
hari demi hari bulan demi bulan aku lalui tak terasa sekarang aku sudah naik kelas 12 walaupun nilai ku masih saja rendah...
kini aku dan revan telah dekat sebagai seorang teman walaupun sifat revan tak pernah berubah masih saja dingin pada ku tapi setidaknya ia telah menerima ku sebagai seorang teman untuk nya...
setiap minggu kami berdua selalu menyempatkan untuk jalan- jalan berdua terkadang kami nonton film, terkadang ia juga mengajak ku kekantor papa anto karena ia sering membantu di kantor papa anto disana membuat ku terkadang harus ikut karena permintaan nya
hari ini ia mengajak ku untuk ke kantor papa anto dengan semangat aku menyetujui nya langsung berganti baju sambil menyiapkan bekal makan siang untuk ku ,revan,papa, dan mama saat makan siang di kantor nanti...
sampai di kantor semua menundukkan kepala tanda hormat kepada revan. dulu awal aku pertama melihat nya terasa kaget tapi lama kelamaan aku mulai terbiasa ...
aku dan revan masuk ruangan papa Anto di sana terlihat ada mama yg sedang duduk di sofa ruangan aku langsung menyapa mama mirna
"selamat pagi ma " sapa ku tersenyum pada mama mirna sambil meletakkan kotak bekal yg kubawa tadi di atas meja
"pagi kesayangan mama " ucap mama mirna memeluk ku hangat
"kami bawa ini sayang? " tanya mama mirna melonggarkan pelukan nya melihat kotak bekal yg ku bawa tadi
"aku tadi masak untuk makan siang kita ma karena revan ngajak aku kesini sekalian aja aku bawa kesini biar kita makan siang bareng" ucap ku tersenyum
"kamu memang anak mama yg paling baik dan rajin tau aja mama lagi pingin makan masakan kmu " ucap mama mirna membelai ku
"wajar ma aku rajin kan aku anak mama mirna yg paling cantik " ucap ku dengan sedikit gurauan
papa dan revan masih membicarakan perkerjaan mendekati kami yg sedang mengobrol bersama
"gimana pa? apa sudah ketemu jalan keluar nya? " tanya mama mirna terlihat cemas pada papa anto
"sudah ma tapi mau tidak mau kita harus mengirim revan selama seminggu kesana tapi papa kurang setuju kalau revan pergi sendirian kesana " jelas papa anto terlihat cemas
"maaf sebelumnya pa memang ada masalah apa di perusahaan? " tanya ku penasaran melihat yg lain
"perusahaan cabang kita yang ada di luar negeri ada masalah tapi papa nggak bisa kesana karena disini juga lagi genting mau tidak mau revan yg harus menangani perusahaan cabang tsb tapi revan nggak mungkin pergi sendirian dia butuh partner untuk menangani itu yg jadi masalah nya revan orang nya nggak muda percaya sama orang " jelas mama mirna pada ku
aku diam memikirkan setiap kata yg di jelaskan mama mirna tadi sedikit melirik revan yg menatapku dari tadi dengan tatapan yg tak bisa aku arti kan sama sekali. ..
"apa masalah sangat besar ma? " tanya ku pada mama
"lumayan besar sayang " ucap mama mirna
"biar revan kesana sendiri aja ma Mama sama papa jgn khawatir masalah akan revan selesaikan" ucap revan menenangkan semua
"emm maaf sebelumnya kalau di ijin kan apa aku bisa ikut membantu revan " ucap ku sangat Hati-hati takut revan tak menyetujui nya selain itu aku tak mengerti sama sekalian ttg masalah yg ada
"mama setuju kalau Vierra ikut revan biar revan ada yg ngerawat juga " ucap mama mirna semangat