
pagi-pagi sekali aku sudah bangun dari tidur ku langsung membersihkn kamar dan mandi setelah itu memakai seragam karena hari ini aku sudah mulai masuk sekolah tapi tidak dgn revan ia masih blm masuk sekolah , dia harus menyelesaikan persoalan yang ada kantor...
aku masuk kelas dengan semangat "hallo semua Vierra yg cantik comeback " teriak ku menggema di dalam kelas
"Vierra kmi kangen banget sama kmu " teriak fey dan mey berlari memeluk ku bersamaan
"ahh ayang ebeb aa joni kangen "" ucap joni diiringi para anak buah mendekati ku
"kmu lama banget nggak masuk sekolah bikin kita semua kangen tau " ucap mey cemberut melepaskan pelukan nya melipat tangan di depan dada
"maaf vie ad urusan kemarin itu knp vie nggak masuk " ucap ku pada mey memelas
aku tak mungkin mengatakan jika aku pergi nya sama revan , aku sebenarnya bingung sendiri karena sudah lm aku membohongi mereka menyembunyikan ttg revan selama ini
💫💫💫
sekarang waktu nya istirahat kmi bertiga berjalan menuju kantin sekolah tapi pas di salah satu lorong kmi berpapasan dgn salah geng cewek di sekolah ini. bisa disebut mereka geng terkuat disini
"ehh anak kampung Minggir loh gue mau lewat " seru sang ketua geng bernama sarah kpd kmi, aku dan kedua sahabat ku tak menanggapi ny kmi terus jln tanpa memperdulikan nya
"heyy kalian denger nggak sih yg dibilang boss gue minggir kalian kmi mau lewat" bentak Alexa anak buah dari sarah
aku berhenti menoleh kearah mereka lalu tersenyum "maaf ya, saya mau tanya knp kmi harus minggir ini kn jalanan umum? " ucap ku tersenyum pada mereka
"ehh loh anak kampung, loh nggak tau siapa sarah dia itu ketua geng paling di takuti disini " ucap Sintia anak buah sarah dengan penuh amarah
"maaf sarah jgn bully kmi " ucap mey ketakutan tubuh nya gemetaran
"udah mey jgn takut ada aku sama Vierra disini " ucap Fey tersenyum
"klian nggak ada sopan santun nya sama sekali sama kmi semua udah berani kalian dpt pelajaran dari kita semua ahh " ancam sarah penuh kemarahan memberi kode kpd anak buah nya untuk menangkap kmi bertiga, aku menghalangi mereka untuk membawa kedua sahabat ku
"jgn bully mereka biar aku aj yg kalian bully tapi jgn mereka" ucap ku merentang tangan ku di depan kedua sahabat ku
"nggak kita sahabat kita akan menghadapi ini sama-sama" ucap Fey mendekati ku
"wah wah persahabatan yg solit ya" ucap sarah smirk
lalu sarah memberi kode kpd anak buah nya untuk membawa kmi dengan sekuat tenaga kmi berusaha melawan tapi naas kekuatan kmi tak sebanding dgn mereka, kmi bertiga di bawa kedalam kmar mandi. disana sarah dan geng nya membully kmi mereka menyiram kan air dingin pada kmi
"tolong lepasin mereka biar aku aja yg kalian bully aku mohon " lirih ku lemah tubuh sudah penuh dgn lebam akibat kekerasan mereka
"lepasin jgn harap " sinis alexa terus menyirami kmi dg air dingin
sampai aku melihat mey ingin di pukul deng kayu yg lumayan besar oleh salah satu km dari mereka sekuat tenaga aku mendekati mey menjadi tubuh ku sebagai perisai nya sehingga aku yg terkena pukul di bagian punggung , rasa nya sangat nyeri dan skit di bagian punggung rasanya aku tak kuat lagi
"viee " teriak mey itulah yg ku dengar terakhir kli sebelum aku penglihatan ku gelap