
kmi memilih duduk di salah satu bangku taman sambil memandangi lagi berwarna jingga
"kau tau aku selalu ingin menjadi udara yg selalu ada di setiap saat untuk orang yg aku cintai , ada di dalam suka maupun duka" ucap ku tersenyum melirik sekilas revan yg menatap langit
"aku dulu pernah merasa hidup sangat sulit bahkan sempat menyerah dan tak ingin lagi ada di dunia ini sampai suatu ketika aku mendengar suga oppa berkata "salm-eun himdeulgo il-i hangsang jaldoeneun geos-eun anijiman ulineun yong-gamhago salm-eul gyesoghaeyahabnida"artinya" Hidup itu sulit, dan segala sesuatunya tidak selalu berjalan dengan baik, tetapi kita harus berani dan melanjutkan hidup kita."mulai saat itu aku berusaha bangkit dan berani dalam menghadapi hidup ku yg hina ini "cerita ku tersenyum mengenang bagaimana sulit nya diri ku dulu yg penuh hinaan dan bully dari kecil
" aku ingin merasa yg kau rasakan merasakan sedih bahagia dan tersenyum "ucap nya terdengar lirih tapi masih jelas terdengar oleh ku
" kmu sangat sempurna seharus nya kmu bangga dengan diri mu "ucap ku menggenggam tangan nya lembut
" apa rencana mu setelah tamat SMA nanti" tanya nya menatap mu
"entahlah mungkin pulang ke desa menolong ibu dan ayah disana " ucap ku membayangkan akan kembali ke desa ku dulu
"knp tidak kuliah saja " ucap nya manatap ku dalam
"aku tidak mempunyai impian yg besar aku hanya ingin seperti ibu ku yg selalu menemani ayah di mana pun kapanpun itu. jika suatu saat suami ku menjadi seorang petani aku akan setiap hari memasak makanan untuk nya dan kmi makan bersama di sawah sambil memandangi penandatangan yg indah jika suami seorang pilot aku akan menjadi seorang pramugari yg selalu menemani nya kemana pun ia melakukan penerbangan" ucap ku tersenyum membayangkan masa depan ku kelak dengan seorang pria yg ku cintai
"apakah aku itu " ucap nya terus menatap ku
"entahlah aku kau begitu sulit ku gapai entah apa aku bisa menggapai mu atau tidak, jika tidak aku akan menjadi kanmu kenangan terindah ku dan aku akan berterimakasih padamu karena kmu telah hadir dalam hidup ku " ucap ku
setelah 30 menit kmi sampai di rumah yg masih sangat sepi biasa mama selalu menemani papa di kantor sampai papa pulang nanti sedangkan aldo pasti kamar nya lagi belajar
kmi duduk di sofa ruang tengah sambil minum orange jus yg di siap kan oleh pelayan rumah
"terimakasih ya udah mau menemani ku jalan- jalan hari ini " ucap ku pada revan yg mengeluarkan sebuah Kotak berwarna biru
"hmm ini untuk mu " ucap nya memberi kan kotak tersebut pada ku
"untuk apa dan ini apa isi nya ? " tanya ku bingung
"buka saja lalu pakai " ucap nya acuh
lalu aku membuka Kotak tsb betapa terkejut nya aku melihat satu set perhiasan yg di hiasi begitu banyak berlian ada kalung, cincin, anting-anting, dan gelang tangan masing-masing terukir huruf RV
"aku tidak menerima nya ini terlalu mahal untuk ku " ucap ku memberikan kembali kotak itu
"aku tidak pernah menerima penolakan kalau kata ku pakai harus pakai mengerti" ucap nya dingin penuh penekanan setiap katanya membuat ku menuruti kemauan nya itu