
aku berjalan menuju toilet sekolah yg jarak nya sedikit jauh dari tempat ganti tadi tiba-tiba ada tangan yg menarik ku,
sentak membuat ku menoleh ke arah nya ternyata revan menarik ku ke dalam sebuah ruanga yg akutak tau itu ruangan apa fasilitas sangat lengkap dgn tempat tidur, CCTV dll
"revan ini ruangan apa? " tanya ku bingung karena revan membawa ku kesebuah ruangan yg sangat asing bagiku
"ruang khusus untuk ku " jawab nya santai langsung duduk di salah satu sofa
"aku mau keluar " ucap ku berbalik untuk keluar
"menangis lah sepuas mu baru ku ijin kan kamu keluar" ucap nya sentak membuat ku diam
"knp kmu bingung sari mana aku? " ucap nya menaikan satu alis nya tersenyum sinis pada ku
"tidak " jawab ku singkat menyembunyikan kegugupan ku , jujur sekarang jantung 3 kali lipat berdetak dari biasa nya antara senang dan takut berduaan bersama revan mengingat kejadian semalam
"menangis lah jgn sembunyikan sisi lemah mu sendiri " ucap nya mengajak ku duduk
"aku ingin keluar ini jam ekskul paskibra nanti pelatih marah " alasan ku tak ingin menunjukkan kelemahan di depan revan
"aku tau kmu sedih mulai dari ayah dan ibu pulang ke desa dan di sini kmu selalu di hina " ucap nya membuat terkejut dari mana dia bisa tau semua itu
"tidak " ucap ku pergi meninggalkan revan sendiri
aku kembali kelapangan sekarang semua siswa-siswi seangkatan ku telah berbaris di lapangan
"hey kamu kno telat? " ucap salah satu pelatih pada ku
"maaf kk saya tadi dari toilet dulu " ucap ku pada pelatih
"knp tidak izin, karena kmu tidak izin sekarang kmu lari keliling lapangan 10 keliling " perintah pelatih pada ku aku hanya menganggukkan Kepala tapi Fey dan Mey mengangkat tangan mereka
"maaf kk tadi Vierra sudah izin sama kmi tapi kmi lupa " ucap Fey mengangkat tangan nya
"iya ini salah kmi berarti kmi juga harus di hukum dong " ucap mey tersenyum
kmi pun berlari mengelilingi lapangan bersama sambil berpegangan tangan tersenyum satu sama lain, sungguh aku beruntung memiliki sahabat seperti mereka mereka selalu ada di saat ku sedih atau pun bahagia
" terimakasih "ucap ku menoleh kepada dua sahabat ku
" nggak perlu Terimakasih kita ini satu ingat jika salah satu dari kita terluka maka yg lain akan ikut merasakan nya begitupun sebaliknya jika salah satu dari kita bahagia maka yg lain bahagia " ucap Fey bijak kmi bertiga bersemangat menyelesaikan hukuman kmi
"semangat" teriak mey dengan semangat menyemangati kmi
jika aku harus memilih antara cinta dan persahabatan aku akan memilih persahabatan karena tidak ada yg namanya mantan sahabat sekali sahabat akan tetap menjadi sahabat....
kmi telah menyelesaikan hukum kmi sekarang kmi duduk di pinggir lapangan dengan nafas terengah-engah tak beraturan
"ini minum buat kalian " ucap revan memberikan 3 botol air mineral pada kmi
Fey dan mey melongo melihat sang pangeran sekolah memberikan sebotol air mineral pada kami
"te_terimakasih " ucap mey menerima botol air mineral dari revan begitu pun Fey
"hmm Sama-sama " sahut revan datar
aku hanya diam mengatur nafas ku yg masih tak beraturan, aku tak menerima botol minum dari revan membuat revan terus berdiri di belakang ku
"ayang ebeb ini air minum buat ayang ebeb" ucap joni entah datang dari mana sambil membawa sebotol air minum kepada ku yg langsung ku Terima
"terimakasih joni ku yg ganteng sejagat raya " ucap ku menggoda joni
"bang joni udah dari ambrio ganteng nya " ucap joni asal
"aduh kok aku jadi pengen muntah denger nya " ucap mey melotot pada joni
"aku langsung pengen ke toilet dengar orang yg pd nya nggak ketulungan " ucap Fey melirik sekilas
aku menoleh kearah revan yg sedari tadi menonton kmi "maaf ada apa kmu kesini? " ucap ku sedikit berhati-hati