Blanket Kick

Blanket Kick
14



....•♫•♬•yang •♬•♫•....


...diam diam menahan rasa sakit untuk belajar lebih sabar, semoga Tuhan menguatkan mu......


💫💫💫


pertengahan jalan aku berhenti dan terdiam karena aku tak tau arah kesekolah, revan berhenti tepat disamping ku


"kenapa kamu berhenti? " tanya nya tanpa melihat ku menatap lurus kedepan


"ak_aku nggak tau arah kesekolah" Jawab ku menundukkan sedikit kepala ku


"cewek bodoh " gumam nya menatap tajam ku berlalu pergi meninggalkan aku aku menyusul nya dengan sedikit berlari kecil karena langkah sungguh lebar sulit untuk ku mengimbangi nya


"revan tunggu jln nya jgn terlalu cepat " panggil ku terus mengejarnya


"jalan mu yang terlalu lambat " ucap nya terus berjalan


"isshh aku bukan lambat tapi kmu tuh yg terlalu cepat " gerutu menghentakkan kaki ku karena kesal pada revan


jarak sekolah dan rumah revan tidak terlalu jauh cukup berjalan kaki selama 10 menit sudah sampai di sekolah


sesampainya di sekolah revan mempercepat langkahnya dan meninggal kan aku di depan gerbang, aku tau apa alasan nya karena ia tak ingin ada orang yg melihat ku bersama nya


saat masuk kelas kedua sahabat ku sudah menunggu ku langsung berlari memelukku dgn erat


"vi kmi khawatir sama kmu" ucap Fey sambil memeluk ku


"ya vi kmi semua khawatir sama kmu takut terjadi sesuatu sama kmu " ucap mey


"vi kok kmu diem aja " tanya mey


"ka_kalian memeluk ku erat banget aku susah nafas nya " ucap ku sambil tersenyum


mendengar hal itu mereka langsung melepaskan pelukan membuat ku tertawa dengan tingkah dua sahabat ku ini


"hahaha" tawaku melihat kepolosan kedua sahabat ku ini


"gimana aku nggak ketawa kalian itu lucu banget tau " ucap ku terus menahan tawa


saat kmi sedang mengobrol ada suara yg memanggil ku dengan kencang siapa lagi kalau bukan joni


"ayang ebeb abang joni kangen" ucap joni ingin memeluk namun baju nya di tarik oleh Fey sehingga ia tak bisa memeluk ku


"mau apa kmu hemm" ucap Fey menatap tajam joni


"mau mau meluk ayang ebeb aku lah " ucap joni menatap sinis Fey


"pelak peluk kmu nggak boleh peluk vi yg boleh cuma aku sama Fey dan pacarnya vi nanti nya , awas kmu berani meluk vi aku jadiin jemuran kmu " omel mey pada joni yg membuat joni cemberut


"kalian tega banget sih sama aku " ucap joni


"ehh kang sayur kmi bukan tega tapi kmi melindungi sahabat kmi " tegas mey


aku mendengar ucapan mey sangat tersentuh aku beruntung memiliki sahabat seperti mereka sahabat yg tulus


setelah perdebatan tiga orang yg ada di depan ku ini belum pun berbunyi kmi memulai pelajaran pertama...


jam istirahat pun tiba seluruh anggota kelas kini sudah keluar kecuali aku yg masih di kelas sendirian karena aku berencana untuk memberikan bekal yg kubuat tadi pagi untuk revan


aku berjalan menuju kelas revan berharap ia masih berada di kelas dan mau menerima bekal buatan ku ini. banyak mata yg menatap ku sinis tidak suka pada ku aku hanya bisa diam tanpa membalas itu


sesampainya di kelas revan senyum mengembang saat melihat nya ada di kelas sedang membaca buku, keadaan kelas revan sepi hanya ada dia sendiri,


aku beranikan diri untuk menghampiri nya yg sedang fokus membaca buku entah buku apa yg ia baca aku pun juga tidak tahu...


aku berdiri di depan meja nya dan menyodorkan kotak bekal itu tepat di depan nya , ia mendongak dan menatap ku


"apa ini " tanya nya melihat ku


"bekal mkn siang buat kmu" jawab ku tersenyum pada nya


"ehh ada yg cewek nggak tau malu berani -berani nya ngasih bekal sama revan " teriak Vanya menatap tajam ku salah satu anggota kelas revan yg tiba-tiba dtg entah dari mana