Blanket Kick

Blanket Kick
76



setiap hari revan selalu datang ke toko kue Vierra sambil membawa bunga dan sarapan untuk nya membuat setiap orang yg melihat nya merasa iri karena perhatian revan pada Vierra..


seperti biasa pagi ini sebelum berangkat kerja revan datang ke toko kue Vierra sambil membawa bunga dan sarapan untuk Vierra , ia berdiri didepan mobil nya sambil memegang satu buket bunga mawar putih


Vierra baru saja datang menggunakan mobil nya melihat revan yg telah datang lebih dulu dari nya sambil tersenyum, Vierra menghampiri revan yg sedang menunggu nya dengan raut wajah kesal


"apa anda tidak bosan setiap hari selalu datang kemari tanpa tujuan seperti ini, saya saja bosan melihat anda selalu datang kemari " ucap Vierra tepat di hadapan revan dengan melipat kedua tangan nya di dada


"kmu berubah vie sangat berubah sekarang kmu telah menjadi wanita dewasa yg sangat berkharisma dan tegas " batin revan memandangi wajah Vierra yg menurut nya sangat cantik


"aku kesini ada tujuan nya datang kesini ingin merebut hati mu kembali, aku tak kan pernah bosan sampai kmu kembali pada ku seperti dulu. sebesar apapun kmu menolak ku lebih perjuangan ku untuk membuat mu kembali lagi pada ku" ucap revan dengan tulus terpancar dari mata nya


Vierra hanya diam ia bingung harus bagaimana lagi menghadapi seorang revan yg sangat bersikeras untuk kembali pada nya padahal sudah berbagai cara ia lakukan agar revan menjauh dari nya


"aku akan selalu berjuang demi cinta kita, dulu kmu yg berjuang demi cinta kita tapi sekarang aku yg akan berjuang demi cinta kita vie. Vierra aku sangat mencintai mu lebih dari apapun itu kmu cinta pertama dan terakhir ku" sambung revan


Vierra berjalan meninggalkan revan di parkiran tanpa bersuara sedikit pun, selama ini ia selalu berusaha menghilang perasaan nya kepada revan setelah bertahun-tahun ia mulai menata hati nya kembali tanpa kehadiran seorang revan di hidup nya tapi sekarang revan kembali hadir dalam kehidupan nya membuat hati Vierra kembali bimbang antara masih mencintai nya atau tidak


revan mengikuti Vierra sampai ke dalam ruangan pribadi Vierra, ia duduk di sofa yg berada diruangan itu tanpa permisi


"revan apa tidak ada kerjaan lain selain mengganggu ku terus dan apa kmu tidak pergi kerja sekarang ini sudah jam kerja? " ucap Vierra jengah melihat revan hanya duduk di sofa ruangan nya tanpa ada rasa malu sedikit pun menatap Vierra sambil tersenyum manis


"aku tak kan pernah bersama mu karena aku bukan milikmu begitu pun sebaliknya" ucap Vierra melanjutkan pekerjaan nya tanpa revan yg meradang mendengar nya


revan bangkit dari tempat duduk nya mendekati Vierra dengan wajah dingin nya, ia menatap tajam Vierra penuh rasa marah dan sakit yg bercampur aduk


"kau adalah milik ku dan akan selama nya menjadi milik ku tak ada bisa mengambil mu dari ku sampai kapanpun itu " ucap revan menatap tajam Vierra


"aku bukan milik siapa-siapa dan kmu tak berhak bicara jika aku milik mu karena kmu sendiri lah telah melepaskan ku dengan penghianatan mu dulu " ucap Vierra tak kalah dingin menatap tajam revan tanpa ada rasa takut sedikit pun


"sudah ku bilang itu semua salah paham sudah cukup kmu menghukum ku selama 5 tahun membuat ku merasa tersiksa karena kmu pergi sekarang tidak lagi " ucap revan maju kearah Vierra


"bagaimana dengan ku dulu yg terus kamu abaikan selama bertahun-tahun apa kmu pernah memikirkan perasaan ku dulu sering kali kmu mengeluarkan kata-kata kasar pada ku tapi aku tetap bertahan sampai kmu sendiri memperlihatkan posisi ku sebenarnya " ucap Vierra menangis


"a_aku minta maaf itu semua kesalahan ku sekarang ku mohon kembali lah pada ku Vie, aku sangat mencintai mu " ucap revan memohon pada Vierra air mata nya juga ikut jatuh melihatmu Vierra yg menangis


"tolong beri aku satu kesempatan lagi untuk membuat mu bahagia aku berjanji untuk berusaha menjaga cinta kita " ucap revan terus memohon agar Vierra kembali menerima nya kembali


"aku tak perlu janji mu itu aku perlu kan hanyalah bukti dari mu revan " ucap Vierra


"akan ku buktikan bagaimana pun caranya tapi ku mohon kembali lah pada ku beri aku satu kesempatan lagi " ucap revan menatap penuh harap pada Vierra