Beautiful Romance

Beautiful Romance
BAB 77 Beautiful Romance



Empat hari kemudian...ia dan Bagas akan berangkat ke Amerika tanpa sepengetahuan orang. Kyra sudah mempersiapkan surat cerai yang sudah ia tanda tangani untuk Aditya.


***


Ketika Aditya berangkat kerja, ia siap – siap untuk pergi ke Amerika. Semua barang – barangnya sudah ia masukkan ke dalam koper. Ia meletakkan surat cerai, cincin kawinnya dan Kartu kredit yang pernah diberikan Aditya diatas meja samping tempat tidurnya. Ia hanya membawa miniatur mobil Aditya yang pernah ia rusak itu, sebagai kenang – kenangannya.


Kyra berjalan pelan sambil terus melihat sekeliling apartemennya. Ia menangis ketika melihat setiap ruangan ada kenangan dirinya dengan Aditya.


“Selamat tinggal Dit.....semoga kamu bahagia.” Ucapnya sambil menangis.


Ia berjalan keluar apartemennya, diluar sudah ada Bagas berdiri menunggunya. Mereka naik taksi meninggalkan Apartemen Aditya.


Selama beberapa menit....mereka sampai dibandara. Bagas dan Kyra masuk untuk chek in dengan menarik kopernya masing - masing. Setelah chek in, mereka menunggu penerbangan mereka di Ruang Tunggu Bandara.


Ketika Kyra menunggu penerbangannya menuju Amerika....ia mengirim sebuah pesan untuk Aditya.


Isi pesan.


“Aditya...maafkan aku karena sudah mengacaukan hidupmu. Selama dua tahun kita menikah, aku merasa sangat bahagia bisa merasakan cinta darimu. Aku tidak akan pernah melupakan semua kebaikanmu, semua kenangan yang kamu berikan padaku akan selalu kusimpan sebagai kenangan yang paling indah dalam hidupku. Aku tidak akan menyesali semua keputusan yang kuambil dua tahun lalu bahkan aku pernah berpikir untuk tetap tinggal disisimu tapi Dit, aku tidak bisa melihatmu tidak bahagia hidup denganku. Aku tahu kamu baik padaku karena rasa tanggung jawabmu itu. Sekarang nenek sudah tidak ada, kamu tidak harus bertanggung jawab padaku lagi. Tenang...aku sudah memaafkan kalian, memang aku yang harus pergi disini sedangkan bayi yang aku kandung ini akan tetap menjadi anakmu. Biarlah aku yang merawatnya sampai dia besar. Ketika dia dewasa nanti, aku akan mengijinkannya untuk mencarimu seorang diri. Kejarlah cintamu....aku mendoakan kalian hidup bahagia selamanya. Suatu hari nanti...mami pasti akan menerima Aura seperti dia menerimaku. Aku juga sudah menandatangi surat cerainya, terima kasih atas semuanya. Selamat tinggal Aditya.”


Ketika Aditya menerima pesan itu....ia tengah berada di sebuah Restoran bersama Rey dan beberapa orang membahas tentang bisnis yang akan ia bangun bersama Rey. Ia terlihat sangat syok saat membaca pesan istrinya.


“Dit...ada apa?” Tanya Rey yang melihat wajah syok Aditya.


“Aku harus pergi ke Bandara.” Balasnya sambil berdiri dari tempat duduknya.


Ia meninggalkan mereka semua dan berlari keluar.


Hei....ada apa?” teriak Rey yang melihat Aditya keluar Restoran.


Aditya mengendarai mobil sportnya dengan laju yang sangat cepat menuju bandara.


Rey mengikuti mobil temannya itu karena ekspresi yang ditunjukkan Aditya tadi seperti ada masalah yang terjadi.


Aditya melajukan mobilnya dengan cepat membuatnya tidak sadar dengan mobil yang ada didepannya. Ia mencoba menghindar mengakibatkan ia menabrak pohon yang ada didepannya.


Tabrakan itu tidak membuat dirinya terluka parah... hanya kepalanya yang terluka sampai mengeluarkan darah dan membuatnya pingsan.


Rey melihat mobil Aditya yang menabrak pohon, ia langsung menghentikan mobilnya dan turun sambil berlari menghampiri Aditya.


Ia sangat kaget ketika mendapati Aditya pingsan didalam mobil dengan luka dikepalanya. Ia langsung membawa Aditya ke Rumah Sakit, ia memberitahukan kecelakaan yang terjadi pada Nyonya Sintya dan Andi.


Nyonya Sintya, Andi dan Lea langsung datang ke Rumah Sakit, Lea tahu tentang kecelakaan mereka karena pada saat Rey menelfon, Lea bersama dengan Andi. Ia bertemu dengan Andi karena ingin menceritakan semua pembicaraan Aura yang ia dengar bersama Kyra.


***


Nyonya Sintya berlari masuk ke dalam rumah sakit dan melihat Rey tengah berdiri didepan kamar Aditya.


“Rey....apa yang terjadi?” Tanya Nyonya Sintya dengan khawatir.


“Tante.....”


“Bagaimana keadaan Aditya?”


“Aditya baik – baik saja tante, tapi dia masih belum siuman.”


Nyonya Sintya dan yang lainnya berjalan masuk kekamar Aditya. Saat didalam, mereka sudah melihat Aditya terbaring dengan perban dikepalanya.


“Apa sebenarnya yang terjadi....kenapa dia bisa kecelakaan?” Tanya Nyonya Sintya.


“Aku juga tidak tahu tante....kami tadi berada di Restoran, dia menerima pesan dari HP-nya, terus dia bilang akan ke bandara. Saya mengejarnya kesana dan mendapati dia dijalan menabrak pohon.”


“Apa dia mengejar penerbangan Bagas?”


“Penerbangan Bagas kan besok tante.”


“Terus Kyra....mana, apa Kyra sudah tahu suaminya kecelakaan?”


“Dari tadi saya menghubungi dia tapi dia tidak angkat nomornya.”


“Biar tante yang menghubungi dia.”


Tiba – tiba HP Nyonya Sintya berbunyi. Ia menerima pesan dari menantunya.


“Mi....hari ini aku berangkat ke Amerika...maaf aku tidak pamit langsung sama mami karena mami pasti akan mencegahku. Aku tidak bisa lagi tinggal bersama Aditya. Dia tidak mencintaiku....dia mencintai orang lain. Aku berusaha untuk mempercayainya tapi kenyataannya dia masih mencintai Aura. Mami....aku hanya minta pada mami untuk merestui mereka, aku sudah merelakannya. Maaf sekali lagi mi.”


Nyonya Sintya terlihat syok ketika membaca pesan Kyra.


“Ada apa tante?”


“Kyra bilang.....Aditya mencintai Aura dan sekarang dia ada di bandara mau ke Amerika.”


“Apa....bagaimana bisa?” Tanya Rey dengan wajahnya yang kaget.


“Tante....Lea tadi mengatakan padaku kalau Aura dan Aditya berselingkuh. Dia dan Kyra mendengar percakapan Aura dikelas seni.” Sahut Andi.


“Apa maksdumu?”


“Lea....ceritakan kembali pada Tante Sintya apa yang sudah kamu dengar?”


Lea menceritakan semuanya pada Tante Sintya yang ia dengar dikelas seni termasuk masalah Aditya di hotel. Tentu saja membuat Nyonya Sintya murka.


“Kurang ajar...pasti gadis itu yang membuat Kyra berpikiran seperti itu.”


Tiba – tiba Aditya bangun....ia melihat semua orang ada didepannya. Ia dengan sigap bangun dari tempat tidurnya dan melepaskan selang infusnya.


“Dit....kamu mau kemana?” Tanya Nyonya Sintya.


“Aku harus mengejar istriku....dia ingin pergi mi. Aku harus cepat menyusulnya sebelum dia pergi.” Ucapnya sambil memegang kepalanya.


“Kamu baru bangun, masih pusing....biar mami yang mengurusnya. Kalau dia terbang ke Amerika, dia tidak akan bisa lari. Mami akan suruh orang – orang kita untuk mencarinya....apa kamu lupa kalau Zahila ada dirumah kita?” Ucapnya sambil menghentikan Aditya turun dari kasur.


Tiba – tiba Pak Mustang masuk dan melaporkan sesuatu.


“Nyonya.....”


“Ada apa?”


“Nona zahila menghilang.”


“Apa.....?”


“Tadi...saya menerima telfon dari luar negri, mereka bilang Nona Zahila menghilang.”


“Bagaimana bisa Zahila tiba – tiba hilang?”


Aditya kembali turun dari tempat tidurnya.


“Tidak bisa....aku harus mengejar dia....”


“Dit tenanglah.” Sahut Nyonya Sintya.


“Bagaiaman aku bisa tenang.....dia sedang hamil sekarang.” Teriaknya “Dia salah paham padaku, aku yang salah karena tidak menyelesaikan kesalahpahaman kita.”


“Baiklah....kita pergi sekarang...mami akan menyuruh teman mami untuk mencegah penerbangan ke Amerika sampai kita dibandara.”


Mereka semua berangkat ke bandara untuk mengejar Kyra....tapi saat sampai di bandara. Kyra sudah terbang sebelum Nyonya Sintya menghentikan penerbangan ke Amerika. Alhasil....mereka kecewa karena tidak berhasil mencegah Kyra apalagi dengan Aditya, ia menjatuhkan dirinya dikursi sambil meneteskan air matanya tanpa mengeluarkan suara. Wajahnya hanya diam kaku dengan air mata yang menetes dipipinya.


Sementara dipesawat....Kyra tidak bisa menahan air matanya. Bagas hanya diam melihatnya karena tidak ingin membuatnya semakin sedih.


“Selamat tinggal Dit....mungkin kita tidak akan bertemu lagi. Semoga kamu bahagia disana. Aku tidak bisa tinggal bersama dengan orang yang tidak mencintaiku lagi. Aku harus pergi karena aku tidak tahan dengan rasa sakit yang kurasakan tapi meskipun begitu aku tetap memaafkan semua perbuatanmu dan mendoakanmu bahagia. Mungkin kamu menganggap kalau ini adalah kenangan buruk tapi aku selalu menganggapnya sebagai kenangan indah. Aku bersyukur bisa merasakan cinta walau hanya sebentar, aku menganggapnya sebagai cinta yang paling indah dalam hidupku walaupun sebagian orang yang mengalaminya menganggap sebagai penyesalan atau cinta yang buruk dalam hidup mereka tapi berbeda denganku yang hanya orang biasa yang tak punya orang tua, aku menganggapnya sebagai cinta yang indah walaupun kami tidak bersama.” dalam hati Kyra sambil memegang perutnya..


***


Ketika Aditya meninggalkan Bandara bersama ibu dan teman – temannya. Ia membuat Aura membayar semua perbuatannya setelah mendengar cerita dari Lea. Ia membuat Aura menghilang dari hidupnya dan tidak membiarkan dia muncul dihadapannya lagi. Meskipun semua perbuatan Aura terungkap, semuanya sudah terlambat karena Kyra sudah pergi bersama Bagas.


Aditya sangat sakit hati dengan Bagas, bukan karena masalah ia curiga pada Bagas dan Kyra yang berselingkuh tapi ia sakit hati pada sahabatnya karena sudah membawa pergi istrinya tanpa sepengetahuannya.


Itu sebuah penghianatan besar baginya...apalagi Kyra, ia sangat kecewa pada istrinya yang meninggalkannya dengan sebuah surat cerai yang sudah ia tandatangani.


Tentu saja ia merobek surat cerai itu dan membuangnya, selama ia belum menyetujuinya, ia masih menganggap Kyra sebagai istrinya. Apalagi ia belum mendaftarkannya di pengadilan.


***


Beberapa hari kemudian sejak kepergian Kyra.....Aditya pergi ke pantai tempat dimana pesta Anniversary mereka akan diadakan. Dia memang sudah memesan tempatnya jauh – jauh hari bahkan sudah menyuruh mereka mempersiapkan semua dekorasinya tanpa membatalkannya.


Sekarang ini ia sedang berdiri dipantai memandang laut sambil terus memutar – mutar cincin kawin yang ada dijari manisnya.


“Nikmatilah liburanmu disana sampai kamu puas....aku mengijinkamu untuk liburan sementara. Tapi ini hanya sementara....sampai aku menemukanmu, kamu tidak akan pernah kuijinkan untuk liburan kemanapun bahkan jika kamu minta sekalipun.” Dalam hati Aditya sambil menatap laut.


Season 1 End


CATATAN: MUNGKIN ADA YANG BELUM TAHU KALAU BEAUTIFUL ROMANCE 1 TIDAK UP DATE DISINI TAPI DI NOVEL LAIN DENGAN JUDUL BEAUTIFUL ROMANCE 2 ATAU KALIAN BISA KLIK PROFILKU.....silahkan baca dulu pengumumannya.