Blanket Kick

Blanket Kick
54



"aku tau wajah ku sangat tampan " ucap nya tiba-tiba membuka mata nya menatap ku tersenyum tipis hampir tak terlihat oleh orang lain


"ya kmu memang sangat tampan nggak yg bisa tahan dgn pesona mu " ucap ku tersenyum, termasuk diri ku sendiri yg terpesona pada mu bahkan saat pandangan pertama ku....


"aku tau itu " ucap nya beranjak dari tempat nya tidur mendekati ku duduk di sebelah ranjang


"apa masih sakit bahu nya " tanya revan menatap ku cemas


"masih sih sedikit masih belm bisa di gerakin " jawab ku apa ada nya , ya memang bahu masih sedikit sakit nggak bisa di gerakin karena cederanya


tok tok


dua perawat dtg sambil membawa alat kompres untuk ku "permisi tuan muda saya izin membersihkan tubuh nona " ucap perawat 1 dengan sangat sopan pada revan badan nya sedikit membungkuk


"biar saya saja yg melakukan nya " ucap revan dengan dingin sambil mengambil semua peralatan itu dari tangan perawat, mata ku membulat karena kelakuan revan ini


"revan biar perawat yg membersihkan tubuh ku kmu tunggu di luar saja " tolak ku lembut, bagaimana bisa revan ingin membersihkan tubuh ku sedangkan kmi hanya teman dia juga laki-laki nggak mungkin dia membersihkan tubuh ku


"aku sering bersihin tubuh kmu selama kmu koma " ucap revan santai sambil memeras lap untuk mengelap tubuh


mata ku membulat lebar mendengar perkataan revan yg tak terduga bagi ku ini hal yg luar biasa yg di lakukan seorang revan


"Vierra aku paling nggak suka kmu bantah " ucap nya dingin menatap ku tajam, aku hanya bisa pasrah percuma juga aku menolak pada akhirnya aku yg kalah juga


dua perawat hanya diam sambil tersenyum melihat revan mulai mengelap tubuh ku dgn telaten seperti sudah terbiasa


"nona sangat beruntung karena tuan muda sangat perhatian sama nona"celetuk perawat 2 tersenyum ramah pada ku


hahaha aku sungguh berharap lebih padahal kenyataan sudah pasti aku dan revan hanya sebatas kakak dan adik angkat saja sulit untuk ku menggapainya


kedua perawat itu keluar sambil membawa semua peralatan tugas mereka .tak lama kemudian pintu ruangan terbuka


"kekasih nya suga bts, tunangan agusD istrinya min Yoongi kmi kangen " ucap mey tak ada titik koma nya langsung memeluk ku senang, revan menjauh dari tempat memilih duduk di sofa


"astaghfirullah mey tunangan mas ganteng, kekasih jin BTS, istri nya kim Seokjin aku nggak bisa nafas " ucap ku dlm pelukan ney yg erat , mey melonggarkan pelukan nya menatap ku tajam


"kmu ini bikin kmi semua panik gara-gara kmu koma selama satu bulan hampir aja jantung ku copot gara-gara kmu, kmu selalu aja mikirin orang lain dari pada diri kmu sendiri coba waktu kmu biarin aku yg kna pukul mungkin nggak akan separah ini. blm lagi Nyonya besar keluarga velix bikin sekolah kita geger gara-gara km " omel mey membuat ku terdiam bingung melihat mey bicara panjang nya kelewatan


plakk


"aduh sakit Fey " ringis mey mengusap Kepala nya yg di pukul oleh Fey


"abis nya kmu ngomong nggak pake rem bikin pusing tau mana suara kmu cempreng pula bikin telinga aku mau pecah. nggak malu apa ada revan disini dasar anak didik mak jin " omel Fey kepada mey membuat tersenyum sendiri melihat kelakuan random kedua nya


"hehehe mangap jgn marah " ucap mey cengengesan


"maaf mey maaf bukan mangap " ucap ku dan Fey tepok jidat sedangkan revan nya melirik saja


"bukan sahabat ku ini " desis Fey geleng-geleng Kepala


"aku jga bukan " timpal membuat mey cemberut


"dasar kalian sahabat laksnut " celetuk mey kesal