
Hai readers ku yg baik hari ini hati author kurang bersemangat untuk nulis novel karena sampai sekarang nggak ada yg like dan komen di novel ini padahal author sudah berusaha keras untuk bikin novel ini menjadi menarik dan author juga selalu promosi untuk novel ini tapi semakin hari semakin sedikit yg baca nya.. semoga nanti banyak ya yg baca novel author
"kmu ttp disini sampai kmu tamat nanti setelah itu terserah kmu mau pulang atau kamu mau lanjut kuliah" jelas ibu
"tapi vie ingin ikut ibu aja ke desa " ucap ku sedih karena ayah dan ibu akan pergi
"kamu harus ttp disini sementara selama kmu sekolah nanti kmu bisa kok jenguk ibu kesana " bujuk ibu pada ku
"hmm iya bu vie nurut aja " ucap ku lesu sebenarnya aku tak ingin ibu pergi tapi tak mungkin juga kmi selama nya disini
"vie sebenarnya ada satu hal yg ingin ibu bicarakan pada mu " ucap Ibu menatap ku
"bicara apa bu" ucap ku bingung
"ibu lihat kmu selalu menghindari revan terus sebenarnya kalian ada masalah apa nak? " ucap Ibu terus menatap ku
"kmi nggak ada masalah kok bu" kilah ku pada ibu
"ibu tau kamu menyukai revan sejak awal kan ibu melihat nya dari perhatian mu pada nya " ucap Ibu sentak membuat terdiam
"pasti kalian ada masalah tak mungkin kmu menghindari dia tanpa alasan ibu tau kmu nak, ibu yg melahirkan mu jadi ibu tau bagaimana kamu sebenarnya " jelas ibu
"sebenarnya ini semua salah vie bu karena hati vie yg tak bisa di kontrol untuk tidak mencintai nya , vie udah kenal dan bahkan ketemu dengan sewaktu pertama kali vie masuk sma tapi ia lupa sama vie... sebulan yg lalu ia menyuruh vie untuk dtg ke kelas nya karena bekal nya vie lupa taruh jadi dia menyuruh vie ke kelas nya sambil membawa bekal vie dan vie berpikir juga kasihan dia tidak makan terus vie mengiyakan setelah jam istirahat vie ke kelas nya dan tanpa sangka vie mendapatkan kenyataan jika ia muak liat vie dia sama sekali tak menginginkan vie itu knp vie menjauhi nya vie selalu menghindari nya vie tak mau jika ia semakin membenci vie biar vie yg melihat nya dari kejauhan" jelas ku sambil menahan air mata ku
selama ini aku memendam semua rasa sesak di dada ini sendiri dan hari ini aku mencurahkan ny kepada ibu
"ibu paham perasaan mu tapi setidaknya kalian bisa berteman dengan baik apa lagi kalian tinggal satu atap nx berbuat baik pada nya " nasehat ibu pada ku, aku mengangguk tanda mengerti semua nasehat ibu
saat ibu keluar kamar ku revan menerobos masuk tanpa permisi sama sekali membuat ku langsung duduk kaget melihat nya berdiri di hadapan ku
"knp kmu kesini? " tanya ku sedikit kesal padanya karena ia tak ada permisi sama sekali
"ada yg ingin ku bicarakan pada mu " ucap nya dingin menatap tajam ku seolah-olah ingin memangsa ku.
"bi-bicara apa? " tanya ku gugup karena ia mendekati ku dan langsung duduk di samping ku
"sudah sebulan ini kamu selalu menghindari ku bahkan kamu selalu saja ada alasan untuk tidak bertemu dgn ku, jawab pertanyaan ku tadi pagi jgn menghindar lagi " ucap nya tegas
"aku hanya tak ingin kmu membenci ku jujur aku sangat lelah dgn semua ini kmu tau bagaimana rasanya mencintai tanpa di cintai mengharapkan tanpa di harapkan itu sangat sakit bagi ku" ucap ku menangis menatap nya
"aku tahu aku bukan gadis yg luar biasa bahkan IQ ku saja sangat rendah, aku gadis ceroboh, miskin tapi apa salah jika aku mencintaimu dan apa salah jika aku ingin kita berteman walaupun aku tau kita akan Pernah bisa bersatu karena perbedaan kita yg terlalu jauh ini " ucap ku menangis namun revan langsung memelukku
"aku lelah aku ingin melupakan mu kamu bukan milik dan aku bukan milik mu benci kmu revan" ucap ku memukuli dada bidang revan
revan melepaskan pelukan nya menangkup kedua tangan nya kewajah ku lalu ia menyatukan bibir kmi berdua, aku kaget mata ku terbuka lebar aku ingin melepaskan ny tapi tangan revan menahan tengkuk ku
aku hanya diam tak membalas nya karena aku tak tau cara membalas bibir ku tertutup rapat namun revan menggigit bibir bawah ku
"akhh" rintihku revan langsung memasukkan lidah ke dalam mulut lidah nya menari mengabsen setiap inci yg ada di dalam rongga mulut ku
setelah beberapa menit pemasokan oksigen ku mulai berkurang dada ku sesak karena kekurangan oksigen aku memukul dada nya tanda untuk berhenti ia melepaskan penyatuan bibir kmi
"ingat jgn pernah kmu mengatakan kmu ingin melupakan ku atau aku akan melakukan lebih dari ini bahkan aku menanamkan benih ku di dalam rahim tanpa menikah " ancam revan mengelap bibir ku dengan ibu jari nya