Blanket Kick

Blanket Kick
50



aku naik ke lantai 3 memanggil revan dan aldo untuk makan malam bersama karena mama masih di rumah sakit jadi kmi hanya makan bertiga


tok tok


revan membuka pintu kamar nya menatap ku datar "ada apa? " tanya revan


"hmm aku cuma mau manggil kmu sama aldo buat mkn malam " jawab ku menunduk takut dgn tatapan revan


"ohh bentar aku mandi dulu tolong siapin baju kyk biasa " perintah nya menuju kamar mandi di depan kamar


aku masuk ke kamar nya menyiapkan baju nya seperti biasa lalu keluar mencari aldo ternyata itu berada di perpustakaan aku langsung mengajaknya untuk makan malam bersama


tak lama kemudian revan turun ke meja makan bergabung bersama ku dan aldo selama makan tak ada dari kmi yg berbicara satu pun


setelah mkan aku membersihkan meja makan dan mencuci piring lalu ke taman belakang rumah.


aku duduk di salah satu bangku di sana "kangen banget sama suasana ini " lirih ku tersenyum menatap langit malam yg penuh bintang.


"astaghfirullah revan kpn kmu dtg nya "aku kaget melihat revan ada di samping dgn wajah sangat lesu


" tadi "ucap nya lesu seperti banyak pikiran


" boleh nggak aku peluk kmu sebentar aja " revan meminta izin untuk memeluk aku hanya diam aku bingung harus gimana jawab nya ini untuk pertama kalinya bagi ku


"sini aku peluk " ucap ku merentang tangan ku revan langsung masuk dalam pelukan ku


"klo kmu mau nangis nangis aja jgn gengsi kamu keluarin semua keluh kesa kmu sama aku, kita kn Saudara kmu kakak ku aku sebagai adik akan berusaha menyemangati mu " ucap ku, kakak itu kata yg pantas untuk ku dan dia hubungan kmi hanya sebatas itu


"knp semua terjadi secara bersamaan seperti aku nggak sanggup vie "lirih nya seperti isakan tangis untuk pertama kalinya aku mendengar seorang revan menangis seputus asal ini


"kita lalui ini sama-sama jgn merasa sendiri lagi ada aku disini " ucap ku tersenyum hangat


"udah ahh masa kakak nya seorang Vierra yg ganteng nya nggak ada yg nandingin nangis kayk gini nggak lucu tau " gurau ku pada revan membuat nya tersenyum kembali


"emang yakin mau jadi adik ku " goda revan pada ku mendengar hal itu aku langsung gugup setengah mati


"ya_yakin dong " ucap ku sok berani


"masa nggak yakin Vierra kn pemberani " canda ku tertawa ranya menghilang kan kegugupan ku sendiri


"ya kau sangat berani saking berani nya kmu bisa mempermalukan diri kmu sendiri di depan orang " ucap nya meledek ku


"kpn aku seperti itu " elak ku karena itu memang benar aku dan kedua sahabat sering kali melakukan hal konyol di sekolah


"masa sih " ledek nya tersenyum miring pada ku


"terus apa yg dance lagi k-pop sampai masuk ruang bp karena putar lagu nya kenceng banget " ucap revan mengingat kn ku waktu pertama kalinya aku masuk ruang bp dan kebetulan dia juga ada sana


kmi sekelas sampai di hukum membersihkan toilet satu sekolah mana bau banget terus di suruh keliling lapangan dan di permalukan satu sekolah...itu adalah pengalaman paling buruk ku selama sekolah


"ahhh revan jgn ingatkan aku sama kejadian paling buruk dlm hidup ku itu aku nggak mau inget itu lagi " rengek ku malu menutup wajah ku sendiri dgn tangan saking malu nya sedangkan revan tertawa meliat hal itu...


Diam-diam aku tersenyum melihat tawa revan yg begitu lepas hati menghangat melihat nya seperti


......ig:tri.w.yuni.100......