahun keatas mengapa aku mencium tangan mbok yum karena itu bentuk hormat ku kepada orang yg lebih tua dari ku


"mbok antarkan mira dan doni ke kamar nya dan untuk Vierra biar saya yg mengantarkan nya " perintah tante mirna pada mbok yum yg langsung di angguki oleh mbok yum


kini aku dan tante mirna sudah berada di lantai paling atas dimana terdapat dua kamar yg hampir berhadapan cuma di pisahkan satu pintu di tengah-tengah nya


tante mirna mengajak ku masuk kedalam salah satu kamar tersebut dimana kamar itu terlihat sangat megah perlengkapan belajar kasur yg besar dll ,kmi bersama duduk di ranjang kamar


"kamu tau tidak kalau tante sangat bahagia sekali saat bertemu dengan ibu mu setelah hampir 17 tahun kami tidak bertemu" ucap tante mirna dengan semangat


"aku juga bahagia kalau tante bahagia " ucap ku tersenyum


"mulai sekarang kmu jangan panggil tante lagi " ucap tante mirna menatap ku serius


"panggil mama dong nggak boleh ada penolakan " tegas tante mirna


"okk mama ku " ucap ku tersenyum


"mama di sini sangat kesepian dan stressmenghadapi 3 laki-laki es di rumah ini " ucap mama mirna dengan lesu


"laki-laki es? " ucap ku bingung


"ya laki-laki papa kmu dan dua anak mama yang semua nya laki-laki kmu tau mereka bertiga itu sangat pendiam dan dingin sekali apalagi anak mama yg pertama dia seumuran dengan mu dan dia juga satu sekolah dengan mu, setiap hari mama cuma melihat satu ekspresi dari nya yaitu datar tapi mama juga pusing hampir tiap hari banyak sekali perempuan yg datang kesini menanyakan dia " cerita mama Mirna tentang anak nya dan keluarga nya


siapa anak mama mirna yg satu sekolah dengan ku apakah dia salah satu orang yang aku kenal tapi siapa dia


"tapi mama nggak akan stress lagi karena ada kmu dan ibu mu yg akan membuat rumah ini ramai lagi " ucap mama Mirna semangat


"tenang vi akan membuat mama nyaman terus deh sama vi " ucap ku yg membuat mama Mirna tersenyum


"ahhh jadi gini rasa nya punya anak perempuan, hua.. jadi pengen kmu jadiin menantu mama biar kmu nggak pernah pergi lagi " seru mama mirna bahagia aku hanya bisa tersenyum sambil menebak-nebak siapa anak mama mirna


"ya sudah sekarang udah larut besok kmu harus sekolah kmu harus tidur dan seragam sekolah dan perlengkapan nya udah mama sediain di ruang ganti" ucap mama


"okk ma. " ucap ku


"selamat tidur anak mama" ucap mama mirna mencium kening ku dengan penuh kasih sayang


mama mirna berlalu keluar dari kamar ku dengan tersenyum aku mematikan lampu dan menyalahkan lampu tidur setelah aku terlelap tidur