
akhirnya kedua perawat itu mengalah mereka keluar dari ruang rawat papa aku dengan semangat membersihkan badan papa dgn sedikit hati-hati..
setelah membersihkan badan papa aku merapihkan semua peralatan tsb "papa cepet sembuh ya vie kangen sama papa " bisik ku di telinga papa
aku duduk di samping revan yg terus berkuat dengan laptop nya sampai tak menyadari jika aku sudah di samping nya...
Kriukk Kriukk
"duh perut ini bikin malu aj " gerutuku karena perut ku bunyi sebab dari semalam aku blm makan , revan menoleh menatap ku
"kmu lapar? " tanya nya terus menatap ku aku hanya mengangguk kecil karena malu
"aku keluar dulu beli makanan untuk kita " revan merapikan laptop nya lalu ia pergi ke kantin rumah sakit mencari makanan untuk kmi berdua
aku duduk di samping ranjang papa "hmm papa harus cepat sembuh ya vie udah kangen banget sama papa, banyak hal yg ingin vie cerita ini sama papa ehh papa malah tidur terus" ucap ku meneteskan air mata ku
aku memang sangat dekat sama papa dan mama walaupun mereka hanya sahabat kedua orang tua ku tapi karena kebaikan mereka membuat ku menganggap mereka seperti ayah dan ibu ku sendiri..
walaupun sebenarnya aku juga berharap bisa menjadi bagian dari keluarga mereka seutuhnya tapi itu mustahil revan tak mencintai ku mana mungkin aku bisa menjadi salah satu bagian keluarga yg berhati malaikat seperti mereka
tak lama kemudian revan dtg dengan membawakan dua kantong plastik yg berisi sarapan kmi berdua , dia langsung menata makanan itu diatas meja
"kata nya lapar ayo makan dulu " ucap nya melihat ku yg masih setia duduk di samping papa
"hmm " aku mengangguk lalu duduk di samping nya kmi makan dlm keheningan tak dari kmi yg bicara
selesai makan aku membersihkan bekas makanan kmi tadi lalu aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri ku
setelah itu aku keluar dari kamar mandi dan menyuruh revan untuk mandi aku menyiapkan pakaian lalu memberikan pada nya
"hmm apakah aku bisa melayani nya seperti ini lagi setelah dia punya kekasih nanti" gumam ku lesu mengingat kmi tak akan bisa bersama selamanya suatu saat dia akan mempunyai pasangan begitu pun aku
saat siang hari nya kmi berdua kembali ke rumah untuk beristirahat gantian sama mama
tak terasa aku bangun hari sudah gelap aku bergegas mandi dan turun kebawah untuk masak makan malam
terlihat di dapur sudah mbok yum dan dua pelayan yg sedang masak aku mendekati mereka yg sedang sibuk
"selamat malam semua " sapa ku sambil tersenyum manis
"selamat malam nona " ucap mereka bersamaan sambil menunduk sopan
"nona kapn dtg nya? " tanya mbok yum pada ku
"tadi pagi mbok tapi aku dan revan mampir ke rumah sakit dulu jenguk papa tadi siang kmi baru kesini aku langsung masuk kmar untuk istirahat ehh nggak tau ke blasan tidur nya " cerita ku sambil tertawa kecil
"tak apa nona wajar nona seperti itu, nona pasti sangat lelah dari perjalanan jauh " ucap mbak siti tersenyum hangat pada ku
"hmm ada yg bisa aku bantu nggak ni" tanya ku melihat semua pekerjaan yg ada
"tidak nona semua nya sudah selesai hanya menunggu tuan muda revan dan tuan muda aldo saja " ucap mbak Ute menjelaskan semua nya
"kalo gitu aku panggil mereka dulu ya " usul ku
"ya nona kmi akan menata makanan ini " ucap mbok yum
aku naik ke lantai 3 memanggil revan dan aldo untuk makan malam bersama karena mama masih di rumah sakit jadi kmi hanya makan bertiga
💫💫💫💫
hallo semua readers yg setia membaca novel ini author mau curhat nih 😢😢😢
nggak tau knp ya author insecure sama novel bikinan author sendiri, author merasakan novel author banyak banget kekurangan tapi author sendiri nggak tau dimana nya tolong untuk para readers komen ya ttg novel ini
......ig:tri.w.yuni.100......