Blanket Kick

Blanket Kick
7



setelah pulang sekolah aku kembali ke rumah kontrakan yg kami sewa, cukup untuk kami bertiga ...


aku melihat sekeliling rumah terasa sangat sepi ayah dan ibu masih di sawah, menggarap sawa tetangga kmi tak mempunyai lahan sendiri jadi ayah dan ibu ku menjadi buruh tani disini


aku langsung membersihkan diri setelah itu merapikan rumah mulai dari menyapu mengelap meja, dll setelah rumah bersih aku kedapur untuk masak makan malam kmi didapur aku hanya melihat bahan masakan cuma ada tempe dan 3 butir telur ayam


aku langsung membuat tempe goreng dan sambal telur, yah cuma ada dua menu sederhana ini untuk makan malam kmi terkadang kmi harus menahan lapar jika ayah dan ibu blm mendapatkan upah...


hari telah menunjukkan jam 5 sore ayah dan ibu telah pulang mereka membersihkan diri dari lumpur dan tanah yg ada di tubuh mereka...


aku sebenernya ingin sekali membantu perekonomian keluarga tapi ibu selalu melarang ku dia menyuruh ku untuk sekolah dan belajar yg rajin biar bisa mengangkat derajat keluarga kmi, terkadang aku sangat tidak tega melihat kedua orang tua ku bekerja seperti ini tapi apalah daya ku hanya bisa membantu dengan ttp menjadi anak yg baik untuk kedua orang tua dan berusaha sebisa ku membahagiakan mereka...


kmi telah berkumpul di meja makan untuk makan malam bersama "ayah ibu ini uang hasil vi menang lomba baca tulis puisi di sekolah tadi siang " ucap ku mengeluarkan sebuah amplop coklat yg berisi uang dan menyerahkan nya kepada ibu


"vi uang ini biar vi aja yg menyimpan nya siapa tau vi nanti punya keperluan lain " tolak ibu


"vi masih punya simpanan kok bu ini memang untuk ibu sama ayah " ucap ku sambil tersenyum


"iya sudah uang ini ibu ambil untuk simpanan kita " ucap Ibu mengalah dan mengambil amplop coklat itu


setelah makan malam aku membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor bekas kmi makan tadi setelah itu aku duduk bersama ibu disofa depan TV


"ibu gimana sih rasa nya jatuh itu? " tanya ku pada ibu yg duduk disamping ku


"tumben kmu nanya ttg cinta vi " ucap Ibu menatap ku heran


"vi cuma pengen tau sih bu kn selama ini vi nggak pernah jatuh cinta sama sekali " ucap ku polos pasal nya aku memang tak mengetahui ttg cinta sama sekali


"suatu saat kmu akan tau bagaimana rasanya ibu nggak bisa jelasin bagaimana itu karena setiap orang berbeda dlm hal cinta" ucap Ibu sambil menonton TV


"kalau ayah sama ibu bagaimana dulu? " tanya ku


"ayah dan ibu berawal dari persahabatan menjadi cinta " jawab ibu


"ceritain dong ibu gimana dulu kisah cinta ibu dan ayah" rengek ku pada ibu


"ibu memiliki 3 sahabat 1 sahabat perempuan dan 2 sahabat laki-laki sewaktu bangku SMA dulu , kmi berempat selalu bersama kemana pun dan kpn pun sehingga kmi sering sekali di juluki 4 serangkai... tapi ibu dan ayah berasal dari keluarga yg miskin sedangkan dua sahabat kmi tadi berasal dari keluarga kaya tapi mereka tak pernah membedakan status sosial bahkan keluarga kmi juga sangat akrab satu sama lain sampai suatu ketika kmi berempat harus berpisah ayah dan ibu memilih untuk tidak melanjutkan sekolah sedangkan mirna dan anto mereka melanjutkan sekolah di luar negeri... karena ayah dan ibu selalu bersama cinta pun tumbuh diantara kmi setelah beberapa tahun kmi memutuskan untuk menikah dan tak lama setelah kmi mirna dan anto juga menikah di situlah terakhir kmi bertemu kedua sahabat kmi setelah itu mereka tak lagi ada kabar sampai sekarang " cerita ibu ttg masa SMA nya dan sahabat nya sambil menangis aku pun ikut menangis mendengar nya