
annyeonghaseyo para readers terimakasih telah membaca novel author ya, sebenernya author sedih sampai sekarang nggak ada like ataupun komen di novel ini membuat author sedikit patah semangat yg baca juga semakin hari semakin sedikit....
sekali lagi Terimakasih untuk yg telah baca novel ini ya setidak ada yg mau baca novel author
***
...hidup seperti perjalanan...
...ada pertemuan dan ada juga perpisahan...
...setiap pertemuan kita juga harus siap yg nama perpisahan karena semua tak ada yg abadi...
💫💫💫
kami mencoba setiap permainan yg ada di pasar malam mulai dari bianglala, komedi putar sampai rumah hantu...
yg paling membuat tertawa sewaktu masuk rumah hantu joni sampe kencing di celana gara-gara ketakutan sedangkan dodit kelabakan mencari celana ganti untuk joni sehingga ia malah membeli daster untuk joni itu tambah membuat ku tertawa terbahak-bahak di tambah joni marah nggak karena malu
"dodit kenapa malah beli daster sih emang aku ibu-ibu apa?" kesal joni melihat daster yg di dodit sedangkan aku, mey dan Fey kami tertawa terbahak-bahak melihat nya apalagi celana joni yg basah
"sabar jon udah nasib kmu kyk gini siapa suruh jadi penakut " ledek mey terus tertawa
"udah puas ketawa " sinis joni tambah membuat kmi tertawa
"belum " jawab ku,mey, Fey kompak sambil menggeleng tanpa dosa terus tertawa
"gini amat punya sahabat nggak ada gitu kasihan sama sahabat sendiri" gerutu joni cemberut
***
jam 8 malam kmi memutuskan untuk pulang karena kmi tak bisa pulang terlalu malam
"vie kmu bareng aku aja nanti aku anter pulang" ajak Fey sebelum masuk mobil nya
"astaga bagaimana ini kalau Fey nganterin aku pasti nanti Fey aku tinggal di rumah ervan " batin ku takut jika ada yg tau aku tinggal satu atap sama revan
"hmm a_aku pulang sendiri aja Fey lagi nggak jauh kok" alasan ku berusaha menutupi kegugupan ku
"aku bisa pulang sendiri kok lagian ini blm terlalu malam dan lagi nanti kalian kena marah sama tante ku loh " kilah ku sebisa mungkin meyakinkan mereka
"apa kamu yakin kmu bisa pulang sendiri ? " tanya Fey masih ingin mengajak ku pulang bersama
"yakin banget malah kalian tenang aja aku bisa kok pulang sendiri " tegas ku penuh keyakinan
"ya udah deh " pasrah Fey masih kelihatan khawatir
***
aku pulang dengan berjalan kaki karena jarak nya cuma 15 menit dari rumah revan jalanan terlihat sangat sepi tak ada satu orang pun yg lewat tapi aku merasa ada yg mengikuti ku aku mempercepat langkah ku tapi aku merasakan yg mengikuti ku semakin dekat dengan sedikit berpikir aku menoleh ke arah belakang dan benar saja ada yg mengikuti seseorang yg berdiri tepat di belakang ku dgn pakaian serba hitam melihat itu aku langsung berlari
sampai ada sebuah tangan yg menarik ku kedalam pelukan nya aku terdiam sejenak sambil menebal siapa yg memeluk ku tapi mencium aroma sangat familiar untuk ku aroma parfum revan dan benar saja saat aku mendongak ke atas aku melihat wajah revan yg menatap ku
"tetap seperti ini jgn melihat ke belakang mu mengerti" tegas revan aku hanya mengangguk dan menuruti perintah nya
"knp kau mengikuti nya terus " tanya revan kpda orang yg mengikuti ku tadi
"karena ia milik ku aku menginginkan nya " jawab nya santai tapi terdengar tegas
"dia bukan milik mu " tegas revan dingin
"aku menginginkan nya dia wanita sempurna dia juga wanita yg sangat baik jadi aku akan memiliki nya " ucap nya sedikit meninggikan suara nya
"jgan harap " dingin revan senyum sinis
"dia harus jadi milik ku selamanya " teriak nya histeris sambil menarik tangan ku membuat ku ketakutan berusaha memperat pelukan ku pada revan
"aku tidak mau jadi milik mu kita tidak saling mengenal " ucap berusaha melepaskan tangan menggenggam tangan ku
"kau harus jadi milik ku " tegas nya terus menarik ku
"jika dia menolak berarti kau harus pergi dia hanya milik orang yg ia cintai " tegas revan meninggikan suara nya berusaha menolong ku
tapi aku terdiam karena kata-kata revan yg mengatakan jika aku milik orang yg ku cintai tapi orang itu ada kau revan orang yg ku cintai