Blanket Kick

Blanket Kick
71



"apa kabar kamu revan? hmm pasti sekarang kmu telah bahagia bersama nona priscillia " lirih Vierra mengingat penghianatan revan dulu..


"vie kmu knp dsini malam² ? " tanya seseorang tiba-tiba dtg mendekati Vierra yg sedang melamun


"ehhh kk Vino , aku lagi liat bintang-bintang indah kk " ucap Vierra tersenyum memandangi langit mlm


"kamu selalu kesini setiap bulan hanya untuk melihat bintang-bintang dilangit seperti tak masuk akal vie pasti ada sesuatu di tempat ini yg membuat mu selalu datang kesini " ucap vino menatap dalam Vierra pasalnya setiap bulan Vierra akan dtg ke tempat yg sama tanpa alasan yg jelas


"entahlah mungkin karena tempat ini menenangkan untuk ku "ucap Vierra sekena . .


" kamu bohong pasti ada yg kmu sembunyikan dari ku selama ini tak mungkin kmu selalu pakai nama samaran selama ini kalau bukan ada masalah tak mungkin kmu selalu menolak tanpa alasan yg jelas , ada apa dengan mu Vierra Larasati ? "batin vino menatap Vierra dalam diam


setelah Vierra pulang dari study nya ia bertemu vino kembali mereka menjadi dekat sampai sekarang, sempat beberapa kali vino menyatakan perasaan nya pada Vierra tapi selalu di tolak Vierra secara halus alasan nya karena Vierra telah menganggap vino seperti kakak kandung nya sendiri, ia tak ingin jika saat mereka menjalin hubungan tali persaudaraan mereka putus itu alasan Vierra saat Vierra menolak vino


"kak ayo kita ke pasar malam deket sini vie udah kangen kesana udah lana nggak kesana " ajak Vierra semangat walaupun Vierra telah menjadi orang yang sangat sukses tapi ia tetap hidup dalam kesederhanaan nya Vierra tak pernah berubah tetap menjadi Vierra yg baik hati dan sederhana...


"kamu memang nggak capek apa udah kerja seharian sekarang malah mau kepasar malam " ucap vino tersenyum di balas cengiran oleh Vierra dengan wajahnya yg polos


"hehe nggak lh kak lagian bukan cuma tubuh yg butuh fresh tapi otak juga kak dgn kyk gini kan otak jadi fresh " ucap Vierra dengan cengiran nya seperti anak bayi


mereka pun kepasar malam yg tak jauh dari taman tersebut, dengan semangat Vierra mencoba semua permainan yg ada termasuk jajanan nya juga...


revan tengah duduk di ruangan nya sambil fokus dokumen dokumen yg ada di depan nya tanpa memperdulikan waktu sekarang...


"woii rev inget waktu ini udah jam berapa masih aja kerja nggak capek apa " teriak reza teman sekaligus asisten pribadi revan yg tengah berdiri diambang pintu ruangan


revan tak memperdulikan itu ia tetap fokus dengan apa yg ia kerja kan, reza yg melihat hal itu geram langsung duduk di hadapan revan menatap tajam revan


"aku bingung sama kmu nggak ada capek nya kerja aku aja capek liat kmu kerja terus dengan wajah datar mu " sinis reza meneliti revan


"bukan urusan mu " ucap revan dingin menatap reza tajam


"aku jadi penasaran seperti apa wanita yg bisa membuat hati seorang tuan muda dari keluarga velix yg terkenal sampai ke penjuru negeri ini menjadi luluh sampai sekarang aku tak pernah tau bagaimana wanita itu " ucap reza meletakkan tangan nya di dagu seolah-olah berpikir


"yang pasti dia lebih baik dari pada wanita yg sering kau bawah kesini di sangat berharga " ucap revan santai merapikan pekerjaan nya nya


"iya aku tau itu mereka semua kan wanita dari klub dibayar satu sampai dua juta sudah cukup kita bisa pakai mereka sepuasnya hehe " ucap reza cengengesan


reza sudah lebih dari 3 tahun bekerja bersama revan sebagai asisten pribadi nya sifat nya yg sangat kocak membuat nya selalu bisa mencairkan suasana yg ada tapi negatif nya dia suka sekali keluar masuk klub malam dan tidur bersama wanita yg tak jelas asal usul nya atau bisa di bilang wanita malam...