Blanket Kick

Blanket Kick
74



"maaf tuan muda ini masih jam kerja saya " ucap Vierra hendak pergi namun revan langsung memeluk nya


"vie aku mohon maaf kn aku" lirih revan


Vierra hanya bisa mematung Karena kaget di peluk revan secara tiba-tiba membuat membeku, entah ia harus berbuat apa sekarang pikiran dan hati nya tidak sejalan


"mohon maaf tuan muda tolong lepaskan saya " ucap Vierra suara tegas walaupun ia sendiri merasa sangat gelisah sekarang tapi ia berusaha menghilang kan itu


"tolong maaf kan aku kejadian dulu hanya salah paham, kembali lah pada ku "ucap revan memohon agar Vierra kembali pada nya


" buktikan "ucap Vierra menahan air mata nya agar tidak lolos


" aku akan berusaha agar kmu percaya padaku "ucap revan melepaskan pelukan nya menatap Vierra penuh cinta


" aku tak butuh omong kosong tapi pembuktian "ucap Vierra meninggalkan revan yg masih berdiri di dalam ruang tsb


revan menatap punggung Vierra yg menghilang di balik pintu , ia tersenyum bahagia setelah sekian lama ia bisa bertemu dengan sang pujaan hati yg selama ini ia rindukan


"akan ku buat kmu kembali pada ku lagi chagiya " ucap revan keluar dari ruangan tsb menuju mobilnya dimana sang asisten pribadi nya menunggu


"bagaimana boss udah ketemu sama nona Vierra yg sangat cantik itu " ucap reza tersenyum jahil menggoda sang atasan mendapatkan tatapan tajam dari revan


"jgn pernah kau menatap Vierra ku lebih dari 5 detik kalau tidak kau akan kehilangan mata dan adik kecil kesayangan mu itu " ucap revan dingin menatap sang asisten pribadi nya


"ampun boss posesif amat saya tidak akan melakukan itu saya masih ingin melihat matahari dan menjaga aset berharga saya " ucap reza cengengesan, ia takut jika revan akan melakukan itu karena setiap apa yg diucapkan akan terlaksana termasuk menghilang nyawa seseorang


selama perjalanan revan terus tersenyum bahagia mengingat ia telah bertemu Vierra, ia akan berusaha mendapatkan hati Vierra kembali


💫💫💫


Vierra tengah berada di ruang kerja nya tapi pikiran masih bersama revan yg baru beberapa saat yg lalu ia temui


"aisshh kenapa sih aku harus bertemu lagi dengan nya padahal aku sudah berusaha agar tak bertemu dengan nya lagi " ucap Vierra prustasi pikiran nya kacau karena bertemu kembali dengan revan


ting ting


nomor tidak di kenal


selamat siang chagiya


^^^^^^me^^^^^^


^^^siapa ini ? ^^^


nomor tidak di kenal


pangeran mu chagiya


^^^^^^me^^^^^^


nomor tidak di kenal


aku revan chagiya 💜💜


^^^me^^^


^^^dari mana kau dapat nomor ahh😡😡😡^^^


revan


aku selalu tau tentang mu chagiya 😏😏😏


^^^me ^^^


^^^berhenti memanggilku seperti itu^^^


revan


tidak akan pernah karena itu panggilan sayang ku padamu


^^^^^^me^^^^^^


^^^terserah kau saja ^^^


Vierra mematikan HP nya karena kesal ia kerasa masa lalu nya akan kembali lagi membuat diri nya sangat gelisah ia tau bagaimana seorang revan ia takkan pernah menyerah sampai tujuan nya tercapai


"Vie how are you? mey cuantik comeback" teriak mey masuk ruangan Vierra tanpa permisi dengan barang bawaan yg sangat banyak, ia juga bersama joni dan fey yg sedang menutup telinga mereka karena teriakan mey yg menggelegar satu ruangan


"astaga ya Allah dosa apa yg hamba perbuat sehingga memiliki sahabat yg suaranya kyk kaleng rombeng bikin telinga orang sakit " ucap fey mengeluh karena teriak mey membuat telinga nya sakit


"kyk nya mak kmu waktu lagi hamil ngidam nya teriak deh " ucap joni duduk disofa yg berada diruangan itu


"enak aja kalian bicara nya suara aku bagus gini di bilang kyk kaleng rombeng " protes mey kesal


"kalian kesini mau ribut atau ngumpul aja sih? " ucap Vierra yg sudah duduk di sofa singel nya


"ngumpul dong sekalian bicarain bisnis buat collab kita di hotel ku , resto fey dan caffe mey sama LOVE RV CAKE " ucap joni tersenyum


"tepat sekali kata kang kebun kita disini sekalian meeting" ucap mey


"kalian punya ide untuk collab bisnis kita ini? " tanya fey tentang ide untuk bisnis yg akan mereka jalani


"aku punya ide, gimana kalo kita buat hotel lengkap dengan fasilitas caffe , restoran dan toko kue serta kita bikin sovenir yg menarik khas hotel tersebut seperti kalung atau semacam nya " ucap Vierra menyampaikan ide nya kepada para sahabat nya