Blanket Kick

Blanket Kick
6



apakah aku salah sudah membuat hati orang yg selalu ada untuk sakit seperti? apakah aku bisa melupakan cinta pertama ku dengan mudah dan mencintai joni


"udah jangan sedih terus masa ayang ebeb nya bang joni sedih sih" ucap joni dengan nada bercanda pada ku


"aku kan juga manusia bisa sedih juga " ucap ku cemberut mendongak ke arah joni


joni memang yang bisa membuat ku tersenyum ada saja ide untuk membuat ku tersenyum kembali


"hahaha lh emang siapa yg ngatain kmu itu Bebek" canda joni pada ku


"ihh joni kok gitu sih kn vi lagi sedih " ucap ku melepaskan pelukan ku dan berpura-pura merajuk pada nya


"jangan ngambek dong vi nanti cantiknya ilang loh " goda joni dengan senyum jahil nya


"apaan sih joni " ucap ke cemberut


"hahah ada ngambek ni " ucap joni tertawa


"au ah gelap " ucap ku


"yaudah kalo masih ngambek coklat nya bang joni makan sendiri aja " ucap joni sambil mengeluarkan sebatang coklat dari saku nya


aku langsung mengambil coklat itu dari tangan joni sambil tersenyum


"kok diambil katanya ngambek" ledek joni, aku menoleh ke arah nya sambil tersenyum semanis mungkin


"nah gitu dong senyum jangan sedih lagi nggak enak ngeliat nya kalo sedih kyk tadi tapi klo senyum kayak gini kan enak di liat nya" ucap joni mengacak rambut ku


jam telah menunjukkan waktu pulang sekolah aku dan joni mengambil tas di kelas bersama, sebenarnya aku malas untuk ke kelas pasti banyak yg mengejek ku nanti...


sampai di kelas benar saja banyak yg melihat ku dengan tatapan sinis dan meremehkan ku mendapatkan tatapan seperti itu aku hanya diam tak memperdulikan semua itu


"Ouw ini toh cewek yg nggak tau malu itu ya " ucap salah satu dari mereka menyindir ku


"masih berani aja nunjukin muka nya kalo aku sih mending pergi jauh-jauh dari sini " ucap yg lain nya


"bener banget cantik juga nggak mana cewek kampungan pula " ucap yg lain menatap ku jijik


"hey kalian kalo ngomong tuh di jaga ya, emang kalian cantik apa " ucap Fey marah pada mereka


"ya jelas dong aku cantik banget malah "ucap nya sambil mengibaskan rambut


" asteroid pede banget kmu "teriak mey sambil melotot


" astaga mey bukan asteroid "teriak Fey di pinggir telinga mey


" Fey sakit kuping aku "ucap mey menutup telinga nya


" biarin emang aku pikirin " ucap Fey santai


"kalian masih mau berantem atau mau pulang? " tanya joni menatap malas kedua sahabat ku di depan kami


"pulang lah " ucap Fey dan mey bersamaan


"lebay " ucap yg menghina ku tadi sambil menatap kami sinis


"biarin hahaha " ucap kami bertiga dgn nada mengejek sambil tertawa bersama membuat mereka langsung diam


"napa kalian diem bukan nya tadi berkoar-koar ya ?" tanya mey polos


"kalian tuh seharusnya berterima kasih sama Vierra karena dia kelas kita bisa menang lomba puisi kalo bukan karena Vierra kelas kita nggak akan menang" tegas joni pada mereka


"bener banget kata si joni marjoni " ucap mey membenarkan ucap joni


"nama ku joni si ganteng sedunia bukan joni marjoni " kesal joni pada mey


"serah aku dong mau manggil kamu apa" ucap mey santai


aku dan Fey hanya menggeleng kan Kepala melihat kelakuan joni dan mey yg tak pernah akur walaupun cuma sehari