Blanket Kick

Blanket Kick
46



hati ku hancur aku bingung harus bersikap seperti apa sudah 2 tahn lebih aku berjuang sendiri demi cinta ku tapi tak sekali pun revan menganggap perjuangan ku ini


setelah 40 menit aku meluapkan semua rasa sakit dgn menangis sekarang keluar dari toilet dengan mata ku bengkak


saat aku dtg ke dalam ruangan revan ternyata gadis tsb telah pergi, hati sedikit lega setidak nya aku tidak harus melihat mereka bermesraan kn itu lebih baik...


"knp lama sekali? " tanya revan dgn nada kesal


"maaf " hanya itu yg bisa ku ucap kan entah aku harus berbuat apa aku tidak tau sekarang hanya menjalankan amanah dari mama dan papa saja


"ada dengan mu? " tanya revan menatap ku tajam


aku mendongak perut tiba-tiba lapar pasal makanan yg ku beli tadi dimaka noleh gadis tadi bersama revan membuat perut sangat lapar tak makan


"vie lapar " lirih ku cemberut memegangi perut ku karena lapar


"ya sudah ayo kita makan di luar " ucap revan beranjak dari kursi kebesaran nya menarik tangan ku untuk keluar ruangan bersama nya tapi aku menahan nya


"vie nggak mau mkan di luar makanan nggak sesuai dengan lidah vie " ucap ku menundukkan Kepala ku takut revan marah


"terus mau nya makn apa? " ucap revan pada ku


"vie masak aja di pantry kantor tdi vie liat ada bahan masakan tdi " ucap ku tersenyum


aku tanpa sengaja melihat bahan masakan di pantry kantor saat membuat kan kopi untuk revan


aku sangat bersemangat membuat nasi goreng ke sukaan ku setelah selesai aku kembali ke dalam ruangan sambil membawa sepiring nasi goreng yg ku buat tdi


revan mendekati ku duduk disamping ku sambil menatap ku yg sedang makan mau tak mau aku menghentikan makan ku


"ada apa? " tanya ku heran melihat revan terus menatap ku ada apa dengan nya knp dari tadi seperti ini ada yg salah dengan ku kah


"tapi vie hanya membuat satu piring aja apa vie buatin lagi aja ya " ucap ku ingin pergi ke pantry lagi


"nggak usah aku mau makn yg ini aja kita sepiring berdua kmu suapin aku ya " ucap revan sangat imut


"ahh revan kmu sehat " ucap ku megang kening memeriksa suhu badan nya mungkin saja ia sedang melantur


"aku tdak sakit " ucap nya menyingkirkan tangan ku dari kening nya


"hmm ini ayo buka mulut mu aku suapin " ucap ku menyodorkan sendok yg penuh dgn nasi goreng lalu ia menerima nya dan terjadilah suap menyuapi


setelah makan kmi melanjutkan pekerjaan kmi masing-masing sekarang hari sudah mulai larut dan pekerjaan kmi masih sangat banyak


"kota pulang sekarang besok kita lanjut lagi " ajak revan yg langsung ku angguki karena badan ku juga terasa sangat lelah


kmi pun membereskan berkas yg berantakan di atas meja kerja kmi, aku meregangkan otot-otot ku yg kaku hampir sehari duduk


"akhirnya aku bisa pulang jg badan capek banget ni " ucap ku meringis seluruh tubuh ku sangat pegal


"besok kmu nggak usah bantuin aku kmu di apartemen aja bersihin disana masak dan makan siang disini sama aku " perintah revan keluar ruangan


"revan aku masih mau bantuin kmu maaf klo aku ada salah tapi aku mau bantuin kmu disini klo urusan apartemen setelah selesai kerja aku bisa kok beresin apartemen nya terus aku bisa setelah itu tapi jgn pecat aku ya " aku memohon kepada revan karena revan memecat ku tanpa ada alasan yg jelas padahal aku masih kerja disini


" kalo kmu kerja dan beresin apartemen sendiri kmi capek double vie nanti kmu sakit siapa yg repot nanti nya aku juga kn " bujuk revan lembut


"tapi vie masih mau bantu revan kerja disini " lirih ku dgn mata yg berkaca-kaca menahan tangis ku


"cukup kmu di apartemen masakin aku itu sudah lebih dari cukup untuk aku kmu nggak perlu bantu aku kerja juga " revan menatap ku dgn hangat


"hmm ita deh vie nurut " pasrah ku mengangguk pelan